22 January 2017

Gus Dur

Mahfud MD: Separuh Hidup Gus Dur Dikorbankan untuk Keutuhan Indonesia

JAKARTA-Sejumlah tokoh nasional yang dikenal dekat dengan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menggelar saresehan untuk mengenang tujuh tahun wafatnya presiden keempat RI tersebut.

Ahok Dianggap Berwatak Fasis, Tak Pantas Bawa-bawa Nama Gus Dur

KONFRONTASI-Tidak sedikit anggota masyarakat, juga kalangan pengamat dari luar, yang memberikan cap kepada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai simbol kebhinnekaan dan toleransi.Para analis dan aktivis menilai Ahok  melayani pengembang, berwatak Fasis, Penggusur Bengis dan Anti-Rakyat. ''Dia tak cocok jadi gubernur DKI yang butuh pemimpin humanis,'' kata sejarawan JJ Rizal.

Rizal Ramli Kritik Ahok: Gus Dur Itu Pembela Minoritas yang Tertindas, Bukan Minoritas Penindas

KONFRONTASI- Rizal Ramli menyindir Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang membawa-bawa nama Gus Dur saat melakukan pembelaan diri dalam kasus dugaan penistaan agama. Rizal menilai, dalam kasus itu, Ahok telah menciderai nilai-nilai toleransi yang selama ini diajarkan mendiang almarhum Gus Dur.

Sosok Gus Dur di Mata Rizal Ramli

KONFRONTASI-Peringatan haul K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ke-7 dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Ciganjur, Jakarta, Jumat (23/12/2016) malam. Acara tersebut dihadiri ribuan orang yang sangat bersimpati pada Gus Dur termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Berbicara tentang Gus Dur, sosok Rizal Ramli adalah satu yang dekat dengan Presiden RI ke-4 tersebut semasa hidupnya. Perannya di kabinet era Presiden Gus Dur jadi penanda. Dalam pandangan Rizal Ramli, Gus Dur merupakan sosok yang luar biasa perhatiannya pada masyarakat-masyarakat minoritas.

Ahok Catut nama Gus Dur? Ansor Mau Buat Perhitungan Tindakan

KONFRONTASI- Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sempat membicarakan soal Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dalam nota pembelaannya, Selasa (13/12/2016).

Namun Ahok dinilai tidak perlu membawa-bawa di persidangan kasus penistaan agama.

“Jika pencatutan nama Gus Dur untuk menurunkan kebesaran nama beliau di muka rakyat Indonesia, maka Ansor tidak segan-segan akan menindaknya,” Sekretaris PW Ansor Jatim, Ahmad Tamim, Kamis (15/12).

Cita-cita Gus Dur Dirusak Ahok

GUBERNUR DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dinilai telah merusak cita-cita mantan Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur) dalam tatanan demokrasi di Indonesia.

Hal itu terkait pernyataan Ahok soal Alquran surat Al Maidah 51.

Ahok secara terang benderang menghancurkan perjuangan Gus Dur yang ingin menghilangkan sekat-sekat terkait SARA di tanah air khususnya di ibukota Jakarta.

Perjuangan Gus Dur Dirusak Seorang Ahok

KONFRONTASI-Sikap yang ditunjukan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok selama ini sedikit demi sedikit merusak kehidupan berdemokrasi. Bahkan, Ahok dipandang telah merusak apa yang dibangun Gus Dur untuk menghilangkan perbedaan yang dapat menimbulkan konflik horizontal. Demikian diungkapkan Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi.

Aktivis 98 Tak Sudi Keringat Perjuangan Gus Dur Dinodai Ahok

KONFRONTASI - Aktivis'98 Prasojo menjelaskan kebebasan berpolitik di Indonesia sangat jelas tercantum dalam UUD 1945. Kebebasan yang diberikan konstitusi tersebut bahkan ‎tanpa memandang suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA).

Hanya ada satu syarat yang diperlukan rakyat dalam berpolitik, yaitu berstatus asli warga negara Indonesia.

Implementasi kebebasan berpolitik bagi seluruh warga negara Indonesia terwujud nyata saat Indonesia dipimpin oleh Presiden Abdurrahman Wahid atau sering disapa Gus Dur.

Golkar Usung Soeharto, PKB Usulkan Gus Dur sebagai Pahlawan Nasional

KONFRONTASI - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengusulkan mantan Presiden Abdurrahman Wahid ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. PKB juga mendukung usulan Partai Golkar agar mantan Presiden Soeharto ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.

Anggota DPR dari PKB Lukman Edy menjelaskan bila Golkar mengusulkan Soeharto, pihaknya juga mengusulkan mantan Presiden Abdurrahman Wahid.

Atas Persetujuan Gus Dur, Rizal Ramli Pecat Kuntoro Yang Gemar Menjual Aset Negara

KONFRONTASI - Presiden Joko Widodo masih belum memutuskan apakah kilang gas di Blok Abadi Masela akan dibangun di tengah laut seperti yang diinginkan kelompok Menteri ESDM Sudirman Said atau di daratan seperti yang disampaikan Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli.

Namun dari pernyataan-pernyataan yang disampaikan Jokowi, terlihat keinginannya agar kilang tersebut dibangun di darat karena lebih memberikan manfaat kepada masyarakat. Terakhir sikap Jokowi itu diperlihatkan saat berbicara di acara Kementerian ESDM, Senin (29/2).

Pages