20 March 2019

hariman siregar

Hariman Siregar: Jokowi Dipastikan Tumbang Pada 2019

Dari redaksi: Ingatlah pesan ini, elinglah, tak usah emosi, dan disampaikan dr Hariman Siregar tahun lalu.

KONFRONTASI- Tokoh Malari 1974, dr Hariman Siregar, memastikan jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan tumbang (lengser)  pada pemilu 2019 mendatang. Untuk itu, dia meminta tidak lagi perlu membicarakan apapun terkait Jokowi.

Didampingi Hariman Siregar, Ratusan Tokoh Senior dan Jenderal TNI (Purn) Gaungkan Kembali ke UUD 45 yang Asli

KONFRONTASI- Hampir enam ratusan tokoh masyarakat terdiri dari para Purnawirawan Perwira Tinggi TNI-Polri, cendekiawan, aktivis organisasi kemasyarakatan dan mahasiswa, bertemu Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, di Gedung Nusantara IV, Senayan, Jakarta, MPR RI, Rabu (6/2/2019).

Para tokoh yang tergabung dalam Gerakan Kebangkitan Indonesia (GKI) itu diterima langsung oleh Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan.

Hariman Siregar: Ada yang Main Kasar di Pilpres 2019

KONFRONTASI-Tidak akan terjadi perpecahan, bila pemilihan umum 2019 ini berjalan lancar dan tanpa ada kecurangan. Begitu kata aktivis senior Hariman Siregar usai menyampaikan aspirasi kepada MPR.

Menurut dia, perpecahan itu akan terjadi apabila salah satu kandidat yang maju di Pilpres 2019 ini melakukan kecurangan, main kasar dan menghalalkan segala cara demi kepentingan kekuasannya.

Hariman mengaku tidak melihat potensi perpecahan itu saat ini.

"Enggak ada, kalau enggak curang," ujar Hariman di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (6/2).

Hariman Siregar: Amandemen UUD 45 Harus Ditinjau Ulang

KONFRONTASI--Aktivis Malari, Hariman Siregar menegaskan perlunya amandemen UUD 1945 ditinjau ulang. 

Hal ini disampaikan Hariman, merujuk pada kondisi perjalanan bangsa Indonesia yang jauh dari cita-cita awal.

“Tinjau ulang karena banyak sekali yang musti dikaji akibat (saat amandemen) terburu-dulu. Secara teknis kekurangan, subtansi berlebihan,” kata Hariman di Gedung Nusantara IV DPR/MPR RI, Jakarta, Rabu (6/2/2019).

Rahman Tolleng, Pendiri Golkar yang Melawan Soeharto

KONFRONTASI- Rahman Tolleng masih sering geli setiap kali menuturkan kejadian ‘lucu’ saat dia diperiksa tentara pada awal 1974 itu. Saat itu Rahman bersama sejumlah aktivis mahasiswa dan orang-orang yang dianggap dekat dengan Partai Sosialis Indonesia (PSI), seperti Soebadio Sastrosatomo, Moerdianto, dan Sarbini Sumawinata, ditangkap dan dijebloskan ke Rumah Tahanan Militer (RTM) Boedi Oetomo.

Belajar dari Hariman Siregar: Ini Surat Terbuka untuk Gerakan Mahasiswa Indonesia

OLEH: RICKY TAMBA, S.E.
Jurubicara Jaringan '98

1 Mei 1950 dia akan genap berusia 69 tahun, sebuah angka penanda kematangan jiwa dan pemikiran bagi seorang manusia. Beberapa hari lalu saya kembali melihatnya berpidato, macan podium yang tak pernah surut keberanian dan heroisme kerakyatannya. Tokoh langka di negeri ini, senang menyepi dari panggung kekuasaan buruan para elite politik mainstream. Dokter Hariman Siregar namanya, Abang panggilan kesayangannya. 

Hariman Siregar: Pemilu 2019 awal Momen Perubahan. Kesenjangan makin Meresahkan dan Kemiskinan Melilit

KONFRONTASI- Tokoh Malari dan Mantan Ketua Umum Dewan Mahasiswa UI dr. Hariman Siregar mengatakan, bahwa persoalan jurang kaya miskin, kesenjangan tetap meresahkan seperti 45 tahun silam, dan peringatan Malari 1974 bukan hanya acara seremonial untuk mengenang kisah heroik anak-anak muda dan mahasiswa pada tahun 1974.  menurutnya, Pemilu 2019 awal momen Perubaha di tengah kesenjangan yang makin  meresahkan dan kemiskinan yang melilit

Hariman Siregar: Pilpres 2019 Fase Terberat yang Menguji Demokrasi Indonesia

KONFRONTASI- Tokoh Gerakan Mahasiswa 15 Januari (Malari) 1974, Hariman Siregar menegaskan, Indonesia membutuhkan pemimpin yang memahami hakikat demokrasi. Tak hanya demokrasi prosedural, tetapi hakikat demokrasi, yakni  memihak kepentingan rakyat dengan mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat  melalui pemerataan pembangunan.

Hariman Siregar : Jalan Menuju Malari 1974

Tak lama setelah terpilih sebagai Ketua Dewan Mahasiswa UI, Hariman Siregar pun dilantik oleh pihak Rektorat UI. Saat itu, ia masih tercatat sebagai anggota Golkar.  Menjelang pelantikan, ia pun segera mengundurkan diri dari keanggotaan Golkar.[1] “Saya dipilih oleh mahasiswa, bukan oleh Golkar,” tegas Hariman.

Hariman Siregar dan Peristiwa Malari

Hari sudah memasuki malam, sirine ambulans 118 terus meraung bolak-balik dari berbagai lokasi ke Rumah Sakit Ciptomangunkusumo (RSCM). Suara tembakan masih terdengar sampai pukul 20.00, terutama di sekitar Salemba dan Senen. Jam malam sesungguhnya sudah diumumkan berlaku sejak pukul 18.00 hingga pukul 6.00 pagi.[1] Tapi, massa masih memadati jalan sepanjang Matraman, Salemba, dan Kramat Raya.

Pages