24 May 2019

Ibu Uun

Puisi Ibu Uun : Dua Tahun Silam

DUA TAHUN SILAM

Oleh : Ibu Uun

Ketika api kehidupan itu padam
Aku di sana
Saksikan hilangnya sinar dari bara bara asa.

Aku di sisimu
Waktu kau perlahan lahan melepas dunia.

Kau tahu kasih
Betapa hatiku pedih
Lukaku perih
Menggores lubuk hati terdalam
Tak tertahankan.

Takdir sudah datang
Perpisahan tak terelakkan
Kau pulang ke Sang Pencipta
Dan aku masih tak percaya.

Puisi-puisi Ibu Uun : Parade Sejuta Puisi Penyair Facebook (PSPPF)

puisiku bagai kupu-kupu.

terbang di angkasa luas
bermandi cahaya, walau tak lama
waktu yang singkat membuatnya giat
agar hidupnya penuh manfaat.

warnanya yang cantik
bikin banyak orang tertarik
dengan jaring dia menangkap, menyergap
lalu menyekap.
ya, puisiku terperangkap dalam jaring jaring halus
orang membantainya dengan hati hati
dan menempelkannya dalam pigura kaca
tapi tak bernyawa.

Puisi Ibu Uun : Tetesan Air Mata Nenek Tua

Tetesan Air Mata Nenek Tua

ketika kaki tak bisa melangkah ke baitullah
kubuka gorden jendela
aku pandangi langit tanpa bintang.

kerlap kerlip cahaya lampu yang berpendar
terangi jalan menuju masjidil haram di waktu malam.

air mataku tak hentinya menetes
aku tak bisa solat di dalamnya
berdoa di depan ka'bah yang kurindu
di karpet hijau tempat sujudku dulu.