21 April 2018

Guru

Profesi Guru Kini Rentan Bersentuhan dengan Kasus Hukum

KONFRONTASI-Wakil Rektor Universitas Telkom Bandung, Dr M Yahya Arwiyah SH MH menuturkan, dewasa ini profesi guru sangat rentan berdampak terhadap proses hukum, sehingga diperlukan kecakapan dalam mendidik budi pekerti siswa.

"Tantangan guru dimasa lalu dengan kekinian sangat berbeda. Dimana, seorang guru saat ini bisa saja berimplikasi pada persoalan hukum, sebagaimana yang acap terjadi akhir-akhir ini," katanya di Langsa, Senin.

Hal itu diungkap saat menyajikan materi pada kegiatan seminar nasional perlindungan guru/dosen dan anak didik yang digelar Ikatan Alumni Fakultas Hukum (IKAFAHU) Universitas Samudera Langsa, di aula Cakra Donya, Kota Langsa, Propinsi Aceh.

"Ada beberapa kasus hukum dimana guru dilaporkan orang tua siswa atas sebuah perbuatan tidak menyenangkan, semisal melakukan razia rambut di sekolah," ujarnya.

Karenanya, ia mengingatkan para guru atau tenaga pengajar agar senantiasa cakap dalam memberikan tindakan kepada siswanya, walau hanya bermaksud mendisplinkan atau mendidik budi pekerti.

Dia mencontohkan, kasus yang menimpa Aop Saopudin seorang guru honor di SDN Penjalin Kidul V Kabupaten Majalengka. Dimana guru tersebut ikut merazia rambut siswa yang diangap "gondrong" dalam ukuran sekolah tersebut.

Kemudian, terdapat seorang siswa yang melapor pada orang tuanya sehingga mendatangi sekolah sambil marah dan mencukur rambut Aop Saopudin.

"Tak puas, salah seorang wali murid melaporkan guru Aop Saopudin ke polisi," urai Yahya Arwiyah.

Karenanya, lanjut Yahya, perlindungan hukum terhadap profesi guru diantaranya terdapat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2006.

Sebelumnya, Ketua Umum Ikafahu, Dr Darwis Anatami mengatakan, kegiatan seminar yang dilakukan merupakan rangkaian peringatan HUT Ikafahu ke 30 tahun.

"Harapan kita dengan seminar ini bisa meningkatkan pemahaman guru, dosen dan anak didik terhadap hukum sehingga terwujudnya pendidikan yang berkualitas," ujar dia.

Polisi Tindaklanjuti Laporan Pelecehan Guru pada Siswi SD di Semarang

Konfrontasi - Aparat Kepolisian Resor Kota Besar Semarang menindaklanjuti laporan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang guru SD Karangayu 2 Kota Semarang kepada siswinya.

Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Semarang pada Senin (12/3/2018) mendatangi SD Karangayu 2 untuk mengumpulkan informasi mengenai laporan tersebut.

Sudah 12 Tahun Guru SD di Cilacap Cabuli Siswinya

Konfrontasi - Petugas Kepolisian Resor Cilacap, Jawa Tengah, menangkap seorang oknum guru sekolah dasar (SD) yang telah melakukan tindak pidana pencabulan terhadap puluhan siswinya sejak tahun 2006, kata Kepala Polres Cilacap Ajun Komisaris Besar Polisi Djoko Julianto.

"Pelaku berinisial NS (58) merupakan seorang guru berstatus pegawai negeri sipil di wilayah Kesugihan," katanya saat merilis hasil pengungkapan kasus pencabulan di halaman Markas Polres Cilacap, Senin (12/3/2018).

Lelah Jadi Guru, Bagaimana Nasibmu Kini?

Oleh: Selvi Wahyuni

Menjadi seorang Guru merupakan pekerjaan yang mulia. Guru merupakan ujung tombak dalam keberlangsungan proses belajar mengajar.

Dalam sebuah pepatah mengatakan Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Petuah dan tingkah lakunya menjadi cerminan bagi peserta didiknya. Mereka adalah pelita di setiap zaman.

Lelahnya dalam menyampaikan ilmu tak lagi menjadi ukuran, tekad kuat agar anak didiknya meraih keberhasilan.

Adanya Penganiayaan Murid kepada Guru, adalah Akibat Salah Pola Asuh Orangtua

KONFRONTASI -  Kasus penganiayaan yang dilakukan siswa pada gurunya hingga meninggal dunia dipandang psikolog anak sebagai bentuk akar budaya kekerasan. Psikolog anak Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), Soffie Balgies MPsi berpendapat tindakan tersebut merupakan wujud budaya kekerasan yang mengakar pada budaya tertentu yang  telah menjadi nilai, prinsip hidup dan kebiasaan sehari-hari

Murid Tersangka Pembunuh Guru Dititipkan di Lapas Dewas, Ini Kata KPAI

Konfrontasi - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Putu Elvina mengatakan MH, tersangka penyebab meninggalnya guru seni Achmad Budi Cahyanto di Sampang, Madura, kini ditahan di lembaga pemasyarakatan dewasa. MH tidak ditahan di ruang tahanan khusus anak karena keterbatasan fasilitas.

"Memang kondisi LPKA (Lembaga Pembinaan Khusus Anak) tidak tersedia di semua provinsi," kata komisioner bidang Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) KPAI Putu di Jakarta, Sabtu (10/2/2018).

Siswa Penganiaya Guru Hingga Tewas Jadi Tersangka

Konfrontasi - MH, siswa Kelas XI SMA Negeri Torjun, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian setempat dalam kasus penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya Achmad Budi Cahyanto, guru kesenian sekolah tersebut.

"Siswa yang diduga menganiaya korban sudah ditahan dan tersangka," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur, Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera, dilansir VIVA pada Sabtu, 3 Februari 2018.

Penganiayaan Murid ke Guru di Sampang Akibat Salah Pola Asuh yang Dilakukan Orangtua

Konfrontasi - Kasus penganiayaan yang dilakukan siswa pada gurunya hingga meninggal dunia dipandang psikolog anak sebagai bentuk akar budaya kekerasan.

Psikolog anak Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), Soffie Balgies MPsi berpendapat tindakan tersebut merupakan wujud budaya kekerasan yang mengakar pada budaya tertentu yang telah menjadi nilai, prinsip hidup dan kebiasaan sehari-hari.

"Hal ini akan nampak pada tindakan, cara berpikir, berelasi dan mengambil keputusan. Misalkan ada nilai yang menekankan lebih baik putih gading daripada merah mata. Maka si penganut prinsip nilai ini akan mengorientasi tindakannya pada perlawanan bukan mengalah atau terkalahkan,"urainya.

Dalam berelasi juga demikian, akan menekankan keunggulan harga diri dibandingkan toleransi pengertian dan memaafkan.

Ketiga nilai ini mendasari interaksi dengan sesama manusia.

"Dalam kasus murid yang di Sampang. Nampaknya dia tersinggung berat karena perlakuan guru yang mencoret cat di mukanya. Rasa kesal dan marah yang menyertai ketersinggungan merupakan manifestasi harga dirinya yang jatuh atau terendahkan,"lanjutnya.

Selain itu, pola asuh dan tingkah laku orangtua juga mendasari prinsip nilai dan tingkah laku anak. Dalam hal ini orangtua sebagai role model atau teladan bagi anak.

Uut Permatasari: Siswa Tugasnya Belajar Bukan Aniaya Guru!

Konfrontasi - Pedangdut Uut Permatasari ikut mengomentari kasus penganiayaan hingga menewaskan seorang guru honorer di Sampang, Madura.

Istri salah satu perwira di Mabes Polri ini mengaku syok dengan aksi brutal yang dilakukan siswa terhadap gurunya.

"Ini sangat disayangkan. Siswa itu tugasnya belajar dan dididik, bukan malah menganiaya guru," ujarnya dengan nada prihatin.

Yang membuat Uut tambah miris, sang guru tidak melakukan perlawanan saat muridnya melakukan penganiayaan.

Tragedi Guru Budi...

Oleh: Dian Andryanto

Tak pernah siapapun menduga Kamis kemarin, 1 Februari 2018, hari terakhir guru muda Ahmad Budi Cahyono terakhir mengajar. Berhenti untuk mengajar selama-lamanya. Berpulang ia meninggalkan duka. Pagi ini air mata masih basah di Sampang, Madura.

Guru honorer mata pelajaran seni rupa di SMA Negeri 1 Torjun, Sampang, Madura itu masih sangatlah muda. Masih harum berbunga pula kehidupannya, belum lama usia pernikahannya. Empat bulan buah cinta dalam kandungan istrinya.

Pages