24 February 2020

Haji

Hajj Journey: Memaknai Perjalanan Haji (Bag. 1)

Oleh: Imam Shamsi Ali* 

Dengan kesiapan perbekalan yang matang itu jamaah haji memulai perjalanan jauh itu. Hal pertama yang akan dilakukan adalah memulai dengan “niat suci” di tempat yang telah ditentukan. 

Ihram di miqat bagaikan ketika terjadi “Aqad ubudiyah” antara Tuhan dan hambaNya. Di saat manusia masih dalam proses eksistensinya, seorang hamba mengambil janji itu: 

Tuhan: “alastu biRabbikum” (Bukankah Aku Tuhan/sembahanmu)? 

Hamba: “Balaa Syahidna” (Benar, Kami memberikan kesaksian kami”. 

Hajj Journey: Miniatur Perjalanan Hidup Manusia

Oleh: Imam Shamsi Ali* 

Setelah seluruh rangkaian ritual haji Selesai dilaksanakan, jamaah dengan sendirinya resmi menjadi haji/hajjah. Gelar ini menjadi popular khususnya di negeri tercinta. 

Kita menyebutkan di sesi awal catatan ringan ini bahwa haji, Selain bersifat konklusif (menyimpulkan), inklusif (merangkul), juga integratif (mengikat) semua aspek ajaran Islam. Pada haji ada aspek akidah, aspek ibadah, dan tentunya ada aspek penting dari Muamalat dan hubungan Internasional manusia. 

Hajj Journey: Mabit di Mina

Oleh: Imam Shamsi Ali* 

Setelah melempar Jumrah Aqabah pada tanggal 10 Zulhijjah jamaah pada umumnya langsung ke Mekah untuk melakukan Tawaf dan Sa’i. Tawaf ini adalah Tawaf haji yang dikenal dengan Tawaf Ifadhoh. 

Setelah Tawaf dan Sa’i haji, jamaah secara otomatis memasuki situasi Tahallul Tsani. Artinya tidak ada lagi larangan Ihram yang berlaku. Sang haji telah halal (bebas) dari larangan-larangan Ihram. 

Hajj Journey: Bermalam di Muzdalifah

Oleh: Imam Shamsi Ali* 

Dari Arafah jamaah haji akan bergerak ke Muzdalifah, sebuah lembah terbuka di antara perbukitan. Lokasi yang sesungguhnya tidak jauh dari Arafah. Persisnya terletak di antara Mina dan Arafah. Hanya kemacetan saja yang menjadikan perjalanan itu biasa berjam-jam. 

Muzdalifah dalam Al-Quran lebih dikenal dengan kata ”al-masy’aril haram”. Allah memerintahkan: ”dan ingatlah Allah di Masy’aril haram itu”. Lalu Rasul mengatakan bahwa Muzdalifah semuanya adalah Masy’aril Haram. 

Hajj Journey: Wukuf di Arafah

Oleh: Imam Shamsi Ali* 

Dalam sebuah haditsnya Rasulullah SAW pernah menekankan seolah semua intisari pelaksanaan haji itu ada pada wukuf di Arafah. Beliau nampaknya ingin menggambarkan urgensi mendasar dari rukun haji ini. Bahwasanya wukuf itu menyimpulkan semua amalan haji. 

Sabda beliau: ”Al-hajju Arafah” (haji itu adalah Arafah. 

Wukuf itu berasal dari kata ”waqafa-yaqifu-waqfun wa wuquufun”. Yang berarti berdiri atau berhenti. 

Hajj Journey: Mengenal Rukun dan Tata Cara Haji (Bag. 3)

Oleh: Imam Shamsi Ali* 

Setelah melakukan Tawaf secara sempurna, jika itu Tawaf haji atau umrah, maka sudah pasti akan diikuti oleh rukun haji selanjutnya. Yaitu melakukan Sa’i antara sofà dan Marwa. 

Sa’i berasal dari kata “sa’aa-yas’aa-sa’yun” yang bermakna usaha keras. Kata ini sangat erat relevansinya dengan sejarah Ibunda nabi Ismail AS, Hajar, untuk menemukan air demi menyelamatkan hidupnya dan anaknya ketika itu. 

Menjadikan Ibadah Haji sebagai Jihad untuk Melawan Hawa Nafsu

KONFRONTASI - Semangat berhaji masyarakat muslim dari tahun ke tahun semakin tinggi baik di seluruh dunia maupun Indonesia. Itu terlihat dari meningkatnya daftar tunggu jamaah haji Indonesia setiap tahunnya. Menunaikan rukun Islam ke lima ini adalah menyempurnakan ibadah lainnya semata karena Allah SWT.

8 Tahun Menabung, Ibu Penjual Lontong Ini Akhirnya Berhaji. Subhanallah!

KONFRONTASI-Ummi Kalsum Nasution binti Sulaiman Nasution (67), calon haji asal Kota Tanjung Balai, Provinsi Sumatera Utara harus bersabar menunggu hampir delapan tahun lamanya untuk bisa menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekkah, Arab Saudi.

"Saya juga rajin menabung dari hasil jualan lontong agar bisa berangkat ke Tanah Suci," kata Ummi Kalsum, di Asrama Haji Medan, Rabu.

Haji adalah Jihad Menuju kehidupan Yang Lebih Baik

KONFRONTASI - Ritual haji merupakan demonstrasi simbolis dari semua aspek kehidupan. Selama mengikuti ibadah atau manasik haji baik rukun, wajib maupun sunat, seorang jamaah akan merasakan spirit kehidupan yang mencakup penciptaan, sejarah, tauhid, aqidah islam dan ukhuwah atau persaudaraan.

“ Siapapun yang menghayati ritual ibadah haji, maka ia akan menemukan hakikat penciptaan. Kita terlahir dalam keadaan suci dan (harus) kembali dalam keadaan suci,” ujar Tokoh Muda NU, KH. Maman Imanulhaq di Jakarta, Rabu (31/7/2019).

Hajj Journey: Mengenal Rukun dan Tata Cara Haji (Bag. 2)

Oleh: Imam Shamsi Ali* 

Disebutkan terdahulu bahwa Ihram menjadi salah satu rukun dari haji. Terkadang orang salah memahami jika ihram itu adalah memakai dua potong kain tak berjahit. Padahal kain itu hanya kelengkapan dari Ihram. 

Ihram itu ditentukan oleh niatnya. Karenanya jangan tertipu dengan pakaian. Lalu setelah itu lupa yang mendasar dari ihram. Yaitu melafazkan niat ibadah, baik umrah maupun haji. 

Thawaf 

Pages