23 January 2020

Google

Sundar Pichai: Google Sudah Pecat 48 Orang Terkait Pelecehan Seksual

KONFRONTASI-CEO Google Sundar Pichai mengatakan bahwa perusahaannya telah memecat 48 karyawan selama dua tahun terakhir karena pelecehan seksual, termasuk 13 manajer senior ke atas dan tidak ada yang menerima pesangon.

Pernyataan Pichai itu disampaikan melalui email yang dikirimkan ke semua karyawannya pada Kamis (24/10) sebagai tanggapan terhadap pemberitaan yang menyebutkan bahwa Google melindungi segelintir eksekutif perusahaan yang terlibat pelecehan seksual, termasuk pencipta Android Andy Rubin.

Google Lindungi Pimpinan yang Lakukan Pelecehan Seksual?

KONFRONTASI-Diam-diam Google melakukan segala cara untuk memproteksi pimpinannya yang dituduh melecehkan seksual pegawai perempuan mereka. Salah satunya yang dilindungi yakni pembuat software Android, Andy Rubin. 

Bapak Android itu meninggalkan Google pada Oktober 2014. Namun cabutnya Rubin dari Google belakangan menyimpan masalah. Rubin dituding melecehkan seksual pegawai perempuan Google.

Google akan Kenakan Biaya Hingga USD40 Pada Setiap Ponsel Android

KONFRONTASI-Google akan mengenakan biaya kepada perusahaan perangkat keras hingga 40 dolar AS (sekitar Rp600 ribu) per perangkat untuk menggunakan aplikasinya menyusul adanya aturan baru yang menggantikan salah satu aturan yang dianggap anti-kompetitif.

Pengenaan biaya tersebut berlaku pada 29 Oktober untuk setiap model smartphone atau tablet baru yang diluncurkan di Area Ekonomi Eropa (EEA) dan menjalankan sistem operasi Android milik Google.

Google Bayar Mahal Demi Bertahan di iOS

KONFRONTASI-Fakta bahwa Google membayar biaya tahunan ke Apple agar mesin pencarian internetnya tetap menjadi pencarian bawaan atau default di browser Safari untuk iPhone dan iPad tentu bukan rahasia besar.

Bahkan, pada 2014, Google membayar raksasa teknologi yang berbasis di Cupertino itu sebesar 1 miliar dolar AS, dan tahun lalu naik menjadi 3 miliar dolar AS.

Tahun ini, menurut analis Rod Hall, kesepakatan keduanya diperkirakan dapat mencapai 9 miliar dolar AS.

Google akan Matikan Layanan Gmail Offline dari OS Chrome

KONFRONTASI-Google telah mengonfimasi akan menghentikan aplikasi Gmail Offline dari Chrome OS dalam beberapa bulan mendatang.

Masa hidup aplikasi Gmail Offline akan lebih pendek dari Inbox yang dijadwalkan berakhir pada Maret 2019. Sementara aplikasi Gmail Offline akan dihentikan pada Desember 2018.

Google meluncurkan aplikasi Gmail Offline untuk Chrome OS pada tahun 2011. Aplikasi tersebut memungkinkan pengguna Gmail untuk membaca dan mencari e-mail mereka saat tidak terhubung ke internet.

Google Stop Terima Iklan Politik

KONFRONTASI-Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengatakan Google dalam waktu dekat akan berhenti menerima iklan politik. 

About Trump, Google, and Hitler

Google: Tak Ada Pixel Watch Tahun Ini

KONFRONTASI-Google menyatakan tidak ada Pixel Watch tahun ini, membantah rumor jam tangan pintar tersebut akan diluncurkan bersamaan dengan Pixel 3 dan Pixel 3 XL pada Oktober mendatang.

Direktur Teknis untuk Wear OS, Miles Barr, menyatakan Google akan fokus mengembangkan Wear OS serta kemitraan dalam perangkat wearable, seperti diberitakan GSM Arena, Sabtu.

Mereka belum tertarik mengembangkan wearable karena beranggapan belum ada jam tangan pintar yang komplit dan dapat dipakai semua orang.

Google Tambahkan Stiker Selfie Pada Gboard

KONFRONTASI-Google turut meramaikan stiker avatar personal, yang dibuat dari foto selfie, dengan memasukkannya ke Mini Sticker ke keyboard Gboard.

"Ini Mini! Mudah dibuat dan dibagikan dari #Gboard, stiker personal ini memakai kecerdasan buatan, dibuat dari selfie," cuit Google di akun Twitter resmi mereka.

Mini Stickers dibuat dengan cara yang sama dengan stiker personal lainnya, foto selfie diubah menjadi stiker emoji. Dilansir dari laman Phone Arena, stiker ini bisa dikirim ke berbagai aplikasi pesan.

Trump Peringatkan Google, Facebook dan Twitter

KONFRONTASI-Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan raksasa internet Google, Facebook dan Twitter agar berhati-hati dalam beraktivitas, sebelumnya dia menuduh Google memanipulasi hasil pencarian tentang dirinya.

"Saya rasa apa yang dilakukan dan apa yang lain lakukan, jika kalian lihat apa yang terjadi dengan Twitter, apa yang terjadi dengan Facebook, mereka harus hati-hati karena tidak bisa bertindak demikian ke orang," kata dia dalam sebuah pidato di Gedung Putih, dikutip dari Reuters.

Pages