21 November 2017

Guru

Bu Guru Genit, Hobinya Cabuli Murid Ganteng

Konfrontasi - Seorang guru sekolah menengah atas (SMA) di Kolombia bernama Yokasta M terancam hukuman hingga 40 tahun penjara gara-gara ulahnya yang tak pantas sebagai pendidik. Bu guru yang sudah menginjak usia 40 itu ketahuan punya kelakuan yang membuat para wali murid naik pitam.

Bu Yokasta ternyata gemar mengajak murid-muridnya untuk berindehoi. Dia tak segan-segan menebar umpan dengan mengirim foto ataupun videonya dalam pose menantang.

Laman The SUN mengabarkan, Bu Yokasta sebenarnya telah bersuami. Namun, pada periode Januari hingga April 2016, guru SMA di Medellin itu membombardir para muridnya dengan video ataupun foto yang 'ngeri-ngeri sedap' melalui WhatsApp.

Yokasta memang lihai membungkus akal bulusnya. Mulanya, dia meminta nomor-nomor telepon para siswanya. Alasannya demi membantu para siswa ketika kesulitan dengan studi mereka.

Alih-alih membantu memecahkan persoalan murid untuk urusan pendidikan, Bu Yokasta justru getol mengirim video dan foto-fotonya yang menggoda. Beberapa di antaranya malah pose minim busana.

Ada pose Bu Yokasta yang hanya mengenakan celana dalam, sedangkan tangannya menutupi bagian dadanya. Ada pula pose yang cuma mengenakan tank top, sementara bagian sensitifnya ditutupi dengan boneka Teddy.

Astaga, Oknum Guru di Aceh Cabuli Muridnya

Konfrontasi - Oknum guru jurusan bahasa Arab yang mengajar di MIN di Kecamatan Jumpa, Kabupaten Aceh Barat Daya dilaporkan ke polisi dengan tuduhan mencabuli lima orang muridnya.

Kasat Reskrim Polres Abdya, Iptu Zul Fitriadi di Blangpidie, Jumat (17/1/2017), mengatakan, oknum guru yang dilaporkan telah melakukan pelecehan seksual terhadap lima orang murid kelas 5 dan 6 tersebut bernisial M (58), warga Desa Alus Sungai Pinang, Abdya.

Kadisdik Kota Malang Minta Guru Paud dan TK Harus Berpendidikan Sarjana

Konfrontasi - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang Zubaidah menyatakan guru pendidikan anak usia dini (PAUD) dan TK harus berpendidikan minimal sarjana (S1) agar bisa mengikuti sertifikasi.

“Sesuai amanat Undang-Undang No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, guru PAUD dan TK sekarang harus berpendidikan sarjana, minimal S1. Selain diatur dalam UU tersebut, aturan harus sarjana juga dituangkan dalam data pokok pendidikan (dapodik),” kata Zubaidah di Malang, Jawa Timur, Minggu (29/10).

Ia mengemukakan selain sudah diatur dalam dua aturan tersebut, jika tidak berpendidikan sarjana, guru PAUD maupun TK bersangkutan tidak bisa mengikuti sertifikasi. Jika tidak mengantongi sertifikasi, yang bersangkutan tidak bisa mendapatkan tunjangan profesi.

Menurut Zubaidah, selain tenaga guru yang harus berpendidikan sarjana, sarana dan prasarana gedung PAUD maupun TK juga harus dipersiapkan dengan baik dan memenuhi kriteria (ketentuan) yang ditetapkan.

“Jangan sampai PAUD dan TK tidak memiliki alat atau media pembelajaran yang menunjang proses belajar mengajar siswa agar mereka tidak bosan, bahkan memudahkan guru untuk menyampaikan materi,” ujarnya.

Tahun Depan DKI Jakarta Alami Krisis Guru, Kok Bisa?

Konfrontasi - Pada tahun 2018, Jakarta krisis guru hingga 2.500 orang.

Anggota DPRD DKI Jakarta dari fraksi Gerindra, Syarif mengatakan, kekurangan tenaga pengajar berstatus pegawai negeri sipil (PNS) itu akibat kebijakan moratorium penerimaan PNS sejak kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Diperkirakan Syarif, hingga tahun depan DKI Jakarta kekurangan pegawai hingga 12 ribu. Terbanyak dari Dinas Pendidikan yakni guru.

Cabuli 34 Siswa SD, Guru Olahraga di Pangandaran Selamat dari Amukan Warga

Konfrontasi - Seorang guru olahraga dilaporkan kepada polisi karena diduga telah mencabuli puluhan bocah sebuah sekolah dasar di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Pria berinisial DS (56 tahun) warga Desa Cibenda, Kecamatan Parigi, itu nyaris diamuk massa pada Kamis malam. Masyarakat geram kepada pria plontos itu karena bertindak asusila terhadap anak-anak.

Olehkan Minyak Angin ke Perut Siswi, Pak Guru Berurusan dengan Polisi

KONFRONTASI-Gara-gara mengoleskan minyak angin ke perut siswinya, guru honorer sebuah madrasah aliyah negeri (MAN) di Bandarlampung, dilaporkan ke Polsekta Sukarame, Bandarlampung.

Polisi lantas menangkap guru inisial Irw, 33, Minggu sore (20/8).

Peristiwa tersebut terjadi di asrama sekolah sekitar pukul 10.30 WIB Rabu (9/8).

Awalnya ND (17), seorang siswi kelas XII, sedang sakit. Ia meminta rekannya memberi tahu kondisinya kepada guru.

Tags: 

Inilah Sosok A Ju, Guru Yang Berani Kirim Chat Porno ke Murid-muridnya di SMPK Penabur

KONFRONTASI -  Kepala SMPK Penabur Kelapa Gading, Anthea Calista, tak menduga Tri Sutrisno alias A Ju berani mengirim chat porno ke murid-murid. Selama di sekolah, A Ju dikenal akrab dengan murid ataupun para guru.

"Personal dia guru yang baik dekat dengan murid dan pengetahuan bahasa Inggris-nya juga cukup baik," kata Anthea di kompleks SMPK Penabur Kelapa Gading, Jl Boulevard Bukit Gading Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (14/8/2017).

Dhitta Puti Sarasvati: Belajar tentang Pendidikan Guru di Tahun 1950-an dari Ibu Mertua di Sumatera

KONFRONTASI- Lebaran ini, saya dan suami pulang ke kampung halaman suami di Biaro, Sumatera Barat untuk mengunjungi ibu mertua yang sudah 80-an tahun. 

Ibu mertua dulu bekerja sebagai guru. Penasaran ingin tahu bagaimana beliau belajar menjadi guru, suatu malam, saya mewawancarainya. Hasil wawancara itu memungkinkan saya belajar sedikit tentang konteks pendidikan guru di tahun 50-an. 
 

Investasi Akhirat Tak Terputus Seorang Guru

Assalamu'alaikum wr.wb. selamat malam dan salam sejahtera untuk guru-guru seluruh indonesia dimanapun anda berada, baik PNS maupun NON PNS bersyukurlah anda yang ditakdirkan menjadi seorang guru ...

mari simak informasi terbaru infokemendikbud.com berikut ini, mengajarlah dengan setulus hati dan penuh rasa iklas untuk mencerdasakan generasi penerus bangsa...

berikanlah yang terbaik untuk murid-murid, berpuluh-puluh tahun menjadi guru memberikan ilmu yang kita miliki adalah pekerjaan yang sangat mulia, cintailah profesimu....

Tags: 

Ribuan Tenaga Pendidik Bakal Geruduk Istana Dalam 1805

KONFRONTASI-Pada Kamis (18/5) mendatang, para dosen dan tenaga kependidikan yang tergabung dalam Ikatan Lintas Pegawai Perguruan Tinggi Negeri Baru (ILP-PTNB) akan menggelar aksi rasa yang mereka beri label Aksi 1805, guna menyuarakan tuntutan diangkat sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

Ketua ILP-PTNB Fadillah Sabri dalam pernyataan tertulisnya menyatakan, lebih dari 5000 dosen dan tenaga kependidikan di 35 PTNB sejak beberapa tahun terakhir statusnya kepegawaiannnya tak jelas.

Karena itu, ILP PTNB akan menggelar aksi di depan Istana, supaya aspirasi mereka didengar oleh Presiden Joko Widodo. Unjukrasa akan diikuti sekitar 1.000 orang dosen dan tenaga kependidikan dari 35 PTNB.

Di antara PTNB tersebut antara lain Universitas Veteran Jakarta, UPN Veteran Yogyakarta, UPN Veteran Jawa Timur, Universitas Tidar, Universitas Maritim Ali Haji, Universitas Sulawesi Barat, Universitas Bangka Belitung, Universitas Samudera, Universitas 19 November Kolaka, Universitas Timor.

Kemudian Universitas Siliwangi, Universitas Borneo Tarakan, Politeknik Negeri Bengkalis, Politeknik Negeri Madiun, Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung, Politeknik Negeri Balikpapan, Politeknik Negeri Sambas, Politeknik Negeri Batam, Politeknik Maritim Negeri Indonesia, Politeknik Negeri Nusa Utara, ISBI Bandung, hingga ISBI Papua.

"Penegerian perguruan tinggi swasta menyisakan sejumlah masalah dan belum ada solusinya hingga kini. Salah satunya adalah SDM yang ada di kampus tersebut menjadi tidak jelas statusnya hingga kini. Bahkan ada PTNB yang terkatung-katung selama tujuh tahun sejak dinegerikan,” ujar dosen Universitas Bangka Belitung tersebut, Selasa (16/5).

Menurut Fadillah, status dosen dan tenaga kependidikan seluruh PTNB bukan lagi pegawai yayasan namun juga tidak PNS. Hal ini membawa konsekuensi yang cukup serius, termasuk bagi pengembangan karir dan kesejahteraan.(fat/jpnn)

Tiga tuntutan ILP-PTNB kepada Presiden Joko Widodo:

Pages