14 October 2019

Imam Shamsi Ali

Menggembala Papua di Forum Internasional

Oleh: Shamsi Ali* 

Akhir-akhir ini negeri tercinta sedang membara. Di Jakarta dan berbagai belahan negeri lainnya mahasiswa bangkit melakukan koreksi terhadap apa yang mereka anggap kurang pas. 

Gerakan mahasiswa sepanjang sejarah adalah gerakan nurani. Gerakan spontan tanpa tendensi kepentingan apapun kecuali untuk kebaikan negeri dan masa depan mereka sendiri. 

An Unavoidable World Reality

By. Imam Shamsi Ali

I wanted to share with you the summary of my khutbah (Friday Sermon) delivered at the UN Headquarters’ building in New York, today ‪October 27, 2019‬. 

As usual every year the UN in New York organizes its annual prime gathering known as the United Nations General Assembly Meeting. Also known as the annual UN General Debates. This event brings nations’ leaders from around the world, including many heads of states. 

Masih Adakah Rasa Malu?

Oleh: Shamsi Ali* 

Dalam dunia ini selalu ada dua bentuk aturan. Ada aturan tertulis (written laws) dan ada juga aturan-aturan yang tidak tertulis (unwritten laws). Keduanya bisa menjadi rujukan penting dalam menyikapi hal-hal yang terjadi dalam hidup. 

Positif Saja!

Oleh: Imam Shamsi Ali* 

Ada sesuatu yang “kurang pas” bahkan keliru dalam upaya memperbaiki lingkungan sosial sekitar kita. Upaya Yang saya maksud adalah keinginan, bahkan yang tulus sekalipun, untuk memperbaiki manusia di sekitar kita. Dan ini terjadi kerap tanpa disadari. Biasanya karena keinginan keras (azam) sebagian untuk segera terwujudnya suasana sempurna, sesuai idealisme yang diyakini. 

Meluruskan yang Tidak Lurus

Oleh: Imam Shamsi Ali*

Beberapa waktu yang lalu saya pernah menulis, bahkan menceramahkan dalam berbagai forum, jika keadilan itu sifatnya universal, bersifat umum dan terbuka untuk semua. 

Maknanya, Keadilan itu tidak mengenal warna atau versi. Tidak ada keadilan versi Muslim, versi Kristen, versi Yahudi, Hindu, Buddha dan seterusnya. Tidak ada juga keadilan ala Amerika, Inggris, Saudi atau ala Indonesia. 

Keadilan ya keadilan. Selain keadilan hanya ada ketidak adilan alias kezholiman. 

Islam dan Muslim di Amerika: Wawancara Imam Shamsi Ali

KONFRONTASI-Amerika sebuah negara yang masyarakatnya plural, baik dalam arti nation, etnik dan agama. Kendati demikian penyebaran ajaran Islam di negeri Paman Sam ini bukan tanpa aral dan rintangan. Lalu bagaimana sebenarnya perkembangan Islam dan kehidupan kaum muslim di negeri ini? Berikut adalah kutipan wawancara dengan Imam Shamsi Ali yang telah bertahun-tahun menempuh jalan dakwah di sana.

Bisa Anda gambarkan realitas kehidupan antarumat beragama di Amerika?

Komunikasi Dakwah di Dunia Global

Oleh: Imam Shamsi Ali* 

Salah satu hal yang sering saya sampaikan dan ulang di mana-mana adalah betapa pentingnya para du’aat (pendakwah) untuk menguasai, tidak saja materi agama yang disampaikan. Tapi tidak kalah pentingnya adalah bagaimana cara menyampaikan kebenaran itu. 

Dengan kata lain, metode penyampaian atau persisnya komunikasi dalam berdakwah seringkali menentukan wajah kebenaran yang disampaikan. Hitam putihnya kebenaran di mata manusia tidak jarang justeru ditentukan oleh cara mengkomunikasikannya. 

Papua dan Ancaman Disintegrasi

Oleh: Shamsi Ali* 

Dalam beberapa hari terakhir ini kasus Papua, atau tepatnya kekisruhan bahkan kekerasan yang terjadi karena isu Papua menjadi isu yang hangat di tanah air. Konon kabarnya kekerasan-kekerasan yang terjadi, khususnya di tanah Papua, telah menelan korban bahkan dari kalangan TNI dan Polri sendiri. 

Lima Bekal untuk Kesuksesan Hidup

Oleh: Imam Shamsi Ali*

Sejak Jumat lalu pesantren Nur Inka Nusantara Madani mengadakan acara Istimewa yang disebut Annual Sport and Family Fun Weekend. Yaitu sebuah acara yang ditujukan untuk memberikan ruang bagi remaja/pemuda dan keluarga untuk menikmati akhir pekan mereka. 

Salah satu kegiatan terpenting selama 2 hari itu adalah tausiah singkat (short reminder) Setelah sholat-sholat fardhu. Satu di antara tausiah yang ingin saya ringkaskan adalah tausiah yang saya sampaikan pada Minggu subuh tadi. 

Donald Trump dan Reputasi Amerika

Oleh: Shamsi Ali* 

Ternyata kebesaran dan harga diri sebuah negara tidak saja ditentukan oleh kebesaran ukurannya atau kekayaan dan keindahan alamnya. Tidak juga hanya dengan jumlah penduduk dan kemajuan perekonomiannya. Atau ketinggian inovasi sains dan teknologinya.

Kebesaran dan kehormatan sebuah negara sedikit banyaknya juga ditentukan oleh siapa yang menjadi pemimpinnya. Pemimpin negara seolah menjadi representasi kecil atau cermin mini dari sebuah negara itu sendiri.

Pages