8 December 2019

Hoax

Polisi Tangkap Kreator Video Hoax Yel-yel TNI 'Macan Jadi Kucing'

Konfrontasi - Andika (34), warga Gandul, Cinere, Depok, Jawa Barat, ditangkap polisi lantaran mengedit video yang memuat gambar prajurit TNI sedang melakukan yel-yel. Andika mengganti suara asli yel-yel prajurit TNI dengan suara yel-yel suporter sepak bola dengan kata-kata 'macannya jadi kucing'.

Nah Lho, Penyebar Hoaks Suporter Bola Ricuh Bakal Dipanggil Polisi

KONFRONTASI-Aparat Kepolisian Resor Kudus, Jawa Tengah, segera memanggil penyebar video maupun gambar yang diduga hoaks terkait dengan keributan antarsuporter dalam laga Piala Soeratin U-17 antara Persiku Junior dan Persijap Junior di Stadion Wergu Kudus karena meresahkan masyarakat.

"Kami akan memanggil pelaku-pelaku penyebaran informasi bohong itu. Pelaku penyebaran juga bisa diproses secara hukum," kata Kapolres Kudus AKBP Saptono di Kudus, Rabu.

Undangan Pesta Gay di Serpong Hoaks

KONFRONTASI-Undangan pesta sex gay Private Party, Barbaque Man Party yang meresahkan warga di Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten ternyata hoaks.

Hal ini diungkapkan langsung Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan. Saat kabar itu beredar pun, pihak kepolisian dari Polres Tangsel langsung melakukan pengecekan lapangan. Tapi hasilnya nihil, tidak ada. (Baca juga: Warga Tangsel Resah, Beredar Undangan Pesta Sex Gay di Serpong)

Dari Rasiame, Hoax, Asing Hingga Isis Di Papua

Oleh: Agustinus R Kambuaya

 

Kemenkominfo: Lebih Dari 300 Ribu Hoax Perkeruh Konflik Papua

Konfrontasi - Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat lebih dari 300.000 tautan atau Uniform Resource Locator (URL) hoaks terkait kerusuhan di Papua. Ini dimanfaatkan salah satu pihak untuk memperkeruh suasana.

Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Ferdinandus Setu mengatakan bahwa ratusan ribu URL itu telah diblokir pemerintah agar tidak sampai ke masyarakat Papua.

Hoax Masih Masif, Pemerintah Masih Akan Blokir Internet di Papua

Konfrontasi - Pemblokiran data internet yang dilakukan pemerintah lewat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) di Papua dan Papua Barat masih akan terus berlanjut. 

Pemblokiran layanan data internet tersebut akan berlangsung sampai situasi dan kondisi Tanah Papua benar-benar normal.

BMKG: Hoax Akumulasi Energi Patahan Sunda Hampir Kritis

Konfrontasi - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) angkat bicara terkait dengan berkembangnya berita yang viral di media sosial mengenai akan terjadi gempa besar berkekuatan magnitudo 9,0 pasca terjadinya gempa Banten magnitudo 6,9 pada Jumat malam, 2 Agustus 2019.

Informasi tersebut beredar dari grup geologi Institut Teknologi Bandung (ITB), mengenai akumulasi energi patahan Sunda yang hampir kritis pasca gempa Banten tersebut.

Kata BMKG, Isu Viral Akan Terjadi Gempa Megathrust M 9,0 Hoax

KONFRONTASI -  Usai gempa magnitudo (M) 6,9 mengguncang Banten Jumat (2/8) kemarin, beredar pesan viral akan terjadi gempa Megathrust berkekuatan M 9. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan pesan viral itu tidak benar.

Berikut adalah kabar hoax yang beredar:
Dari Group Geologi ITB :

Alasan Ratna Sarumpaet Ajukan Bsnding atas Kasus Hoax

KONFRONTASI- Terdakwa kasus hoax Ratna Sarumpaet mengajukan permohonan banding ke Pengadilan Tinggi terhadap putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 11 Juli 2019, Nomor: 203. Pid.Sus/2019/Pn.Jkt.Sel. 

"Sudah selesai kami ajukan banding," kata Kuasa Hukum Ratna Sarumpaet, Insank Nasruddin, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu, 17 Juli 2019. 

Ratna Sarumpaet: Saya Disebut Ratu Pembohong

KONFRONTASI-Terdakwa kasus berita berita bohong atau hoax, Ratna Sarumpaet meyakini dirinya tak melakukan tindak pidana informasi bohong. Ratna menegaskan ia tak ada maksud membuat keonaran di masyarakat.

"Saya tekankan kembali bahwa tidak ada maksud saya membuat keonaran atau kekacauan di kalangan masyarakat. Apalagi bermaksud untuk menimbulkan rasa permusuhan di kalangan rakyat, individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA," kata Ratna di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa 18 Juni 2019.

Pages