24 October 2019

IHSG

IHSG Sesi I Turun 15 Poin

Konfrontasi – Bursa saham Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kehilangan 15,92 poin saat sesi pertama ditutup. IHSG anjlok 0,3 persen menjadi 5.125,84. Sebanyak 122 saham naik, 150 saham melemah dan 94 saham stagnan. Jumlah transaksi sebesar Rp1,883 triliun dengan 2,974 miliar lembar saham diperdagangkan.

IHSG Hijau, 201 Emiten Menguat

Konfrontasi – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan sangat baik. IHSG naik 28,99 poin atau 0,6 persen ke 5.141,03. Sebanyak 201 saham menguat, 105 saham melemah, dan 64 saham stagnan. Jumlah transaksi sebesar Rp2,4 triliun dari 3,42 miliar lembar saham diperdagangkan.

45 Saham Menguat, IHSG Naik 18,47Poin

KONFRONTASI-Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (21/11), ditutup naik sebesar 18,47 poin atau 0,36 persen ke posisi 5.112,04. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) naik 3,40 poin atau 0,39 persen ke posisi 878,55.

"Tren kenaikan IHSG masih relatif ada, walaupun pada sesi I perdagangan tadi pagi sempat terimbas aksi jual. Kembali menguatnya bursa saham regional, mendorong indeks BEI berbalik arah," kata Chief Investment Strategist PT Astronacci International, Gema Goeyardi di Jakarta, Jumat.

IHSG Terkoreksi, 190 Saham Merah

Konfrontasi – Tren pelemahan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berlangsung selama sesi pertama. IHSG kehilangan 54,02 atau 1,1 persen dan bertahan pada 5.073,91. Sebanyak 103 saham menguat, 190 saham melemah, dan 61 saham stagnan. Jumlah transaksi sebesar Rp2,07 triliun dari 2,29 miliar lembar saham diperdagangkan.

208 Emiten Hijau Berkat BI Rate

Konfrontasi – Keputusan Bank Indonesia menaikkan BI Rate menjadi 7,75 persen mendukung kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sebanyak 208 saham menguat, 85 saham melemah, dan 81 saham stagnan. IHSG mencatat transaksi sebesar Rp2,64 triliun dari 2,73 miliar lembar saham diperdagangkan.

BBM Jadi Sentimen Positif IHSG

Konfrontasi - Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) terus mengambil keuntungan dari kenaikan Bahan bakar Minyak (BBM). IHSG melesat 20,30 poin atau 0,4 persen ke 5.074,24.

Sebanyak 181 saham menguat, 116 saham melemah, dan 78 saham stagnan. Jumlah transaksi perdagangan sebesar Rp2,47 triliun dari 2,44 miliar lembar saham diperdagangkan.

IHSG Melesat Pasca Tarif Baru BBM Subsidi

Konfrontasi – Keputusan Presiden Joko Widodo untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi berdampak pada kinerja pasar saham. Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) langsung menguat 23,16 poin atau 0,5 persen ke 5.077,1 saat pembukaan Selasa (18/11).

Indeks LQ45 naik 6,32 poin atau 0,7 persen ke 873,54, Jakarta Islamic Index (JII) naik 4,01 poin atau 0,6 persen ke 672,52, indeks IDX30 menguat 3,21 poin atau 0,7 persen ke 446,11, dan indeks MNC36 melaju 1,98 poin atau 0,7 persen ke 271,94. Sektor keuangan mencatat kenaikan tertinggi 0,7 persen.

Sesi I, Catatan IHSG Terbaik Se-Asia

Konfrontasi – Kinerja sesi pertama perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terbaik di zona Asia. IHSG mampu naik 10,51 poin atau 0,2 persen ke 5.060. Sebanyak 145 saham menguat, 117 saham melemah, dan 88 saham stagnan. Jumlah seluruh transaksi sebesar Rp1,698 triliun dari 1,908 miliar lembar saham diperdagangkan.

IHSG Masih Terganjal Isu BBM

Konfrontasi – Tarik ulur kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terus menghambat kinerja pasar saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia diperkirakan masih lemah karena investor memilih aksi wait and see.

Pada Senin (17/11), IHSG diprediksi bergerak dikisaran  5.001-5.095. berbagai sentimen negatif seperti pasar luar negeri juga mendorong investor untuk ambil untung.  Analis BNI Securities, Thendra Chrisnanda mengatakan pelaku pasar sebaiknya melirik saham lapis kedua untuk menjaga potensi perubahan tren pasar.

136 Saham Diwarnai Aksi Jual, IHSG Anjlok 4,7 Poin

KONFRONTASI-Mengakhiri perdagangan sesi I hari ini, Jumat (14/11), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terjerembab ke zona merah. Data RTI menunjukkan, pada pukul 11.30 WIB, indeks tercatat turun 4,7 poin menjadi 5.043,9.

Penurunan indeks akibat aksi jual melanda 136 saham. Sementara, jumlah saham yang naik sebanyak 106 saham dan ada 93 saham stagnan. Volume transaksi siang ini melibatkan 1,9 miliar dengan nilai mencapai Rp 2,24 triliun. 

Pages