23 January 2019

IHSG

Pergerakan IHSG Dibuka Rebound ke 6.097,73

KONFRONTASI -   Pergerakan IHSG dalam perdagangan hari ini diprediksi masih dalam tekanan.

Binaartha Sekuritas memproyeksi IHSG akan kembali lanjut melemah dalam perdagangan hari ini.

Analis Muhammad Nafan aji Gusta mengatakan pada pergerakan IHSG terlihat pola downward bar yang mengindikasikan adanya potensi pelemahan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area support.

Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama maupun kedua memiliki range pada 6061.503 hingga 6.046,420.

Terdampak Sentimen Eksternal, IHSG Kembali Lanjutkan Pelemahan

KONFRONTASI-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa melanjutkan pelemahan seiring pengaruh negatif eksternal yang masih kuat.

IHSG BEI ditutup melemah sebesar 34,77 poin atau 0,57 persen menjadi 6.076,58. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 5,68 poin atau 0,58 persen menjadi 969,30.

IHSG Keberatan Langkah untuk Menguat Hari Ini

KONFRONTASI -   Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini

IHSG Melaju Di Tengah Penurunan Bursa Kawasan Asia

KONFRONTASI -   Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menguat pada perdagangan Selasa (4/12) pagi. Pukul 9.10 WIB, IHSG naik 0,31% ke level 6.136. IHSG menguat meski bursa Asia kompak melemah.

Kenaikan hanya tampak pada empat sektor. Kenaikan tertinggi adalah sektor keuangan sebesar 0,94%. Sektor perdagangan menguat 0,65% dan sektor industri dasar naik 0,61%. Sektor infrastruktur menanjak 0,58%. 

Pergerakan IHSG Akhir November Berpeluang Melanjutkan Penguatan

KONFRONTASI -  Berikut laporan Live indeks harga saham gabungan yang diperbarui perkembangannya mulai pembukaan sampai penutupan perdagangan pasar modal akhir November ini Jumat (30/11/2018).

Indosurya Sekuritas memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada akhir November ini (30/11) masih berpotensi menguat dengan rentang perdagangan 5918 - 6226.

IHSG Menguat 1,93 Persen di Akhir Sesi

KONFRONTASI-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis ditutup menguat sebesar 1,93 persen seiring aksi beli investor asing.

IHSG BEI ditutup menguat sebesar 115,92 poin atau 1,93 persen menjadi 6.107,16. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 23,49 poin atau 2,46 persen menjadi 977,66.

Research Department Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya di Jakarta, Kamis mengatakan investor asing yang kembali masuk ke pasar saham menjadi salah satu faktor penopang bagi IHSG.

Rupiah Terapresiasi, IHSG Berpotensi Menguat Sepanjang Hari Ini

KONFRONTASI-Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis berpotensi terus menguat sepanjang hari ini, seiring apresiasi nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS, meskipun pergerakannya cenderung datar

IHSG BEI kamis pagi menguat 19,38 poin atau 0,33 persen menjadi 5.975,11. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 4,83 poin atau 0,51 persen menjadi 951,06.

Lembaga Analis Valbury Sebut IHSG Menguat Sejalan Pasar Asia, Cermati 6 Saham Ini

KONFRONTASI -  PT Valbury Sekuritas Indonesia memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada Rabu ini (28/11) sejalan dengan membaiknya pasar Asia.

IHSG Tergerus 9,18 Poin di Akhir Sesi

KONFRONTASI-Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa ditutup melemah tipis 9,18 poin karena faktor teknikal.

IHSG BEI ditutup melemah sebesar 9,18 poin atau 0,15 persen menjadi 6.013,58. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 2,25 poin atau 0,23 persen menjadi 960,69.

"Faktor teknikal menahan laju IHSG. Sejumlah saham di dalam negeri mulai masuk dalam area jenuh beli (overbought)," kata Binaartha Sekuritas, M Nafan Aji Gusta Utama di Jakarta, Selasa.

Lembaga Analis Valbury Sekuritas Sebut IHSG Lanjut Menguat, Cermati 6 Saham Ini

KONFRONTASI -   Valbury Sekuritas Indonesia memprediksi indeks harga saham gabungan pada Jumat ini (23/11) berpeluang melanjutkan kenaikan, di tengah pasar global yang menghadapi ketidakpastian atas sikap Trump dan juga kebijakan pemerintahannya.

Pages