21 April 2019

Idrus Marham

KPK Tetapkan Idrus Marham sebagai Tersangka Suap PLTU Riau-1

KONFRONTASI - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan mantan Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar sekaligus Menteri Sosial 17 Januari-24 Agustus 2018 Idrus Marham sebagai tersangka dalam ‎kasus dugaan suap pengurusan kesepakatan kontrak kerjasama proyek pembangunan PLTU Riau-1.‎

Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, pihaknya sudah mendengar adanya pemberitaan tentang pengakuan Idrus Marham di Istana Negara pada Jumat (24/8) pagi bahwa Idrus sudah ditetapkan sebagai tersangka dan memilih mengundurkan diri dari jabatan sebagai Menteri Sosial.

Idrus Marham, Romi dan Cak Imin Berurusan dengan KPK, Elektabilitas Jokowi Bisa Tergerus

KONFRONTASI-Pengunduran diri dari kabinet resmi dilakikan Idrus Marham. Bukan hanya dari jabatan Mensos, Idrus juga mundur dari Partai Golkar. Menurut pengakuannya, ia mundur lantaran ingin menjaga marwah partai yang membesarkannya itu. Terlebih, Golkar punya komitmen menjadi partai yang bersih.

“Agar tidak menjadi beban partai Golkar yang sedang berjuang menghadapi pemilu baik Pileg maupun Pilpres,” kata Idrus, di Istana Negara, Jumat (24/8/18).

Idrus mengaku menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan dari KPK. Hal itu terkait kasus suap PLTU Riau-1. Sebelumnya, Idrus juga beberapa kali memenuhi panggilan KPK. Dengan mundur dari Golkar dan Kabinet, Idrus berharap bisa fokus menghadapi proses hukum yang akan dijalaninya.

“Kemarin sudah pemberitahuan penyidikan, yang namanya penyidikan itu kan statusnya pasti tersangka. Tadi pagi saya lapor presiden langsung diberi waktu saya sampaikan sekaligus pengunduran diri sebagai bentuk pertanggungjawaban moral saya,” ucap Idrus.

Tentu saja, langkah gantleman politisi asal Sulawesi Selatan yang mengawali kariernya dari nol ini patut dihargai. Lepas dari segala cela yang memyertai dirinya, mantan Ketua Umum PB PMII yang pernah menjadi penggembala sapi dan marbot masjid ini, menyisakan pembelajaran: tentang etika politik dan perjuangan hidup seorang miskin yang melesat hingga menduduki jabatan menteri.

Ia lebih memilih mundur dan mengakui kesalahannya sebelum ditangkap. Mantan Sekjen Golkar ini merasa tidak layak tetap berada di kementerian dan partai beringin karena akan menjadi beban. Sikap ini amat berkebalikan dengan mantan Ketua DPR yang juga Ketua Umum Golkar terdahulu, Setya Novanto, yang justru berkelit dan merintangi KPK. Anggota DPR periode 1999-2004, 2004-2009 dan 2009-2014 ini pun berbeda dengan politisi lainnya yang kerap meminta perlindungan istana saat terjerat kasus hukum.

Selain Idrus Marham, politisi istana lainnya yang tengah berurusan dengan KPK adalah Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy. Di hari pengunduran Idrus, politisi yang akrab disapa Romy ini pun menjalani pemeriksaan di lembaga antirasuah. Ia diperiksa dalam kasus dugaan suap terkait usulan dana perimbangan keuangan daerah pada Rancangan APBN-Perubahan Tahun Anggaran 2018.

KPK juga sebelumnya pernah memanggil Romy pada tahun 2014 lalu. Politisi muda kelahiran Sleman ini diduga terlibat dalam kasus alih fungsi hutan Riau seluas 1.6 juta hektar. Romy pada waktu itu menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPR RI yang memiliki lingkup tugas di bidang pertanian, pangan, maritim, dan kehutanan.

Sementara itu disisi lain KPK telah menetapkan Gubernur Riau Annas Maamun dan Gulat Manurung sebagai tersangka kasus tersebut. Keduanya ditangkap Tim Satuan Tugas (Satgas) gabungan penyelidik dan penyidik KPK bersama tujuh pihak lain pada 25 September 2014. Dalam sebuah pemeriksaan KPK, Annas Maamun mengaku telah menjalin kominikasi dengan Komisi IV terkait alih fungsi hutan itu.

KPK juga tengah mempelajari kasus dugaan suap pengucuran Dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (DPPID) Kementerian Tenaga Kerja dan Tramigrasi pada 2011 atau yang dikenal dengan kasus ‘kardus durian’. Dalam kasus itu mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar alias Cak Imin juga disebut ikut kecipratan duit ‘kardus durian’.

Kasus ‘kardus durian’ ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK, pada 25 Agustus 2011 silam. Tim KPK, kala itu menangkap dua anak buah Cak Imin, yakni  Sekretaris Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Kawasan Transmigrasi, I Nyoman Suisnaya dan Kepala Bagian Perencanaan dan Evaluasi Program Kemenakertrans, Dadong Irbarelawan. Penyidik KPK juga menciduk Kuasa Direksi PT Alam Jaya Papua, Dharnawati yang baru saja mengantarkan uang Rp1,5 miliar ke kantor Kemenakertrans. Uang itu dibungkus menggunakan kardus durian.

Idrus Marham Juga Mundur dari Golkar

KONFRONTASI - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan pihaknya menerima surat pengunduran diri Idrus Marham dari Koordinator Bidang Kelembagaan.

Ia menjelaskan surat tertanggal 24 Agustus itu langsung diterima oleh dirinya sendiri.

Menurut Airlangga alasan Idrus mundur dari kepengurusan dikarenakan ada proses hukum yang harus dijalani. Airlangga juga mengapresiasi keputusan pengunduran diri Idrus. Ia menilai langkah tersebut menunjukkan adanya jiwa kesatria pada diri Idrus.

8 Jam Diperiksa KPK, Idrus Marham Dicecar 20 Pertanyaan Terkait PLTU Riau-1

KONFRONTASI-Menteri Sosial Idrus Marham mengaku dicecar 20 pertanyaan saat diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi, untuk kasus dugaan tindak pidana korupsi suap kesepakatan kerja sama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1.

Besok, Idrus Marham kembali Digarap KPK

KONFRONTASI - KPK kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham terkait kasus dugaan suap PLTU Riau-1. Idrus akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar.

"Besok direncanakan pemeriksaan terhadap saksi Idrus Marham, ini pemeriksaan yang kedua," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/7).

Idrus Marham Diperiksa KPK Terkait Kasus PLTU Riau-1

KONFRONTASI- Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini memeriksa Menteri Sosial Idrus Marham sebagai saksi dalam penyidikan kasus suap terkait kesepakatan kerja sama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1.

"Jadi hari ini sebenarnya saya juga ada undangan di DPR ya bersama beberapa menteri di Komisi IX, tapi karena saya juga dapat undangan dari KPK dan karena itu saya harus hormati dan saya harus penuhi undangan pada hari ini karena saya anggap penting karena itu saya hadir disini," kata Idrus saat tiba di gedung KPK Jakarta.

Idrus mengaku diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Wakil Ketua Komisi VII DPR RI dari fraksi Golkar Eni Maulani Saragih dan Johannes Budisutrisno Kotjo, yang pernah menjadi pemegang saham BlackGold Natural Resources Limited.

"Nanti materinya apa tentu saya belum bisa menyampaikan ke teman-teman semua. Saya percaya KPK itu tidak melakukan di luar aturan jadi pasti aturannya biasanya tiga hari sebelumnya sudah diterima," kata Idrus.

"Nanti ya, saya kira sudah ya, sudah ditunggu."

KPK Benarkan Gelar OTT di Rumah Dinas Idrus Marham

KONFRONTASI -   KPK menggelar operasi tangkap tangan terhadap anggota DPR RI di kediaman Menteri Sosial Idrus Marham.

Hal itupun dibenarkan Ketua KPK Agus Rahardjo saat dihubungi wartawan, Jumat (13/7).

"Ada kegiatan di Jakarta, tunggu konpers besok," ujarnya.

Pemerintah Bantu Korban Kapal Tenggelam

KONFRONTASI - Pemerintah memastikan seluruh keluarga korban tenggelamnya Kapal Motor Sinar Bangun di Sumatera Utara akan mendapat bantuan dan perhatian. Bantuan dari pemerintah itu segera dikirimkan dalam waktu dekat. 

Menteri Sosial Idrus Marham mengaku sudah berbicara langsung dengan Bupati Simalungun JR Saragih soal bantuan kepada korban KM Sinar Bangun. Rencananya, bantuan akan dikirimkan pada Senin, 9 Juli mendatang. 

Titik Soeharto Hengkang dari Golkar, Idrus Marham: Saya Nggak Percaya Itu

KONFRONTASI-Mantan Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham, tidak percaya bahwa Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto hengkang dari partai berlambang pohon beringin itu.
     

Jelang Pembacaan Tuntutan, Setnov Dijenguk Idrus Marham di PN Tipikor

KONFRONTASI - Menteri Sosial Idrus Marham memberikan dukungan kepada mantan Ketua DPR Setya Novanto yang akan menghadapi sidang pembacaan tuntutan di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta hari ini.

"Saya diajari sejak kecil dan juga diajari agama kalau ada saudara kita kena masalah ya kita harus datangi. Ini kan hari ini adalah tuntutan ya saya dateng. Ya saya kira itu saja," kata Idrus di ruang sidang pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis.

Pages