21 April 2019

Idrus Marham

Idrus Marham Jabat Plt Ketua DPR, Namun Berharap Setnov Menangi Praperadilan

KONFRONTASI -  Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham menyatakan bahwa ia dan sebagian pengurus DPP Partai Golkar masih menyisakan harapan agar Setya Novanto bisa memenangkan praperadilan tersangka status tersangka yang disematkan KPK kepada Ketua Umum partai berlambang pohon beringin itu.

“Kita berharap praperadilan itu berhasil,” ucap Idrus usai terpilih sebagai Plt Ketum Golkar dalamnrapat pleno di Gedung DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Selasa (21/11) malam.

Idrus Marham: Kami Yakin Pak Novanto Juga Tahu Diri

KONFRONTASI-Setya Novanto hingga kini tak diketahui di mana keberadaannya.Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham pun meminta Ketua Umum partai beringin tersebut segera memenuhi panggilan yang telah dilayangkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP).

Dia mengaku, permintaan tersebut telah disampaikan langsung kepada pihak keluarga Ketua DPR tersebut saat bertemu hari ini.

"Ketika saya berkunjung ke rumahnya pak Novanto, saya katakan bahwa kami berharap pak Novanto agar betul-betul mau datang memenuhi panggilan KPK," kata Idrus kepasa wartawan di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Kamis (16/11).

Idrus menegaskan, Partai Golkar senantiasa menghormati proses hukum yang dilakukan KPK terhadap Ketua Umum mereka. Ia pun berharap kasus yang membelit Novanto itu segera selesai. Hal ini merupakan harapan seluruh kader Partai Golkar dari akar rumput.

"Harapan kita tentu ya Pak Novanto dalam waktu yang tidak terlalu lama ya datang memenuhi panggilan KPK," ucap Idrus. 

Dia menambahkan, Novanto akan segera mengambil sikap atas kejadian yang terjadi pada saat ini. Menurutnya, Novanto tahu diri dan memahami seluruh-proses yang terjadi saat ini.

"Kami punya keyakinan ini nanti Pak Novanto juga tahu diri," ujar dia.

Jadi Tersangka Lagi, Sekjen Golkar Pastikan Setnov Kooperatif

Konfrontasi - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto sebagai tersangka terkait kasus e-KTP pada Jumat, 10 November 2011.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham menyatakan, apa yang dialami oleh Setya Novanto adalah bagian dari perjuangan seorang politikus dalam perjalanan politiknya.

Idrus Akui Golkar Bergejolak Usai Setnov Tersangka Lagi

Konfrontasi - Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham mengatakan tidak ada kendala apapun di internal Golkar setelah Ketua Umum Setya Novanto kembali berstatus tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi proyek e-KTP. Idrus menuturkan seluruh kader solid.

Disinggung soal adanya gejolak di internal, Idrus mengamini hal tersebut meski diakuinya hal tersebut hanya sebagian kecil dari kader yang ada di Partai berlambang pohon Beringin itu.

Golkar Tidak Setuju KPK Dibekukan

KONFRONTASI-Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham menilai Pansus Angket KPK tidak ada maksud membekukan lembaga antirasuah itu. Dia menegaskan, partainya tidak setuju KPK dibekukan.

"Saya kira tidak boleh tiba-tiba membekukan. Ada temuan perlu klarifikasi biar Pansus bekerja dan jadi keputusan DPR. Kalau dibekukan, Golkar tidak dalam posisi menyetujui itu," kata Idrus di sela acara pendidikan kilat DPP Golkar di Hotel Sultan, Jakarta Selatan, Sabtu (9/9).

Doli Terancam Sanksi Partai Golkar, Salah Apa?

Konfrontasi - Sekjen Golkar Idrus Marham mengatakan Ahmad Doli Kurnia dan kawan-kawan terancam disanksi Golkar karena dinilai kelewat batas. Doli justru mempertanyakan letak kesalahannya.

Golkar Berikan Syarat Cawapres Pendamping Jokowi

Konfrontasi - Partai Golkar tetap pada keputusan mengusung Joko Widodo (Jokowi) sebagai bakal calon presiden pada Pilpres 2019. Tentang calon Wapres, Golkar menyerahkan Jokowi memilih, dan partai beringin itu tidak akan campur tangan.

Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Idrus Marham, di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat (11/8/2017).

“Dalam Rapimnas 2016 ada aspirasi kuat setelah calonkan Jokowi, maka serahkan ke Jokowi siapa putra terbaik bangsa yang akan dampingi di periode kedua,” ujar Idrus.

Idrus Marham Sebut Ada Nama yang Dicatut GMPG untuk Dukung Gerakan Golkar Bersih

KONFRONTASI-Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) merilis 17 nama yang menyetujui Gerakan Golkar Bersih. Namun Sekretaris Jenderal Partai Golkar (Sekjen PG) Idrus Marham mengatakan tidak semua nama tersebut setuju dengan gerakan tersebut.

"Mereka yang disebut namanya juga tidak ada yang dikonfirmasi," kata Idrus di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (9/8).

Sekjen Golkar Hormati Sikap PAN Tolak Presidential Threshold 20-25 Persen

Konfrontasi - Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham menghormati sikap Partai Amanat Nasional (PAN) yang menolak presidential threshold tetap 20-25 persen. Menurutnya, itu merupakan keputusan independen partai dan telah melalui pertimbangan matang.

"Kami harus saling menghargai, karena masing-masing partai punya sikap. Itu mandiri dan independen, jadi kita hargai sebagai suatu proses," katanya di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (22/7/2017).

Golkar Ngotot Presidential Threshold 20-25 Persen

KONFRONTASI-Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham ikut menyoroti molornya pembahasan RUU Pemilu.

Menurut Idrus, dirinya tak menampik alotnya pembahasan lima isu krusial menjadi penyebab kemoloran itu.

Idrus berharap setiap partai menjalankan prinsip saling memberi dan menerima dalam pembahasan RUU Pemilu secara bijak dan proporsional.

Hanya dengan kesepahaman bersama, lima isu krusial itu dapat segera diambil kesepakatan.

Pages