29 March 2017

Gus Dur

Gus Dur Mewariskan Rizal Ramli, Mahfud MD, Adhie Massardi PKB Mesti Banting Stir

KONFRONTASI- SAKING miskin figur dan butuh mendongkrak pencitraan PKB waktu itu sempat diplesetkan sebagai Partai Ksatria Bergitar. 
Dalam momentum menjelang Pilpres 2014 itu PKB mengusung Rhoma Irama, yang oleh publik Raja Dangdut itu kemudian dianggap merasa dikecewakan karena tidak benar-benar diusung oleh PKB untuk dijadikan calon presiden. 
Rhoma Irama akhirnya bikin partai sendiri, Partai Idaman.
Banyak kalangan mengatakan marwah Gus Dur di PKB sekarang sudah tidak ada. ‘’Rohnya’’ sudah tidak ada.

Tim Ekonomi, Iklan dan Presiden yang Kecewa

“Gus Dur mau menyerahkan cap Garuda Indonesia kepada siapa? Saya atau Widjojo? Kalau mau diserahkan kepada orang lain, silakan. Tapi saya mundur dari jabatan Menko Perekonomian,” kata Rizal Ramli dengan nada datar, tapi tegas. 

Ternyata, Gus Dur yang jadikan Banten Provinsi, Bukan Megawati Soekarnoputri

KONFRONTASI- Ternyata, Gus Dur yang jadikan Banten Provinsi, Bukan Megawati. Itulah faktanya. .

Salah satu pernyataan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, saat jadi juru kampanye nasional pasangan Rano Karno-Embay Mulya Syarief di Sunbrust, Tangsel, pada Sabtu kemarin (4/2) menjadi perbincangan di media sosial, Twitter.

Para netizen mengkritik klaim Presiden ke-5 tersebut yang diberitakan media, bahwa dia yang menandatangani pembentukan Provinsi Banten.

Ahok dan Gusdurian Tentang Adil dan Beradab

Yang mengaku Gusdurian atau mengagungkan Gus Dur, namun terus mencerca Ketua MUI yang juga merupakan Rais Aam PBNU, jelas disangsikan pengakuannya ketika seorang Yenny Wahid - anak tertua biologis dan ideologis Gus Dur - menyowani dan meminta wejangan dari beliau sebagaimana tertera dalam berita terlampir.

Mahfud MD: Separuh Hidup Gus Dur Dikorbankan untuk Keutuhan Indonesia

JAKARTA-Sejumlah tokoh nasional yang dikenal dekat dengan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menggelar saresehan untuk mengenang tujuh tahun wafatnya presiden keempat RI tersebut.

Ahok Dianggap Berwatak Fasis, Tak Pantas Bawa-bawa Nama Gus Dur

KONFRONTASI-Tidak sedikit anggota masyarakat, juga kalangan pengamat dari luar, yang memberikan cap kepada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai simbol kebhinnekaan dan toleransi.Para analis dan aktivis menilai Ahok  melayani pengembang, berwatak Fasis, Penggusur Bengis dan Anti-Rakyat. ''Dia tak cocok jadi gubernur DKI yang butuh pemimpin humanis,'' kata sejarawan JJ Rizal.

Rizal Ramli Kritik Ahok: Gus Dur Itu Pembela Minoritas yang Tertindas, Bukan Minoritas Penindas

KONFRONTASI- Rizal Ramli menyindir Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang membawa-bawa nama Gus Dur saat melakukan pembelaan diri dalam kasus dugaan penistaan agama. Rizal menilai, dalam kasus itu, Ahok telah menciderai nilai-nilai toleransi yang selama ini diajarkan mendiang almarhum Gus Dur.

Sosok Gus Dur di Mata Rizal Ramli

KONFRONTASI-Peringatan haul K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ke-7 dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Ciganjur, Jakarta, Jumat (23/12/2016) malam. Acara tersebut dihadiri ribuan orang yang sangat bersimpati pada Gus Dur termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Berbicara tentang Gus Dur, sosok Rizal Ramli adalah satu yang dekat dengan Presiden RI ke-4 tersebut semasa hidupnya. Perannya di kabinet era Presiden Gus Dur jadi penanda. Dalam pandangan Rizal Ramli, Gus Dur merupakan sosok yang luar biasa perhatiannya pada masyarakat-masyarakat minoritas.

Ahok Catut nama Gus Dur? Ansor Mau Buat Perhitungan Tindakan

KONFRONTASI- Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sempat membicarakan soal Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dalam nota pembelaannya, Selasa (13/12/2016).

Namun Ahok dinilai tidak perlu membawa-bawa di persidangan kasus penistaan agama.

“Jika pencatutan nama Gus Dur untuk menurunkan kebesaran nama beliau di muka rakyat Indonesia, maka Ansor tidak segan-segan akan menindaknya,” Sekretaris PW Ansor Jatim, Ahmad Tamim, Kamis (15/12).

Cita-cita Gus Dur Dirusak Ahok

GUBERNUR DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dinilai telah merusak cita-cita mantan Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur) dalam tatanan demokrasi di Indonesia.

Hal itu terkait pernyataan Ahok soal Alquran surat Al Maidah 51.

Ahok secara terang benderang menghancurkan perjuangan Gus Dur yang ingin menghilangkan sekat-sekat terkait SARA di tanah air khususnya di ibukota Jakarta.

Pages