25 August 2019

Hong Kong

210 Channel Youtube Dinonaktifkan Terkait Hoax

Konfrontasi - Raksasa teknologi Amerika Serikat, Google, mengumumkan layanan video streaming YouTube telah menonaktifkan 210 channel-nya pada Kamis (24/8/2019).

Dilansir dari Reuters, ratusan channel itu tampaknya terlibat dalam operasi pengaruh terkoordinasi soal protes Hong Kong.

Penutupan ini beberapa hari setelah Twitter dan Facebook berhasil membongkar kampanye hitam.

Operasi penyebaran hoax ini disebut berasal dari China, yang bertujuan untuk mendiskreditkan demonstrasi dan pengunjuk rasa di Hong Kong.

Hong Kong Bergolak, Sewa Tempat Tinggal Diprediksi Anjlok

KONFRONTASI-Sewa tempat tinggal Hong Kong diprediksi menurun karena protes anti-pemerintah terus berlanjut di kota. Menurut sebuah survei yang dilakukan oleh Royal Institute of Chartered Surveyors yang dirilis pada Kamis (22/8), para profesional real estate memperkirakan sewa di pulau utama Hong Kong akan jatuh dua persen pada tahun depan.

Hasil itu merupakan pembalikan dari perkiraan kenaikan tiga persen dalam survei sebelumnya yang diadakan tepat saat protes skala besar dimulai pada Juni.

Dua Polisi Hong Kong Ditangkap Gara-gara Pukuli Tersangka di Rumah Sakit

KONFRONTASI-Dua polisi Hong Kong ditangkap karena memukuli seorang pria yang menjadi tersangka dan baru saja ditangkap. Pemukulan yang terjadi di rumah sakit setempat itu terekam kamera yang videonya menjadi viral secara online.

Seperti dilansir AFP dan Channel News Asia, Rabu (21/8/2019), video yang terekam dari CCTV rumah sakit itu, menunjukkan dua polisi berseragam berulang kali memukuli seorang pria yang terbaring di ranjang rumah sakit.

Hong Kong Bergolak, Australia Ikut Bergerak

KONFRONTASI-Demonstrasi di Hong Kong ikut memancing reaksi dari warga China di negeri kanguru Australia. Bahkan, Polisi di Melbourne, Australia, sampai mengeluarkan peringatan pada Sabtu setelah terjadi bentrokan kecil antara pendukung dan penentang gerakan protes Hong Kong.

Bentrokan berlangsung selama demonstrasi, yang diikuti beberapa ratus orang dari komunitas China di Melbourne pada Jumat (16/8) malam.

‘Hong Kong: Without heroes or martyrs, Hong Kong’s protest movement faces its defining moment

Hong Kong protests: Chinese paramilitary units gather near Hong Kong border

Hong Kong Bergolak, Pasukan Paramiliter China Bergerak

KONFRONTASI-Citra satelit menunjukkan ada mobilisasi kendaraan angkut personel lapis baja dan kendaraan lainnya milik paramiliter Cina. Perlengkapan militer tersebut ditempatkan di gelanggang olahraga di Shenzhen, yang lokasinya berseberangan dengan Hong Kong.

Citra satelit itu dikumpulkan pada Senin (12/8) oleh Maxar, perusahaan teknologi ruang angkasa yang berkantor di Amerika Serikat (AS). Citra tersebut menunjukkan ada sekurangnya 500 unit kendaraan militer Cina terparkir di lapangan sepak bola di Shenzhen Bay Sports Center, yang menghadap ke Pelabuhan Hong Kong.

Media di Cina mengatakan, mobilisasi tersebut hanyalah bagian dari latihan militer yang sudah direncanakan sebelumnya. Sejumlah video yang diunggah di media sosial pada Senin pagi lalu menunjukkan kendaraan militer Cina berduyun-duyun masuk ke Shenzhen. Media milik Pemerintah Cina, Global Times, mengunggah kompilasi video yang memperlihatkan truk-truk militer konvoi berbaris di Shenzhen.

Video propaganda itu menunjukkan sejumlah pengangkut personel lapis baja, truk, dan kendaraan lain milik Angkatan Kepolisian Bersenjata Rakyat Cina ada di jalan-jalan Kota Shenzhen. Mereka adalah polisi paramiliter yang bertanggung jawab atas pengendalian kerusuhan dan kontraterorisme.

Dalam laporan Global Times pada 6 Agustus, ada 12 ribu petugas polisi, tank, helikopter, dan kendaraan amfibi yang berkumpul di Shenzhen. Mereka tampaknya sedang melakukan latihan operasi antihuru-hara.

Namun, sejumlah pihak menilai mobilisasi ini menunjukkan ada ancaman dari Cina daratan untuk meningkatkan penggunaan kekuatan terhadap unjuk rasa pro demokrasi di Hong Kong. Mobilisasi alat militer ini juga terjadi hanya beberapa saat setelah Pemerintah Cina mengatakan bahwa unjuk rasa di Hong Kong menunjukkkan tunas terorisme. Hong Kong diguncang unjuk rasa pro demokrasi sejak dua bulan terakhir.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengaku intelijen AS memberi tahunya bahwa Cina sedang memobilisasi angkatan bersenjata ke Hong Kong. "Intelijen kami telah memberi tahu saya Pemerintah Cina memindahkan pasukan ke perbatasan dengan Hong Kong. Semua orang harus tenang dan aman!" cicit Trump di Twitter.

Bandara Hong Kong kembali beroperasi. Masakapai penerbangan milik Hong Kong, Cathay Pacific Airways, mengatakan, unjuk rasa telah menghentikan 272 penerbangan dan berimbas terhadap 55 ribu penumpang. Perusahaan ini juga telah memecat dua pilot yang ikut berunjuk rasa.

China Tak Izinkan Dua Kapal AS Kunjungi Hong Kong

KONFRONTASI-China menolak kunjungan dua kapal Angkatan Laut Amerika Serikat ke Hong Kong dalam beberapa pekan mendatang, kata pejabat AS pada Selasa, saat krisis politik di bekas jajahan Inggris tersebut semakin parah.

Pejabat, yang meminta identitasnya dirahasiakan, menuturkan kapal transportasi Green Bay meminta izin untuk dapat mengunjungi Hong Kong akhir Agustus ini, sementara itu kapal penjelajah Lake Erie meminta izin masuk pada September.

China says Hong Kong protests 'near terrorism' as airport reopens

KONFRONTASI-China said Hong Kong’s protest movement had reached “near terrorism” on Wednesday, after a night of ugly clashes at the city’s airport where demonstrators set upon and detained two men they suspected of being government sympathizers.

Flights out of the financial hub resumed after two days of disruptions caused by unrest as thousands of protesters swarmed the terminal at one of the world’s busiest airports, forcing the cancellation of hundreds of departures.

China’s Hong Kong and Macau Affairs Office in Beijing called the behavior at the airport no different to terrorism and said it must be severely punished.

Ten weeks of increasingly violent clashes between police and protesters have plunged the city into its worst crisis since it reverted from British to Chinese rule in 1997.

pened yesterday,” read a banner held up by a group of a few dozen demonstrators in the airport arrivals hall.

“We were desperate and we made imperfect decisions. Please accept our apologies,” the banner said.

In chaotic scenes that would once have been unthinkable for Hong Kongers, a peaceful sit-in at the airport turned violent late on Tuesday as protesters confronted and held a man they believed was an undercover Chinese agent.

Busloads of riot police arrived in response, clashing with furious demonstrators before withdrawing once the man was removed and leaving the terminal briefly in control of activists who then detained a Chinese reporter for a short time.

Protesters, who occupied the airport for five days - disrupting flights on Monday and Tuesday - mostly withdrew by daybreak, with several groups issuing statements blending contrition for the chaos with defiance of the authorities.

It’s not clear whether the ugly scenes have eroded the broad support the movement has attracted in Hong Kong, while the city’s faltering economy has also taken a hit in recent months.

“We promise to reflect and to improve,” protesters said in one message distributed on social-media app Telegram.

“Sorry we were too reckless ... we are only afraid of losing your support to the whole movement due to our mistake, and that you give up on fighting.”

The unrest began in opposition to a now-suspended bill that would have allowed the extradition of suspects for trial in mainland China, but have swelled into wider calls for democracy.

The seizure by protesters of a reporter from China’s Global Times newspaper, a nationalistic tabloid run by the ruling Communist Party’s official People’s Daily, and their harassment of the man they believed to be a mainland agent drew China’s strongest language yet.

In addition to Beijing’s condemnation, the People’s Daily called for “using the sword of the law” to restore order, and mainland social media users lauded the detained reporter as a hero.

On Tuesday, U.S. President Donald Trump described the volatile situation as “tricky”, and said China’s government had moved troops near the border with Hong Kong.

“I think it will work out and I hope it works out, for liberty. I hope it works out for everybody, including China,” he told reporters during a visit to Morristown, New Jersey.

Chinese police have assembled in the neighboring city of Shenzhen for what appeared to be exercises, the Global Times reported this week.

China also denied a request for two U.S. Navy warships to visit Hong Kong in the coming weeks, U.S. officials said, as a prominent U.S. senator warned the territory could lose its special trade status if Beijing intervenes.

Presiden Trump: Awas, Cina Kerahkan Pasukan Militer ke Hong Kong

KONFRONTASI -  Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menduga Cina sedang memobilisasi angkatan bersenjata ke Hong Kong. Hal tersebut menyusul aksi unjuk rasa yang masih berlanjut sejak awal Juni hingga

"Intelijen kami telah memberi tahu saya Pemerintah Cina memindahkan pasukan ke Perbatasan dengan Hong Kong. Semua orang harus tenang dan aman!" ujar Trump melalui akun resmi Twitter-nya, Selasa waktu setempat (13/8).

Pages