20 July 2019

Golkar

Menuju Pilpres 2019: Kenapa Golkar Dominan Usung Jokowi, Ketimbang PDI Perjuangan?

KONFRONTASI - Partai Golkar terkesan lebih mendominasi dalam pencalonan kembali Joko Widodo ketimbang partai asal Jokowi sendiri yaitu PDI Perjuangan.

Selain lebih dulu dalam menentukan pencalonan Jokowi, Golkar juga lebih getol dalam menyeleksi Cawapres Jokowi untuk Pilpres 2019.

"Bagi perspektif kami, kami selalu membuka peluang kepada siapapun untuk berinteraksi pada Pak Jokowi. Silakan nanti Pak Jokowi yang menentukan nyaman atau tidaknya," kata politikus muda PDIP, Arteria Dahlan, kepada wartawan di gedung DPR, Jakarta, Selasa (13/3).

Airlangga Tak Berani Jamin Kader Golkar Bebas dari Korupsi

KONFRONTASI-Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto tidak mau berkomentar terkait ada beberapa peserta Pilkada diduga melakukan tindak pidana korupsi. Dia berharap kadernya yang maju dalam Pilkada 2018 bisa meningkatkan integritas dan tidak melanggar hukum.

Politikus Golkar Apresiasi Kinerja Polri Tangkap Penyebar Hoaks

KONFRONTASI - Hoaks bisa berimbas pada pelaksanaan Pilkada 2018 yang digelar di 171 daerah ataupun Pemilu 2019. Untuk itu, Ketua Komisi II DPR Zainudin Amali mengapresiasi langkah Polri menangkap grup penyebar hoaks dan ujaran kebencian Muslim Cyber Army (MCA) jelang Pilkada 2018.

“Salah satu yang kami anggap sebagai kerawanan dalam Pilkada Serentak 2018 adalah penyebaran berita-berita fitnah,” kata Amali di gedung DPR, Jakarta, Senin (5/3).

Amankan Suara Khofifah-Emil, Golkar Kerahkan Sayap Partai

KONFRONTASI-Partai Golkar menguatkan sayap partainya untuk mengamankan suara pasangan calon gubernur dan wakilnya Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak pada Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur (Pilkada Jatim) 2018.

Politikus Hanura Yuddy Chrisnandi Balik Lagi ke Golkar, Kenapa?

KONFRONTASI-Politikus Partai Hanura Yuddy Chrisnandi memutuskan kembali ke partai yang telah membesarkannya, Golkar.

Yuddy mengaku telah lama nonaktif dari Hanura sebelum memutuskan kembali ke Golkar.

"Sejak terpilih menjadi menteri Oktober 2014, saya sudah lebih dari 3 tahun nonaktif di Hanura," ujar Yuddy, Rabu (13/2).

Yuddy mengungkapkan dia kembali Golkar karena beberapa alasan.

Salah satunya keinginan dia untuk mengembangkan kariernya di dunia politik.

Ical Sebut Ada yang Ingin Pecah Belah Golkar, Siapa?

KONFRONTASI-Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) menyebut bahwa ada kelompok internal yang masih berupaya memecahbelah Partai Golkar lantaran tidak puas dengan susunan kepengurusan baru yang dibentuk Airlangga Hartarto.

"Ada satu masalah yang membuat saya khawatir. Masih ada satu kelompok yang masih belum puas pada kepengurusan Partai Golkar sekarang ini," kata Aburizal dalam acara syukuran Partai Golkar, pasca-mendapat Surat Keputusan Menkumham, di kediaman Airlangga Hartarto, di Jakarta, Sabtu (3/2/2018).

Bupati Jombang Kena OTT KPK, Begini Respon Golkar

KONFRONTASI-Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko tertangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Nyono yang juga politikus Partai Golkar itu langsung digelandang ke KPK setelah operasi tangkap tanga (OTT) oleh penyidik.

Terkait penangkapan itu, Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengaku masih menunggu penjelasan resmi dari KPK mengenai kasus yang menjerat Nyono.

Golkar 'Pede' Elektabilitasnya Terus Menanjak Hingga 2019

KONFRONTASI-DPP Partai Golkar optimistis elektabilitasnya akan terus mengalami peningkatan hingga pemilu legislatif dan Pemilu Presiden dilaksanakan 2019 nanti.

LSI Denny JA: Elektabilitas PDIP dan Golkar Tertinggi

KONFRONTASI-Lembaga survei LSI Denny JA menyebut Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Golkar sebagai dua partai yang saat ini memiliki elektabilitas tertinggi, bahkan melampaui tingkat keterpilihan mereka pada pemilu tahun 2014.

LSI Denny JA menarik kesimpulan itu berdasarkan hasil survei "Lima Isu Partai Politik Terkini di Tahun Politik" yang dilakukan selama 7-14 Januari 2018 terhadap 1.200 responden di 34 provinsi.

Diangkat Jadi Sekjen Golkar, Lodewijk: Saya Tidak Tahu Apakah Pak Luhut Ada Campur Tangan

KONFRONTASI-Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Lodewijk Paulus mengaku tidak mengetahui apakah ada campur tangan Luhut Binsar Panjaitan sehingga bisa menjadi pengganti Idrus Marham.

Karena itu, Lodewijk pun membantah terpilihnya dia sebagai sekjen karena campur tangan Luhut. Yang jelas, tegas Lodewijk, Luhut adalah komandannya.

"Saya tidak tahu apakah Pak Luhut ada campur tangan, tapi yang jelas beliau komandan saya," kata Lodewijk di DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (22/1).

Pages