6 December 2019

Ical

Salahkan Ical dan Agung, Menteri Tedjo Bilang Konflik Golkar Bukan Salah Pemerintah

KONFRONTASI - Soal konflik dualisme kepengurusan di Partai Golkar, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Tedjo Edhy Purdijatno menegaskan bukan kesalahan pemerintah, melainkan dua elite partai yang berselisih yakni kubu Aburizal Bakrie (Ical) dan Agung Laksono.

Tedjo mengembalikan penyelesaian konflik pada internal Golkar sendiri. Bentuk penyelesaiannya bisa berupa islah, kemudian dikembalikan ke Mahkamah Partai Golkar, dan pelaksanaan Musyawarah Luar Biasa (Munaslub).

Jika Ical Bakrie Mundur, maka Islah Golkar Terwujud

KONFRONTASI- Golkar bisa ambyar. Pelaksana Tugas Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Papua versi kepemimpinan Agung Laksono, Victor Abraham Abaidata, mengatakan jalan islah akan istimewa apabila Aburizal Bakrie (ARB) bersedia mundur dari kursi ketua umum.

"Islah bukan gagasan baru, namun akan menjadi istimewa jika Pak ARB bersedia mundur dari jabatan 'ketua umum' meski hanya sementara," kata Victor Abraham Abaidata melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.

Ical Jangan Tiru Sikap Agung Laksono Cs

KONFRONTASI - Pengamat politik Sinergi Masyarakat Indonesia untuk Demokrasi (Sigma) Said Salahudin menyarankan Ketua Umum Partai Golkar hasil Musyawarah Nasional (Munas) Bali, Aburizal Bakrie (Ical) dkk sebaiknya tidak meniru sikap kubu Agung Laksono yang pernah menolak tawaran gagasan islah dari Akbar Tanjung dengan alasan Akbar lebih dekat dengan Ical.

Ini Kepentingan Wapres JK Islahkan Ical dan Agung

KONFRONTASI - Konflik Partai Golkar antara kubu Agung Laksono dan kubu Aburizal Bakrie (Ical) semakin meruncing,  Golkar pun terancam tidak bisa ikut pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak tahun 2015. Lantas apa kepentingan JK?

Pengamat politik dari Sinergi Masyarakat Indonesia untuk Demokrasi (Sigma) Said Salahuddin mengatakan upaya Wapres JK untuk mengislahkan dua kubu di internal Golkar merupakan langkah politik yang masuk akal.

Dia menduga kepentingan JK dalam mendamaikan konflik tersebut terkait dukungan Partai Golkar terhadap pemerintah.

Ical Mengalah, Penguasa dan Agung Laksono Sengaja Pelihara Konflik Golkar

KONFRONTASI - Pengamat politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun mengatakan, konflik Golkar ini faktornya ada dua. Pertama ada faktor internal, di mana ego politik antara Agung Laksono dengan Aburizal Bakrie/ARB (Ical) tidak menemukan titik temu.

"Di sisi lain dimanfaatkan oleh penguasa saat ini, rezim yang berkuasa, untuk melakukan intervensi yang terlihat soft, halus, melalui SK Menkumham itu," kata Ubedilah Sabtu (23/5/2015).

Ical dan Agung seperti Bocah Rebutan Odong Odong, Tommy Soeharto Kembali Berang

KONFRONTASI - Islah Partai Golkar masih jauh. Pasalnya, dua kubu yang tengah bersebrangan tidak ada yang mau melepas jabatan ketua umum. Aksi keras kepala Agung Laksono dan Aburizal Bakrie ini ternyata membuat geram pangeran Cendana, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto. Dengan nada nyinyir, ia menyebut polah keduanya seperti anak-anak yang merengek berebut ingin naik odong-odong.

"Kok masih pada pasang syarat minta jadi ketum segala. Lama kelamaan kalau diperhatikan seperti anak kecil yang minta naik odong odong," tulis Tommy dalam akun twitternya @HutomoMP_9 (Sabtu, 23/5).

Faisal Basri Tegaskan: Paloh, Ical, dan Luhut Tidak Boleh Ikut Masuk ke BUMD Migas

KONFRONTASI-Mantan ketua tim reformasi tata kelola migas Faisal Basri menegaskan, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di sektor migas tidak boleh diganggu gugat dalam mengerjakan proyek.

Dalam hal ini, seluruh proyek BUMD di dalam negeri tidak boleh dimasuki pihak swasta. "BUMD daerah tidak boleh ada swasta yang masuk dan akhirnya mengambil harapan kita," ujar Faisal Basri di The 39th Indonesia Petroleum Association (IPA) Convention and Exhibition, di JCC, Kamis (21/5/2015).

Ical dan Agung Laksono Berdosa Bila Golkar Batal Ikut Pilkada

KONFRONTASI - Politisi Golkar yang juga Wakil Ketua MPR Mahyudin mengingatkan resiko yang muncul jika Golkar benar-benar tidak mengikuti pilkada serentak 2015 yang dimulai 9 Desember mendatang. .

"Ya, itu resiko yang harus diterima oleh Golkar karena itu resiko politik dan yang rugi pun Golkar sendiri. Kalau sampai Golkar tidak ikut pilkada yang paling berdosa ya Ical sama Agung," ujarnya kepada wartawan saat ditemui di Gedung Juang 45, Menteng, Jakarta (Minggu, 19/4).

Tommy Mampu Redam Yorys. Ical Sowan Ke Cendana

KONFRONTASI- Keluarga Cendana mengakui melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Bali Aburizal Bakrie beberapa hari lalu.‎ Pertemuan itu juga diikuti oleh Putra Presiden RI ke-2 Hutomo Mandala Putra yang lebih dikenal dengan Tommy Soeharto.

Ical: Saya Ketua Umum Partai Golkar

KONFRONTASI - Ketua Umum Partai Golongan Karya versi Munas Bali, Aburizal Bakrie memberi dukungan kepada mantan Bupati Indramayu Irianto Syafiuddin alias Yance yang kini menjalani sidang di Pengadilan Negeri Bandung, Senin, 13 April 2015.

“Saya memberikan dukungan sebagai ketua umum terhadap Ketua DPD Golkar Jawa Barat,” ujar Ical seusai persidangan, Senin, 13 April 2015.

Menggunakan batik berwarna kuning, Ical datang lebih awal, sebelum rombongan kepresidenan datang mengantar Wakil Presiden Jusuf Kalla, yang menjadi saksi dalam persidangan Yance.

Pages