12 December 2019

IHSG

236 Emiten Hijau, IHSG Tembus 5.164

Konfrontasi – Pada penutupan sesi pertama perdagangan bursa, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menguat 64,26 poin atau 1,25 persen ke 5.164,94. Sebanyak 236 saham menguat, 64 saham melemah, dan 75 saham stagnan. Jumlah seluruh transaksi mencapai Rp 2,249 triliun dari 2,531 miliar lembar saham diperdagangkan.

Kinerja Pasar Amerika Dorong Level IHSG

Konfrontasi - Pada pembukaan perdagangan pasar saham Rabu (17/9), Indeks Harga Saham Gabungan menguat 34,44 poin atau 0,7 persen ke 5.164,94. sebanyak 42 saham menguat, 2 saham melemah, dan 1 saham stagnan. Jumlah seluruh transaksi mencapai Rp165,451 miliar dari 126,814 juta lembar saham diperdagangkan. Penguatan bursa saham dipengaruhi kinerja bagus dari pasar Amerika yang bangkit. Sehingga IHSG memiliki kesempatan mixed terbatas pada perdagangan hari ini.

Mampukah Postur Kabinet Gemuk Jokowi-JK Dongkrak Indeks BEI?

KONFRONTASI - Pasca pasangan presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla mengumumkan struktur kabinetnya, mampukan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini melanjutkan penguatan (reli)?

Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, pola white marubozu menyentuh lower bollinger band (LBB). MACD masih turun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R mencoba berbalik naik.

Turun 12 Poin, IHSG Gagal Hijau

Konfrontasi - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal menguat pada penutupan sesi pertama perdagangan. IHSG kehilangan 12,54 poin atau 0,2 persen dan berkahir di level 5.131,17.

Sebanyak 108 saham menguat, 202 saham melemah, dan 81 saham stagnan. Jumlah seluruh transaksi sebesar Rp 2,05 triliun dari 1,82 miliar lembar saham diperdagangkan. Indeks LQ45 turun 2,84 persen ke 867,28, Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,75 poin ke 687,93, indeks IDX30 turun 0,71 poin atau 0,2 persen menjadi 442,98, dan indeks MNC36 turun 0,86 poin ke 267,74.

IHSG Waspada Fase Konsolidasi

Konfrontasi – Tren positif yang diraih Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan kedua bulan September diperkirakan terus berlanjut. IHSG diprediksi mampu menembus level 5.187 pada perdagangan awal pekan Senin ini (15/9).

Sementara itu, IHSG akan menghadapi resistance untuk kembali break high 5.251 dengan level support saat ini 5.125-5.065.

IHSG Kandas 9,95 Poin di Sesi Penutupan

KONFRONTASI-Pada perdagangan Kamis (11/9) sore, Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), kembali melanjutkan pelemahan sebesar 9,95 poin setelah sempat berada di area positif.

IHSG BEI ditutup melemah sebesar 9,95 poin atau 0,19 persen ke posisi 513,03, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) turun 4,40 poin (0,50 persen) ke level 869,03.

Sesi Pertama, IHSG Raup Rp. 2,5 Triliun

Konfrontasi – pada penutupan sesi pertama perdagangan bursa, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 24,34 poin atau 0,5 persen ke 5.167,33. Sebanyak 212 saham menguat, 81 saham melemah, dan 71 saham stagnan. Jumlah seluruh sebesar Rp 2,25 triliun dari 2,98 miliar lembar saham diperdagangkan.

IHSG Nikmati Sentimen Positif Bursa Asia

Konfrontasi – Penguatan bursa saham Asia memberika sentimen positif bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG mampu bangkit sebanyak 13,61 poin pada awal perdagangan Kamis (11/9).

IHSG berhasil naik 13,61 poin atau 0,3 persen ke level  5.156,60. Sebanyak 21 saham menguat, 7 saham melemah, dan 17 saham stagnan. Jumlah transaksi mencapai Rp 221,609 miliar dari 238,268 juta lembar saham diperdagangkan.

IHSG Terpangkas 54,12 Poin di Sesi Penutupan

Konfrontasi-Indeks Harga Saham Gabungan mengakhiri perdagangan sore hari ini, Rabu (10/9/2014), dengan bertengger di zona merah. Penguatan dollar AS terhadap mata uang kawasan serta memerahnya Wall Street pada penutupan dini hari tadi menjadi salah satu faktur yang menyebabkan indeks melemah. Selain itu, aksi jual oleh investor juga ikut menenggelamkan IHSG sepanjang hari ini.

Turun 48 Poin, IHSG Tertekan Kenaikan Harga Elpiji

Konfrontasi – Pada penutupan sesi pertama perdagangan Rabu (10/9), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus melemha. IHSG mendapat tekanan negatif dari kenaikna harga elpiji 12 kilogram dan berakhir turun 48,05 poin atau 0,9 persen ke level 5.149,07.

Pages