21 August 2019

Google

Chromecast Google Kembali Dijual di Amazon

KONFRONTASI-Amazon sudah mulai menjual dongle streaming Chromecast Google, setelah tiga tahun mencabut produk itu dari situs webnya.

Amazon berhenti menjual perangkat Chromecast Google pada akhir tahun 2015, dan pada saat itu Amazon membenarkan langkah tersebut dengan argumen bahwa layanan video milik Amazon sendiri tidak tersedia di Chromecast, demikian mengutip Variety, Sabtu.

Sebelumnya Google dan Amazon memiliki konflik internal yang mengakibatkan kedua perusahaan tersebut enggan bekerjasama.

Google Bantah Bakal Luncurkan 'Search Engine' di China

KONFRONTASI-Google membantah akan meluncurkan mesin pencari (search engine) mereka di China, namun, tetap mempelajari rencana tersebut, kata CEO mereka Sundar Pichai.

"Saat ini, tidak ada rencana meluncurkan mesin pencari di China," kata Pichai, saat disidang oleh Kongres Amerika Serikat, dikutip dari Reuters.

Google Hadirkan Feature Phone Seharga Rp99 Ribu

KONFRONTASI-Dalam acara tahunan ketiga "Google for Indonesia" yang digelar di Jakarta, Selasa, Google mengumumkan sejumlah produk baru, di antaranya feature phone dengan harga Rp99 ribu.

Ponsel buatan Indonesia hasil kerjasama dengan Wiz Phone itu  sudah dilengkapi dengan Asisten Google dengan tombol khusus.

"Kami ingin membuat Asisten Google untuk semua orang, untuk itu kami meluncurkan Wiz Phone. Ini merupakan ponsel pertama dengan Asisten Google yang sudah tertanam," ujar Vice President of Engineering Google Assistant Scott Huffman.

Meninggalnya Pretty Asmara Duduki Peringkat Teratas ‘Trending Topic’ Google

KONFRONTASI  -  Komedian bertubuh subur Pretty Asmara telah mengakhiri kontrak hidupnya di dunia. Pretty mengembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Pengayoman, Cipinang, Jakarta Timur, Minggu (4/11/2018) pada pukul 6:00 WIB.

Sebelum meninggal Pretty sempat keluar masuk rumah sakit berbeda.

Kepala RS Pengayoman Daniel menuturkan, Pretty masuk rumah sakit yang dikepalainya sejak pertengahan Oktober 2018. Pretty memperoleh perawatan intensif atas penyakit yang dideritanya.

Karyawan Google di Berbagai Negara Lakukan Aksi 'Walkout'

KONFRONTASI-Ratusan karyawan Google melakukan aksi 'Walkout' di New York. Aksi dilakukan sebagai salah satu bentuk protes karyawan atas penanganan pelecehan seksual di perusahaan raksasa teknologi ini.

Tak hanya dilakukan di satu tempat, aksi walkout ini juga dilakukan di beberapa kantor Google di dunia seperti London, Tokyo, Berlin, India dan beberapa kota lainnya. Aksi protes ini dilaksanakan serentak pada pukul 11:10 pagi waktu setempat.

Lakukan Aksi Mogok Masal di Seluruh Dunia, Karyawan Google Tuntut Kesetaraan Gender

Konfrontasi - Staf di kantor Google seluruh dunia mogok sebagai protes terkait perlakuan perusahaan tersebut terhadap kaum perempuan. Aksi protes ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Para karyawan menuntut beberapa perubahan tentang cara perusahaan menangani berbagai tuduhan pelanggaran seksual, termasuk diantaranya seruan mengakhiri forced arbitration – sebuah langkah yang memungkinkan para korban untuk menuntut pelaku.

Kepala eksekutif Google Sundar Pichai mengatakan kepada stafnya bahwa ia mendukung hak mereka untuk mengambil langkah tersebut.

“Saya memahami begitu banyak kemarahan dan kekecewaan yang Anda rasakan,” sebutnya dalam surat elektronik yang ditujukan pada para karyawan.

“Saya merasakannya juga, dan saya sepenuhnya berkomitmen membuat kemajuan terhadap masalah yang sudah berlangsung terlalu lama di lingkungan kita dan di Google juga.”

Kemarahan di perusahaan itu merebak dalam seminggu terakhir, setelah salah seorang eksekutif menerima uang pesangon senilai US$90 juta atau sekitar Rp1,3 triliun saat ia mengundurkan diri dari perusahaan tersebut.

Meskipun pihak Google menganggap dugaan pelecehan seksual yang diarahkan kepadanya cukup ‘kredibel’, Andy Rubin, yang dikenal sebagai ‘pencipta’ sistem operasi ponsel Android, menyangkal tuduhan tersebut.

Pada hari Selasa (30/10), seorang eksekutif yang bekerja di bagian lab riset dari perusahaan X, juga mengundurkan diri. Richard DeVaul dikatakan melakukan pelecehan terhadap seorang perempuan yang baru-baru ini diwawancarai untuk sebuah jabatan yang nantinya berada di bawah DeVaul.

DeVaul sendiri belum mengomentari hal ini sejak pengunduran dirinya, namun pernah menyebut insiden itu sebagai ‘kesalahan penilaian’.

Pichai mengungkapkan kepada stafnya, setidaknya ada 48 karyawan dipecat dan tidak menerima pesangon karena melakukan pelecehan seksual. Ia mengaku laporan yang dimuat media New York Times ‘sulit dibaca’.

Pengguna Aktif Gmail Capai 1,5 Miliar

KONFRONTASI-Platform email Google ini kini memiliki 1,5 miliar pengguna aktif bulanan. Jumlah tersebut meningkat sebesar 33 persen dari jumlah pengguna aktif bulanan pada bulan Februari 2016 lalu. Demikian cuitan Google di akun Twitter resmi Gmail

Pada Februari 2016, Google melaporkan bahwa pengguna aktif bulanan Gmail berjumlah satu miliar. Dengan populasi dunia sebesar 7,53 miliar, artinya satu akun Gmail dibuka oleh setiap lima orang berlokasi di seluruh dunia.

Sundar Pichai: Google Sudah Pecat 48 Orang Terkait Pelecehan Seksual

KONFRONTASI-CEO Google Sundar Pichai mengatakan bahwa perusahaannya telah memecat 48 karyawan selama dua tahun terakhir karena pelecehan seksual, termasuk 13 manajer senior ke atas dan tidak ada yang menerima pesangon.

Pernyataan Pichai itu disampaikan melalui email yang dikirimkan ke semua karyawannya pada Kamis (24/10) sebagai tanggapan terhadap pemberitaan yang menyebutkan bahwa Google melindungi segelintir eksekutif perusahaan yang terlibat pelecehan seksual, termasuk pencipta Android Andy Rubin.

Google Lindungi Pimpinan yang Lakukan Pelecehan Seksual?

KONFRONTASI-Diam-diam Google melakukan segala cara untuk memproteksi pimpinannya yang dituduh melecehkan seksual pegawai perempuan mereka. Salah satunya yang dilindungi yakni pembuat software Android, Andy Rubin. 

Bapak Android itu meninggalkan Google pada Oktober 2014. Namun cabutnya Rubin dari Google belakangan menyimpan masalah. Rubin dituding melecehkan seksual pegawai perempuan Google.

Google akan Kenakan Biaya Hingga USD40 Pada Setiap Ponsel Android

KONFRONTASI-Google akan mengenakan biaya kepada perusahaan perangkat keras hingga 40 dolar AS (sekitar Rp600 ribu) per perangkat untuk menggunakan aplikasinya menyusul adanya aturan baru yang menggantikan salah satu aturan yang dianggap anti-kompetitif.

Pengenaan biaya tersebut berlaku pada 29 Oktober untuk setiap model smartphone atau tablet baru yang diluncurkan di Area Ekonomi Eropa (EEA) dan menjalankan sistem operasi Android milik Google.

Pages