25 May 2019

Imam Shamsi Ali

Ramadan itu bulan Al-Quran

Oleh: Imam Shamsi Ali* 

Demiikian dahsyatnya kekuatan ruhiyah Al-Quran sehingga sekiranya diturunkan di atas sebuah gunung niscaya gunung itu akan goncang. Goncang karena rasa takut terhadap Allah SWT, Pencipta langit dan bumi. 

“Kalau seandainya Kami turunkan Al-Quran ini di atas sebuah gunung, niscaya engkau akan melihatnya goncang karena takut kepada Allah. Demikian permisalan itu Kami berikan kepada manusia agar mereka berpikir” (Al-Quran). 

Ramadan itu bulan hidayah

Oleh: Imam Shamsi Ali* 

Pada bagian sebelumnya telah disebutkan bahwa Ramadan itu memang adalah bulan berbagai kemukjizatan. Berbagai peristiwa yang pernah terjadi dalam sejarah di bulan suci ini, justeru di luar pertimbangan akal manusia biasa. 

Puasa itu Menyuburkan Ruhiyah

Oleh: Imam Shamsi Ali* 

 

"Mankind is a spiritual being in a physical body”. 

Kalau seandainya saya ditanya tentang defenisi manusia maka jawaban saya kira-kira seperti di atas. Bahwa manusia itu adalah wujud spiritualitas dalam sebuah bentuk fisikal. 

Intinya adalah bahwa nilai (value) sejati manusia itu ada pada posisi ruhiyahnya. Kemuliaan, kehormatannya ditentukan oleh nilai spiritualitasnya. 

Puasa Itu Menumbuhkan Sikap Tawakkal

Oleh: Imam Shamsi Ali* 

“Dan barangsiapa yang bertawakkal maka cukuplah Dia (Allah) baginya” (Al-Quran). 

Keterbatasan manusia dalam segala hal di satu sisi, dan dorongan dunia yang tiada batas di sisi lain, seringkali menjadikan manusia kehabisan energi dalam menghadapi tuntutan hidup itu sendiri. 

Masalahnya pula, manusia sering pula lalai akan realita keterbatasannya. Akhirnya yang terjadi adalah kekecewaan bahkan frustrasi. 

Puasa Itu Menyehatkan

Oleh: Imam Shamsi Ali* 

“Berpuasalah niscaya kamu sehat” (hadits).

Tak dapat disangkal lagi bahwa berdasarkan penelitian pada ahli kesehatan, sebagian besar penyakit yang terjadi dalam tubuh manusia disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi. Dari kolesterol, tekanan darah tinggi, usus buntu, diabestis atau gula, ginjal, masalah paru-paru, hingga kanker perenggut maut. 

Puasa Ramadan itu pintu ampunan

Oleh: Imam Shamsi Ali* 

Salah satu bentuk misrepresentasi ajaran Islam di dunia Barat umumnya adalah bahwa Islam itu agama kebencian dan kekerasan. Konsep ketuhanan kerap kali ditampilkan sebagai Tuhan yang kasar, bengis, tiada belas kasih. 

Puasa Ramadan itu pengakuan atas otoritas Ilahi

Oleh: Imam Shamsi Ali*

Salah satu kekeliruan besar manusia adalah perasaan kepemilikan (ownership) dalam hidup. Padahl sejatinya segala sesuatu dalam hidup duniawi kita bersifat amanah (titipan). Titipan, bukan kepemilikan. 

Oleh karena itu bagi orang beriman, hidup ini di satu sisi tidak boleh diakui. Namun di sisi lain harus dipekihara dan dijaga baik-baik. 

Pujian Itu Kadang Menjadi Racun

Oleh: Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation

Pujian itu Indah. Menjadikan hati orang berbunga-bunga. Pujian bisa menerbangkan seseorang ke angkasa impian dan angan-angan yang tiada batas. 

Tragisnya, pujian jugalah menjadikan orang bisa kehilangan keikhlasan. Yang berakibat kepada hilangnya nilai (value) pengabdiannya.

Puasa Itu Menata Hati

Oleh: Imam Shamsi Ali* 

Warna hidup manusia itu terbentuk oleh suasana hatinya. Segala gerak-gerik hidupnya adalah gambaran dari suasana hati. Dan karenanya hati adalah penentu hitam putih, sehat sakitnya prilaku manusia. 

Hakikat inilah yang digambarkan secara sederhana oleh Rasulullah SAW: “Sungguh dalam tubuh manusia itu ada segumpal darah, yang jika baik, baiklah seluruh anggota tubuhnya. Tapi jika rusak, maka rusak pula seluruh anggota tubuhnya. Itulah hati” (hadits).

Puasa itu membangun keseimbangan

Oleh: Imam Shamsi Ali*

Manusia itu menjadi manusia karena tiga elemen dasar penciptaannya, yang menyatu dalam bangunan hidupnya. Saya menyebut tiga elemen ini sebagai pilar hidup. Manusia tidak menjadi manusia kecuali ketiganya menyatu (integratif) dalam hidupnya. 

Pages