20 August 2019

Google

Google Segera 'Bunuh' Aplikasi Inbox

KONFRONTASI- Google akhir Maret ini akan mengakhiri layanan email melalui aplikasi Inbox dan bakal fokus mengembangkan Gmail sebagai layanan surat elektronik bagi semua orang.

''Kami ucapkan selamat tinggal kepada Inbox pada akhir Maret 2019,'' kata Google dalam laman Inbox, dikutip Kamis. Pesan yang sama pernah disampaikan Manajer Produk Gmail Matthew Izatt pada September 2018 lalu.

Gandeng KPU, Google Indonesia Tangkal Hoaks Pemilu

Konfrontasi - Jelang pemilihan umum (pemilu) Google Indonesia bersama, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan organisasi pemantau dan pemerhati pemilu mengajak seluruh lapisan masyarakat jeli terhadap segala berita palsu. Pihak Google juga turut aktif melakukan langkah-langkah menangkal konten yang memuat berita palsu.

Uni Eropa Kembali Denda Google Rp24 Triliun

Konfrontasi - Regulator Antimonopoli Uni Eropa menjatuhkan sanksi kepada Google Inc sebesar 1,49 miliar euro atau sekitar Rp24 triliun karena dianggap telah mempersulit iklan dari pihak pesaing.

Ini merupakan sanksi ketiga bagi Google di Eropa selama dua tahun terakhir, demikian lapor BBC.

Dalam kasus denda terbaru, Google dituding menyalahgunakan dominasinya di ranah mesin pencari untuk mempersulit tampilan iklan dari para pesaing mulai 2006 hingga 2016.

Tak Perlu Bayar, Ini Cara Bersih-bersih Google Drive dengan Mudah

Konfrontasi - Bagi sebagian besar pengguna internet, layanan penyimpanan awan Google Drive kini sudah menjadi bagian yang tak bisa dipisahkan. Google Drive menjadi tempat di mana para pengguna menyimpan dokumen penting seperti foto, video, maupun file lainnya.

Layanan Google Drive ini diberikan secara cuma-cuma untuk para pengguna, tetapi kapasitasnya dibatasi maksimal hanya 15 GB. Jika ingin kapasitas lebih besar, ada biaya bulanan yang harus dibayar.

Google Luncurkan Stadia, Platform Game Berbasis Cloud

KONFRONTASI-Google telah meluncurkan platform terbarunya, Stadia -bentuk jamak dari kata "stadium". Platform ini merupakan infrastruktur berbasis cloud (komputasi awan) tempat pengembang game dapat menulis dan mendesain game untuk dijalankan secara langsung di pusat data perangkat keras Google.

Stadia membuka kemungkinan untuk game berbasis cloud yang secara teknis "mengalirkan" permainan ke pengontrol dan tampilan. Platform akan memungkinkan Anda untuk bermain game di layar apa pun yang memiliki akses ke platform.

Laman GSM Arena menyebutkan, plarform yang dimaksud termasuk TV, laptop, smartphone, dan tablet. Google sendiri membangun Stadia dengan tujuan membuat game tersedia dalam resolusi 4K dan berjalan pada 60 frame per detik. Plus full audio surround penuh. Fitur itu cukup luar biasa, terutama saat game akan 'dialirkan'.

"Mountain View" menyatakan, Stadia akan mencabut batasan pada game yang Google buat dan mainkan. Sehingga komunitas game dapat menikmatinya.

Google menjelaskan, Stadia akan membebaskan pemain dari keterbatasan perangkat keras PC dan konsol game. Alih-alih, Stadia akan menjalankan game di jaringan global pusat data Google dengan kekuatan komputasi tanpa batas yang dimiliki perusahaan.

Mereka mengklaim, pengembang game tidak lagi terbatas pada batasan komputasi dan akan dapat membuat permainan dengan "sumber daya yang hampir tidak terbatas". Google juga akan meluncurkan pengontrol permainan untuk digunakan dengan layanan yang disebut pengontrol Stadia.

Perangkat pengontrol memiliki tombol tangkapan layar khusus, pintasan Google Assistant, dan mikrofon internal. Alat juga memiliki dua joystick, empat tombol aksi, dan dua tombol bahu di kedua sisi.

 

Lampu Kuning Setengah Merah, Prabowo Pepet dan Salip Jokowi di GoogleTrends

KONFRONTASI- Pemilu 2019 telah menghadirkan dua kombinasi kompetisi baik di darat maupun di udara. Di dua wilayah itu para kandidat saling berebut pengaruh dan perhatian pemilih. Menariknya, dalam satu bulan terakhir Prabowo kian menempel Jokowi khususnya di mesin pencarian. Situasi ini menjadi peringatan keras bagi kubu Jokowi. Potensi terjungkal di Pemilu 2019 tidaklah mustahil.

Apple Tindak Tegas Aplikasi Internal Facebook dan Google

Konfrontasi - Apple secara tegas menghentikan sertifikat pengembang Facebook dan Google (aplikasi internal) berjalan di perangkat iOS.

Motif tindakan tegas Apple disebabakan Facebook menggunakan program distribusi aplikasi internal Apple untuk menyebarkan 'Facebook Research.'

Sementara itu, tindakan Apple terhadap Google karena terkait pendistribusian aplikasi VPN Screenwise Meter. Karena, VPN menawarkan pengguna iOS dan Android gift card sebagai imbalan karena telah menyerahkan data tertentu.

Google dkk Suntik Gojek Rp13,7 Triliun

Konfrontasi - Layanan aplikasi berbasis transportasi, Gojek, mengumumkan perolehan pendanaan fase pertama putaran Seri F yang dipimpin oleh Google, JD.com, Tencent, Mitsubishi Corporation dan Provident Capital. Nilai pendanaannya dikabarkan lebih dari US$1 miliar atau Rp13,7 triliun.

Dengan begitu, nilai valuasi perusahaan meningkat menjadi antara US$8 miliar atau mendekati Rp110 triliun hingga US$10 miliar atau Rp137,3 triliun.

Prancis Denda Google USD50 Juta atas Pelanggaran Data Pribadi

KONFRONTASI-Regulator telekomunikasi Prancis CNIL menjatuhkan denda sebesar 57 juta dolar AS kepada Google karena melanggar Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (GDPR) Eropa.

CNIL, seperti diberitakan Reuters, menyatakan raksasa teknologi dari Amerika Serikat tersebut gagal memberikan transparansi dan penjelasan pada pengguna mereka bagaimana mengelola data pribadi dan tidak meminta izin pengguna terkait iklan yang disesuaikan dengan selera konsumen.

Google Luncurkan Fitur anti-Spam di Android

Konfrontasi - Fitur perlindungan spam otomatis telah meluncur di aplikasi Pesan Android.
 
Fitur ini akan menganalisis pesan masuk pengguna untuk mendeteksi dan memfilter semua spam mulai datang ke beberapa pengguna.
 

Pages