8 December 2019

Idrus Marham

Idrus Marham Pastikan Airlangga Jadi Calon Tunggal Ketum Golkar

Konfrontasi - Pelaksana Tugas Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham menyatakan, agenda munaslub dan rapimnas partainya yang digelar Senin, 18 Desember 2017, hanya akan mengukuhkan Airlangga Hartarto sebagai ketua umum.

Wacana mengenai adanya calon ketua umum lain, menurutnya, hanya dinamika politik biasa. "Saya punya keyakinan bahwa orang yang bisa baca realitas politik, orang yang bisa baca peta pemilih. Saya punya keyakinan tidak akan maju. Jadi ngapain kita pura-pura ramai. Sudah jelas ini barang dan arahannya sudah jelas," kata Idrus di DPP Partai Golkar, Jakarta, Minggu 17 Desember 2017.

Menurut Idrus, rapat pleno hari ini yang berlangsung singkat menandakan semua hal mengenai pemilihan Ketua Umum Golkar sudah usai, di mana suara mayoritas menyetujui Airlangga Hartarto.

"Seluruh skenario yang ada memperkuat aspirasi pemilih pemegang suara. Kalau sudah memperkuat aspirasi pemegang suara berarti proyeksinya tidak akan berubah lagi. Kalau sudah tidak berubah lagi, berarti peta politik tetap, statis, tidak lagi dinamis, tidak lagi cair," ujarnya menambahkan.

Idrus mengajak semua pengurus dan kader Partai Golkar mengikuti aturan yang telah disepakati bersama, dan tidak mengutamakan ego serta kepentingan kelompok tertentu.

"Mari kita kembangkan satu pola pendekatan organisasi dan politik, bahwa berpartai di Golkar adalah panggilan pengabdian untuk cita-cita. Nah, kalau mengabdi tidak harus jadi Ketua Umum, tidak harus jadi Sekjen, apapun posisi kita yang penting pengabdian."

Selamatkan Partai, Idrus Marham akan Temui Pimpinan DPD I Golkar

Konfrontasi - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar sudah menggelar pleno pada Selasa, 21 November 2017. Beberapa keputusan diambil dalam pleno tersebut yang salah satunya menetapkan Sekretaris Jenderal Idrus Marham sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Golkar.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan, Idrus akan mensosialisasikan hasil pleno pada para pimpinan DPD I Golkar. Selain sosialisasi, Idrus juga akan mendengarkan apirasi dari DPD I.

"Nanti akan menyampaikan apa yang menjadi keluhan atau usulan-usulan dari para Ketua DPD tingkat I. Dan saya kira apa yang menjadi usulan dari para ketua DPD I harus menjadi pertimbangan oleh DPP partai Golkar di dalam mengambil langkah-langkah politik ke depan," kata Ace di Jakarta, Sabtu, 25 November 2017.

Ace mengatakan, aspirasi yang disampaikan DPD I Golkar harus mendapat perhatian. Hal ini lantaran mewakili suasana batin konstituen Golkar di seluruh Indonesia.

"Oleh karena itu saya kira DPP partai Golkar harus mempertimbangkan dengan seksama usulan-usulan dari DPD tingkat I karena kita ketahui partai Golkar sangat mengutamakan semangat demokrasi," lanjut Ace.

Namun, keputusan pleno harus dipahami semua kader sebagai solusi terbaik untuk saat ini. Keputusan pleno harus diketahui dan diamalkan oleh seluruh komponen partai Golkar di semua tingkatan.

"Toh, hasil rapat pleno ini adalah hasil kompromi terbaik di antara berbagai macam kepentingan di partai Golkar," kata anggota Komisi II DPR tersebut.

Partai Golkar Akan Tetap Tunggu Praperadilan Setya Novanto

Konfrontasi - Plt Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, memastikan bawa keputusan yang telah diambil oleh partai sebelum Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka kasus e-KTP adalah keputusan lembaga dan tetap akan berlaku meski ada perubahan kepengurusan.

Menjelang Munaslub Golkar Coopetition: Idrus Marham versus Airlangga Hartato

Oleh: Denny JA

Pesan dari rapat pleno Golkar cukup jelas. Idrus Marham diangkat sebagai PLT ketum Golkar dalam durasi yang sangat singkat: sampai praperadilan yang kedua atau sampai munaslub. Jika munaslub tak terhindari, besar kemungkinan berlangsung di tengah Desember 2017.

Bagaimanakah wajah Golkar paska Munaslub? Siapakah pemimpin baru Golkar? Mampukah  Golkar terkonsolidasi cepat, sehingga melejit di Pilkada 2018 dan Pilpres/ Pileg 2019.

Idrus Marham Jabat Plt Ketua DPR, Namun Berharap Setnov Menangi Praperadilan

KONFRONTASI -  Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham menyatakan bahwa ia dan sebagian pengurus DPP Partai Golkar masih menyisakan harapan agar Setya Novanto bisa memenangkan praperadilan tersangka status tersangka yang disematkan KPK kepada Ketua Umum partai berlambang pohon beringin itu.

“Kita berharap praperadilan itu berhasil,” ucap Idrus usai terpilih sebagai Plt Ketum Golkar dalamnrapat pleno di Gedung DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Selasa (21/11) malam.

Idrus Marham: Kami Yakin Pak Novanto Juga Tahu Diri

KONFRONTASI-Setya Novanto hingga kini tak diketahui di mana keberadaannya.Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham pun meminta Ketua Umum partai beringin tersebut segera memenuhi panggilan yang telah dilayangkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP).

Dia mengaku, permintaan tersebut telah disampaikan langsung kepada pihak keluarga Ketua DPR tersebut saat bertemu hari ini.

"Ketika saya berkunjung ke rumahnya pak Novanto, saya katakan bahwa kami berharap pak Novanto agar betul-betul mau datang memenuhi panggilan KPK," kata Idrus kepasa wartawan di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Kamis (16/11).

Idrus menegaskan, Partai Golkar senantiasa menghormati proses hukum yang dilakukan KPK terhadap Ketua Umum mereka. Ia pun berharap kasus yang membelit Novanto itu segera selesai. Hal ini merupakan harapan seluruh kader Partai Golkar dari akar rumput.

"Harapan kita tentu ya Pak Novanto dalam waktu yang tidak terlalu lama ya datang memenuhi panggilan KPK," ucap Idrus. 

Dia menambahkan, Novanto akan segera mengambil sikap atas kejadian yang terjadi pada saat ini. Menurutnya, Novanto tahu diri dan memahami seluruh-proses yang terjadi saat ini.

"Kami punya keyakinan ini nanti Pak Novanto juga tahu diri," ujar dia.

Jadi Tersangka Lagi, Sekjen Golkar Pastikan Setnov Kooperatif

Konfrontasi - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto sebagai tersangka terkait kasus e-KTP pada Jumat, 10 November 2011.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham menyatakan, apa yang dialami oleh Setya Novanto adalah bagian dari perjuangan seorang politikus dalam perjalanan politiknya.

Idrus Akui Golkar Bergejolak Usai Setnov Tersangka Lagi

Konfrontasi - Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham mengatakan tidak ada kendala apapun di internal Golkar setelah Ketua Umum Setya Novanto kembali berstatus tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi proyek e-KTP. Idrus menuturkan seluruh kader solid.

Disinggung soal adanya gejolak di internal, Idrus mengamini hal tersebut meski diakuinya hal tersebut hanya sebagian kecil dari kader yang ada di Partai berlambang pohon Beringin itu.

Golkar Tidak Setuju KPK Dibekukan

KONFRONTASI-Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham menilai Pansus Angket KPK tidak ada maksud membekukan lembaga antirasuah itu. Dia menegaskan, partainya tidak setuju KPK dibekukan.

"Saya kira tidak boleh tiba-tiba membekukan. Ada temuan perlu klarifikasi biar Pansus bekerja dan jadi keputusan DPR. Kalau dibekukan, Golkar tidak dalam posisi menyetujui itu," kata Idrus di sela acara pendidikan kilat DPP Golkar di Hotel Sultan, Jakarta Selatan, Sabtu (9/9).

Doli Terancam Sanksi Partai Golkar, Salah Apa?

Konfrontasi - Sekjen Golkar Idrus Marham mengatakan Ahmad Doli Kurnia dan kawan-kawan terancam disanksi Golkar karena dinilai kelewat batas. Doli justru mempertanyakan letak kesalahannya.

Pages