21 August 2019

GRESIK

Cari Ikan Saat Banjir, 2 Warga Meninggal Terseret Arus

Konfrontasi - Dua warga Kelurahan Kramat Inggil, Kecamatan Kebomas, Gresik, ditemukan tewas setelah terseret banjir saat mencari ikan.

Jenazah kedua korban banjir akibat meluapnya Kali Lamong ditemukan di area tambak di Desa Tambakberas, Kecamatan Cerme.

Korban pertama kali ditemukan Nuri, Minggu (5/5/2019) sekitar pukul 13.45 WIB. Tidak berselang lama, Bagus Akbar Pratama juga ditemukan. Kedua korban asal dievakuasi ke RSUD Ibnu Sina.

Masa Tenang, Bawaslu Copot 8.231 Alat Peraga Kampanye

Konfrontasi - Rangkaian kampanye terbuka resmi berakhir kemarin (13/4). Hari ini (14/4/2019) memasuki masa tenang sampai Selasa (16/4) sebelum masuk hari H coblosan keesokan harinya atau Rabu (17/4).

Selama hari tenang, kontestan pemilu praktis tak boleh lagi berkampanye. Nah, mulai hari ini Bawaslu Gresik disibukkan dengan membersihkan ruang-ruang publik dari media kampanye.

Termasuk mencopot alat peraga kampanye (APK). Ribuan APK berbagai bentuk siap diturunkan.

Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Gresik Jamhari menyampaikan, total ada 8.231 APK yang bakal dicopot. Tersebar di semua titik. Meliputi APK capres-cawapres, DPR, DPD, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten.

''Hari ini bergerak. Dibagi ke semua kecamatan,'' papar Jamhari.

Total 4.086 petugas akan disebar ke semua kecamatan. Itu meliputi komisioner Bawaslu, panwas kecamatan, panwas desa/kelurahan, dan pengawas TPS.

Seluruh APK yang dipasang di tempat-tempat umum dicopot. Termasuk di posko-posko pemenangan para calon. Yang menjadi pengecualian hanya APK yang terpasang di kantor resmi partai politik. ''Selebihnya dibersihkan. Target sehari selesai,'' papar Jamhari.

Namun, sebelum bergerak hari ini, Bawaslu mengirim imbauan kepada seluruh parpol. Mereka bisa menurunkan sendiri APK miliknya sampai kemarin malam. Nah, sisanya akan dicopot Bawaslu hari ini.

Mantap, Polisi Ini Langsung Antar Pemohon SIM ke Atasan Usai Percobaan Suap

Konfrontasi - Jangan berusaha mencari jalan pintas untuk mendapatkan surat izin mengemudi (SIM) di Satlantas Polres Gresik, Jatim.

Gara-gara hendak menyuap polisi, Fahrul Mualim justru harus berhadapan dengan anggota provos. Hal tersebut terjadi ketika warga Kecamatan Bungah itu sedang mengurus SIM C. Dia hendak melaksanakan ujian praktik.

"Sebelumnya pernah ujian (praktik, Red), tapi tidak lulus," ungkapnya.

Begitu masuk kantor satpas, Fahrul langsung menemui Aiptu Jailani, petugas bagian urusan (baur) SIM satlantas.

Dia menyerahkan berkas ujian praktik lengkap. Di balik map berisi berkas ujian praktik dan fotokopi KTP serta terselip uang Rp 50 ribu. Jailani mempertanyakan uang tersebut.

"Ternyata minta tolong diluluskan," ujar polisi yang pernah menilang istrinya sendiri itu.

Jailani menolak dengan tegas. Tanpa banyak basa-basi, Jailani langsung melaporkan Fahrul ke petugas piket provos di bagian pengaduan. Laporan diterima Bripka Chirstopher Ariel.

Fahrul dibawa ke ruang pendidikan masyarakat (dikmas). Dia diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.

"Kasus suap itu sudah dilaporkan ke pimpinan (Kapolres, Red)," terang Kasatlantas Polres Gresik AKP Wikha Ardilestanto.

Dia mengatakan, Fahrul tetap dikenai sanksi wajib lapor. Dia juga diwajibkan mengikuti program coaching clinic di kantor satlantas setiap hari. Tujuannya, melatih keterampilan mengikuti ujian praktik SIM. Jadi, tidak mengambil jalan pintas dengan cara suap.

Soal Urus Izin Terlalu Lama, Jokowi: Maret ini Saya akan Ubrak-abrik

KONFRONTASI - Presiden Joko Widodo meminta agar perizinan di Indonesia tidak dipersulit. "Apa yang jadi kelemahan ini harus segera dibenahi dan diperbaiki. Urusan perizinan-perizinan yang terlalu lama. Tunggu akhir Maret ini saya akan ubrak-abrik," ujar Presiden Joko Widodo  saat meresmikan kawasan terpadu Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) di Pelabuhan Manyar Gresik, Jawa Timur, Jumat 9 Maret 2018.

Polda Metro Jaya Amankan 53 WN China yang Hendak Menuju Gresik Menggunakan Bus

Konfrontasi - Sebanyak 53 warga negara asing (WNA) asal China yang berjenis kelamin laki-laki diamankan polisi saat menumpangi bus Satria Waskita bernomor polisi H 1405 CA.

"Penumpang di dalam bus terdapat 53 WNA asal China, sesuai jumlah passport yang dimiliki," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, Sabtu (10/2/2018).

Berdasarkan keterangan dari pengemudi bernama M Sanusi yang diperoleh polisi, ke 53 WNA tersebut menumpangi bus pada pukul 00.10 WIB di Ruko Eksekutif Blok E No 35 Kapuk, Jakarta Barat dengan tujuan Gresik, Jawa Timur.

"WNA tersebut diamankan oleh Intel BAIS Tim Pengawasan Orang Asing (DKI) dan Subdit 5 POA Dit Intelkam Polda Metro Jaya, diserahkan ke Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan diterima oleh Pamenwas Polda Metro Jaya, Kanit I Kemneg Krimum Kompol Raindra Ramadhan Syah, pukul 05.40 WIB dan ditangani oleh Jatanras Polda Metro Jaya," ucapnya.

Guna mengetahui lebih lanjut terkait tujuan 53 WNA asal China tersebut ke Gresik, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk kemudian diserahkan ke pihak Imigrasi Jakarta Utara.

"Kemudian dilakukan identifikasi oleh unit Iden serta akan diserahkan ke pihak Imigrasi Jakarta Utara. Indikasi pidana saat ini belum ditemukan," tuturnya.

Warga Gresik Jadi Korban Longsor di Malaysia

Konfrontasi - Dua orang warga Gresik jadi korban tanah longsor di TAR College Tanjung Bungah, Penang, Malaysia, kemarin. Total ada 14 korban tewas dalam musibah di lokasi konstruksi itu.

Dua korban WNI bernama Hosrin dan Erwin asal Dawang, Tambak, Gresik, Jawa Timur. Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal mengatakan jenazah keduanya sudah berhasil dievakuasi.

Longsor titu terjadi sekitar pukul 09:10 waktu setempat. Media setempat melaporkan tebing setinggi 10 meter longsor

Seorang Santri Perempuan Tewas Terjatuh dari Lantai II Pondok Pesantren di Gresik

KONFRONTASI -  Sungguh tragis nasib Lailatul Ainiah (17) seorang penghuni Pondok Pesantren di Bungah Gresik.

Saat menadah air hujan di kamarnya, gadis asal Dusun Kedungsambi, Desa Kedungsekar, Benjeng Gresik, terjatuh dari lantai II bangunan pondok setinggi sekitra 3 meter, Kamis (16/2/2017).

Mengetahui hal ini para santri dan guru segera menolong korban ke puskesmas terdekat.

Maling Aneh Tanpa Baju Masuki Rumah Janda di Gresik

Konfrontasi - Rumah seorang janda di Gresik, Jatim, Umah Wahidah dimasuki maling. Itu terjadi pada pukul 00:00 kemarin, ketika sang pemilik rumah sedang salat. Anehnya, pelaku hanya bertelanjang dada alias hanya memakai celana pendek.

Dia hendak masuk ke kamar Wahidah. Saat itu, pemilik rumah hanya sendirian langsung kaget melihat ada tamu tak di undang.

Pelaku berambut ikal yang tepergok itu langsung berlari ke pintu belakang, naik tangga, lantas lari ke atap rumah.

Aparat Desa di Gresik Dilatih Ilmu Intelijen

KONFRONTASI - Para Kasi Trantib Kecamatan, sekretaris kelurahan dan perwakilan desa se-Kabupaten Gresik mendapat pelatihan ilmu intelijen dari Kesbangpol Pemkab Gresik. Totalnya, ada 363 peserta dalam kegiatan ini.

Mereka diberi pembekalan ilmu intelijen guna mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban di daerahnya masing-masing.

Bimbingan Teknis (Bimtek) itu digelar selama dua hari di kantor Kesbangpol Gresik, terhitung sejak Selasa (19/7/2016).

Puisi Kocak dari Ibu Mensos untuk Ibu "Cuma Emak yang Tahu Rasanya"

Konfrontasi - Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa melantunkan sebuah puisi tentang peran besar seorang ibu dalam acara Pengajian Ibu-ibu Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada Sabtu (25/6/2016). Puisi panjang itu terdengar kocak, sehingga membuat semua yang hadir tertawa.

"Ingat peran ibu, saya dikirimi puisi oleh teman, judulnya 'Hanya Emak yang Tahu Rasanya'. Saya akan bacakan puisi itu di sini," kata Khofifah disambut tepuk tangan hadirin.

Pages