17 July 2019

IHSG

Indeks BEI Cetak Rekor Baru

KONFRONTASI - Rabu (16/1/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya terdampar di zona hijau dengan penguatan 0,07% dengan berada di level 6.413. Merupakan level tertinggi pada tahun ini, sekaligus level yang sama pada sembilan bulan lalu.

Aksi borong saham pada awal tahun oleh investor asing lagi-lagi menjadi pendorong penguatan IHSG. Asing mencatatkan beli bersih senilai Rp 1,4 triliun di pasar reguler. Hal ini menjadikan inflow asing di bursa saham mencapai Rp 6,07 triliun hingga tahun berjalan (year to date).

IHSG Tahun Ini Hanya Akan Naik Satu Digit

Deskripsi:

Pergerakan IHSG Diprediksi Menguat Pascalibur Natal

KONFRONTASI -  Pergerakan IHSG pascalibur natal diprediksi lanjutkan penguatan.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan terlihat pola long white marubozu candle yang mengindikasikan adanya potensi penguatan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area resistance.

Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama maupun kedua memiliki range pada 6.127,709 hingga 6.091,822. Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki range pada 6.182,384 hingga 6.201,171.

Tergerus 0,33%, IHSG masih bertahan di atas 6.100

KONFRONTASI -   Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penurunan pada perdagangan terakhir pekan ini. Jumat (21/12) pukul 9.09 WIB, IHSG turun 0,33% ke level 6.127.

Delapan sektor turun bersama dengan IHSG. Sektor aneka industri mencetak penurunan terbesar hingga 1,31%. Sektor keuangan tergerus 0,53%. Sektor manufaktur terkoreksi 0,41%. Sedangkan sektor perkebunan turun 0,35%.

Dua sektor masih bergerak di zona hijau. Sektor perdagangan dan jasa naik 0,06%. Sektor tambang naik tipis 0,04%.

IHSG Tergerus Kekhawatiran Ekonomi Global

KONFRONTASI-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis ditutup melemah seiring kekhawatiran investor terhadap perlambatan ekonomi global.

Rupiah Terapresiasi, IHSG Melejit

KONFRONTASI-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu ditutup menguat seiring apresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
   

Analis Prediksi IHSG Menguat Pekan Depan

KONFRONTASI -  Federal Reserve (The Fed) dan Bank Indonesia (BI) akan menggelar pertemuan pada pekan depan.

Sejumlah analis optimistis indeks saham akan tetap menguat usai terjadinya rapat yang digelar oleh kedua bank sentral tersebut.

Kepala riset Koneksi Kapital Indonesia Alfred nainggolan memprediksi, The Fed tidak akan menaikan suku bunga acuan atau The Fed rate pada pertemuan pekan depan, alasannya karena The Fed sempat berwacana tidak lagi agresif menaikkan suku bunga.

Indosurya Sekuritas: IHSG Masih Bertenaga untuk Menguat

KONFRONTASI -  Indosurya Sekuritas mengestimasi IHSG masih berpeluang menguat, meskipun memerah dalan tiga sesi beruntun.

Vice President Research Department William Surya Wijaya mengatakan IHSG akan bergerak di level 5.955 - 6.226.

Pola pergerakan IHSG hingga pertengahan bulan di penghujung tahun 2018 masih terlihat dapat kembali melanjutkan kenaikan, yang tentunya harapan terhadap capital inflow yang terus kembali ke dalam pasar modal dapat menunjang progress kenaikan IHSG.

Pergerakan IHSG Dibuka Rebound ke 6.097,73

KONFRONTASI -   Pergerakan IHSG dalam perdagangan hari ini diprediksi masih dalam tekanan.

Binaartha Sekuritas memproyeksi IHSG akan kembali lanjut melemah dalam perdagangan hari ini.

Analis Muhammad Nafan aji Gusta mengatakan pada pergerakan IHSG terlihat pola downward bar yang mengindikasikan adanya potensi pelemahan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area support.

Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama maupun kedua memiliki range pada 6061.503 hingga 6.046,420.

Terdampak Sentimen Eksternal, IHSG Kembali Lanjutkan Pelemahan

KONFRONTASI-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa melanjutkan pelemahan seiring pengaruh negatif eksternal yang masih kuat.

IHSG BEI ditutup melemah sebesar 34,77 poin atau 0,57 persen menjadi 6.076,58. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 5,68 poin atau 0,58 persen menjadi 969,30.

Pages