8 December 2019

Guntur Romli

Fadjroel Rachman dan Caleg PSI Sebarkan Hoaks Sandiaga, TAIB Lapor Bareskrim

Konfrontasi - Saling lapor polisi terkait dugaan pelanggaran pidana penyebaran berita bohong (hoaks) terus mewarnai pertarungan politik dua kubu pasangan Pilpres 2019. Kubu pendukung Prabowo-Sandi melaporkan atau ‘menyeret’ Fadjroel Rachman dan Guntur Romli yang merupakan politikus muda kader PSI ke Bareskrim, Jumat (15/2/2019).

Pernyataan Guntur Romli Soal Prabowo Tunjukkan Intoleransi dan Exstremisme

KONFRONTASI-PSI menyebut Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan perjuangan Presiden ke-4 Adurrahman Wahid sedangkan Prabowo Subianto melanjutkan perjuangan Presiden ke-2 Soeharto dan Orde Baru-nya. PAN menilai pernyataan PSI itu tendensius.

"Pernyataan ini sangat tendensius. Terutama kepada keluarga Soeharto yang kebetulan menjatuhkan pilihan politiknya pada Prabowo-Sandi," ujar Wasekjen PAN Saleh Daulay Partaonan kepada detikcom, Jumat (28/9/2018).
Baca juga: Gerindra ke PSI: Prabowo Akumulasi Kebaikan Presiden Terdahulu

Politisi PSI Guntur Romli Ancam Lapor Balik Bekas Relawan Jokowi

KONFRONTASI - Setelah dilaporkan Relawan Komunitas Sadar (Korsa) ke Polisi, Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Guntur Romli membantah pernah berkicau di akun twitter miliknya dengan nada menistakan agama Islam.

“Itu twit hoax. Saya sudah klarifikasi di medsos saya, masa dilaporkan,” kata Guntur kepada wartawan, Senin (23/4).

Guntur Romli Dipolisikan Gara-gara Sebut Al-Quran Bukan Kitab Suci

KONFRONTAsI-Ormas Komunitas Sadar (Korsa) melaporkan politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli ke Bareskrim Polri dengan tuduhan penistaan agama.

"Kami tidak terima cuitan Guntur di Twitter," kata Damai Hari Lubis, kuasa hukum ormas Korsa, di Kantor Bareskrim, Jakarta, Senin.

Guntur dilaporkan ke polisi karena cuitannya di media sosial Twitter yang menyebut Alquran bukan kitab suci dan Nabi Muhammad bukan manusia suci.

Catatan Kritis untuk Saksi Tersumpah: Kedustaan Guntur Romli

Oleh: Ahmad Khozinudin, S.H.
Koalisi 1000 Advokat Bela Islam
 
Guntur Romli memberikan keterangan sebagai saksi dalam persidangan PTUN Jakarta dibawah sumpah, yang dihadirkan pihak Pemerintah. Setelah berkali-kali gagal dengan narasi Khilafah ala HTI, Kemenkumham bersikeras untuk mencoba mengaitkan HTI dengan berbagai tuduhan palsu melalui keterangan saksi yang dihadirkan di persidangan.