16 December 2017

Imam Shamsi Ali

Palestina dan Kisah Yusuf A.S

Oleh: Imam Shamsi Ali*

Kota Jerusalem tidak akan bisa terpisahkan dari rangkaian kisah Ibrahim dan anak cucunya. Dua putra Ibrahim yang terpopuler dalam sejarah adalah Ismail dan Ishak (Alaihim As-salam). Ismail kita kenal dalam hidupnya kemudian berimigrasi ke tanah haram, Makkah Al-Mukarramah. Sementara Ishak yang dilahirkan di Jerusalem setelah Ismail melalui masa remajanya, dengan kisah pengorbanan, tetap berdomisili di Al-Quds As-Sharif atau kota Jerusalem.

Bahaya Pengakuan Jerusalem sebagai Ibukota Israel

Oleh: Imam Shamsi Ali*

Entah kata apa yang tepat untuk mengekspresikan keputusan Donald Trump mengakui Jerusalem sebagai Ibukota Israel. Beranikah? Nekadkah? Terobosankah? Atau boleh jadi karena kegilaan dan ketidak stabilan mental?

Membangun Kesuksesan Kolektif-2

Oleh: Imam Shamsi Ali*

Pada seri awal disebutkan bahwa Islam itu semuanya mengarah kepada kesuksesan paripurna. Yaitu kesuksesan dalam kehidupan material sekaligus spiritual, dan juga intelektual. Kesuksesan dalam hidup duniawi tapi berorientasi ukhrawi. Dan juga kesuksesan yang bersifat individu, namun mengarah kepada pembangunan kesuksesan jama’i (kolektif).

Membangun Kesuksean Kolektif

Oleh: Imam Shamsi Ali*

Satu hal yang seharusnya menjadikan umat ini bangga adalah karena agama ini adalah agama kemajuan (progress), bukan agama keterbekalakangan (backward) dan ketertinggalan (left behind). Agama ini adalah agama pembangunan (development) dan modernitas (modernity). Agama ini adalah agama kesuksesan (success) dan peradaban (civilization).

Paradoks Islam Amerika: Di Satu Sisi Semakin Tertantang, Di Sisi Lain Semakin Maju.

Oleh: Imam Shamsi Ali

 

Banyak orang yang semakin tahu tentang Islam di Amerika Serikat maka semakin pula terbingung-bingung. Terjadi paradoks yang nyata. Di satu sisi semakin tertantang, di sisi lain juga semakin maju. Semakin diburukkan oleh media dan politisi semakin dikenal oleh masyarakat luas. Semakin berusaha disembunyikan semakin menampakkan diri.

Lalu apa sesungguhnya yang terjadi?

Banyak jawaban terhadap teka-teki ini. Tapi beberapa di antaranya dapat disampaikan sebagai berikut:

Indonesia Itu Bangsa Ksatria

Oleh: Imam Shamsi Ali*

Awal bulan ini saya mendapat kesempatan untuk pulang kampung. Kepulangan saya tentu untuk sebuah misi mulia. Yaitu mensosialisasikan rencana saya membuka pesantren pertama di Amerika Serikat. Sebuah cita-cita mulia yang barangkali di benak sebagian orang adalah mimpi. Tapi justeru bagi saya mimpi itulah awal dari terbangunnya sebuah peradaban besar.

Islam dan Pertarungan Persepsi

Oleh: Imam Shamsi Ali*

Tak disangkal lagi jika dunia kita sekarang mengalami pengecilan. Dengan kata lain dari hari ke hari dunia ini menjadi semakin sempit. Serasa jika semua manusia hidup dalam sebuah rumah bersama.

Mengecilnya dunia kita ini tidak lepas dari kemajuan teknologi dan kecepatan lintas informasi yang begitu dahsyat. Apa yang terjadi di sebuah kampung terpencil di sebuah negara dengan mudah dan cepat diketahui oleh orang lain di kampung atau kota lain nun jauh di seberang sana.

Maryam Turun ke Bumi!

Oleh: Imam Shamsi Ali*

Sekitar 4 tahun lalu saya diundang untuk menghadiri konferensi perdamaian yang melibatkan komunitas Muslim dan Yahudi di Seville, Spanyol. Konferensi ini bertujuan untuk mengenang masa-masa kejayaan Islam di Spanyol, dan masyarakat Yahudi ikut mengapresiasi realita itu.

Bahaya Permainan Terminologi

Oleh: Imam Shamsi Ali*

Seringkali kita terperangkap dalam mainan terminologi-terminologi yang sempit, bahkan dengan kata-kata yang juga kita tidak pahami secara jelas. Permainan terminologi dan kata seringkali mengantar kita kepada sikap yang destruktif. Loyalitas dan cinta atau sebaliknya kebencian dan permusuhan dikendalikan oleh terminologi dan kata-kata itu.

A Life Journey

Oleh: Imam Shamsi Ali*

Barangkali tidak ada kontrak dalam hidup manusia yang lebih penting dari kontrak pernikahan (akad nikah) dua hamba Allah beda jenis (pria dan wanita). Institusi pernikahan ini adalah institusi tertua dalam hidup manusia. Institusi nikah bermula sejak diciptakannya pasangan manusia (Adan dan Hawa). Sejak itu pula pernikahan menjadi sunnatullah (aturan Allah) yang berlaku bagi semua hambaNya.

Pages