24 November 2017

hariman siregar

Aktivis Tulen Itu Bernama Hariman Siregar

Hanya ada satu aktifis tulen. Dia adalah Hariman Siregar. Seorang tokoh yang konsisten, kadang galak, tajam, tapi dihormati. Saya kira dia orang hebat.

Hariman Siregar anak ke empat dari tujuh bersaudara. Lahir di Padang Sidempuan, tanggal 01 Mei 1950. Jadi, usianya sudah 67 tahun sekarang. Sudah 10 tahun, saya ngga liat dia. Ternyata masih begitu-begitu aja. Ngga berubah. Rambutnya masih hitam. Awet muda. Pikirannya masih tajam. Ramah. Saya nyaman dekat-dekat dengan dia.

Surat terbuka dr. Hariman Siregar: “Kejinya Pemerintah, Tega Membodohi Rakyat Demi Menangkan Jagoan Istana

KONFRONTASI-Tokoh dan Aktivis Malari DR.Hariman Siregar kecewa dengan pemerintah saat ini yang sudah tidak netral dalam menjalankan roda pemerintahan dengan sistem demokrasi. Kekecewaan tersebut dituangkan dalam surat terbuka yang ditulis langsung oleh Hariman Siregar, berikut isi surat tersebut : “Tulisan ini saya buat dengan sepenuh kekecewaan.

Keji, Pemerintah Tega Bodohi Rakyat Demi Menangkan Jagoan Istana

Oleh: Hariman Siregar

Tulisan ini saya buat dengan sepenuh kekecewaan. Tidak sampai nalar saya menyikapi manuver-manuver politik dalam Pilkada DKI Jakarta, yang kian lama kian kental nuansa main kayunya.

Kekuasaan ambrol, bukan lagi untuk memperkuat yang benar, melainkan mati-matian membela jagoannya. Demi kemenangan jagoan versi istana, bahkan melacurkan kebenaran, menginjak moralitas politik pun dilakukan. *Sungguh tragis*

Kita Butuh Civic Nasionalism guna Mengatasi Populisme

KONFRONTASI- Indonesian Democracy Monitor (InDemo) menggelar kegiatan dengan Tajuk “Menyikapi Perubahan, Kebangkitan Populisme”.

Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka memperingati 43 Tahun Peristiwa 15 Januari 1974 (Malari) dan merayakan ulang tahun Indemo yang ke 17 tahun serta Peluncuran Media Online Nusantara.news.

Acara tersebut digelar di Mawar Conference Room, Lt. 2, Gedung Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto Jakarta Selatan, Minggu (15/1/2017).

Hariman Siregar: Pemimpin Populis yang Sekedar Pencitraan Sudah Tak Dipercaya

KONFRONTASI- Mantan Ketua Umum Dewan Mahasiswa UI yang juga Direktur Indonesia Democracy Monitor (Indemo) yang juga aktivis Malari, Hariman Siregar, menyebutkan, sejak reformasi tahun 1999 Indonesia telah mengalami empat kali pemilihan presiden yang berjalan aman. Menurutnya, pengalaman demokrasi tersebut seharusnya bisa menjadikan Indonesia sebagai negara yang matang. Namun, kondisi kaburnya kepercayaan terhadap suatu rezim justru membuat masyarakat berpikir tidak rasional dan mengenyampingkan demokrasi.

17 Tahun InDemo & 43 Tahun Peristiwa 15 Januari 1974

KONFRONTASI - Indonesian Democracy Monitor mengundang Bapak, Ibu, Saudara/i menghadiri 17 Tahun InDemo & 43 Tahun Peristiwa 15 Januari 1974 & Peluncuran Media Online Nusantara.news:

Hari/tanggal    : Minggu, 15 Januari 2017
Waktu    : 09.00-15.00
Tempat    : Mawar Conference Room, Lt. 2, Gedung Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto Jakarta Selatan.

Tema:
Menyikapi Perubahan, Kebangkitan Populisme

Keynotespeaker: dr. Hariman Siregar
Menyikapi Kebangkitan Gerakan Populisme & Gelombang Perubahan Dunia

Hariman Siregar dalam Refleksi Malam Tahun Baru 2017: Rakyat Lebih Penting dan Berarti Ketimbang Akumulasi Modal. Ingatkan soal Efek Trump

KONFRONTASI- Tokoh Malari Hariman Siregar menyatakan dalam refleksi Malam Tahun Baru di Tebet Jakarta Selatan jelang 1 Januari 2017, bahwa pemerintahan Jokowi harus menyadari  betapa berarti dan pentingnya rakyat  dalam pembangunan sosial-ekonomi di tengah ketidakpastian global akibat kemenangan Donald Trump sebagai Presiden AS.

Diskusi INDEMO Hariman Siregar: Ada Peranan Peng-Peng di Balik Pencopotan Rizal Ramli

KONFRONTASI- Ekonom senior, Rizal Ramli Rabu kemarin (24/8) mengunjungi markas aktivis, Indemo di Jalan Lautze No 52, Jakarta Pusat. Mayoritas para aktivis itu dari angkatan 1974, 1980 dan 1990an. Kedatangan Rizal disambut aktivis senior, Hariman Siregar dan puluhan aktivis pergerakan lainnya.
Sekedar bersilaturahmi dan nostalagia, kata Rizal yang lantas membahas kondisi terkini Indonesia.

Rizal Ramli dan Hariman Siregar Dikejar Penodong di Dapur Neraka New York: Kisah Nyata

KONFRONTASI-  Ini kisah nyata dua aktivis gerakan mahasiswa Indonesia. Pertengahan 1980-an, ketika Rizal Ramli sekolah di Boston, Tokoh gerakan mahasiswa  1974 Hariman Siregar datang berkunjung. 

"Dia mengajak saya melancong. Jalan-jalan ke New York dan Washington," kenang Rizal yang kini menjabat Menko Maritim dan Sumber Daya.

Hariman memilih naik kereta malam dari Boston agar tiba di New York pukul 03.00 pagi. 

Hariman Siregar Berpesan kepada Jokowi agar Beri Tempat pada Ekonomi Rakyat

KONFRONTASI- Tokoh Malari 1974 yang menjadi legenda gerakan mahasiswa di Indonesia yakni dr Hariman Siregar, menyampaikan pandangan  terbuka kepada pemerintahan Jokowi-JK  agar  memberi tempat pada ekonomi  rakyat , menggerakkan ekonomi dalam negeri tanpa harus menambah utang luar negeri. Juga perlunya Jokowi memperkuat industriliasasi domestik  dan infrastruktur di daerah-daerah untuk mencegah urbanisasi ke Jakarta.

Pages