18 July 2019

Golkar

Jika Ini Terjadi, Ical Bakrie Sangat Mungkin Terlempar dari Golkar

KONFRONTASI - Dalam kacamata pengamat, siapapun yang kalah pada pilpres 2014 nantinya akan dijauhi, dan ditinggal oleh kawan dan koalisi partainya."Saya kira itu fenomena yang wajar terjadi dalam dunia politik," kata pengamat politik Burhanuddin Muhtadi di Universitas Paramadina, Jakarta Selatan, Kamis (17/7/2014).

Melihat perkembangan formulir C1 yang sudah direkap, jelas Burhanuddin, kekalahan duet Prabowo-Hatta sudah di depan mata. Makanya, partai pendukung Koalisi Merah Putih, seperti Golkar, akan segera beralih ke kubu lainnya.

Kata Siti Zuhro, Selama dipimpin Aburizal, Golkar akan tetap di Koalisi Merah Putih

KONFRONTASI-Pengamat politik Siti Zuhro berpendapat, Partai Golkar akan tetap bersama Koalisi Merah Putih meski pasangan calon presiden-wakil presiden, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, kalah dalam Pemilu Presiden 2014. Setidaknya, ujar dia, selama ketua umum partai ini masih Aburizal Bakrie.

“Selama Golkar masih dipegang Ical, saya yakin Golkar masih akan tetap berada di dalam koalisi,” kata Siti ,Selasa (15/7/2014). Dia mengatakan, sifat serta pendirian Aburizal yang keras menjadi alasan Partai Golkar akan tetap mendukung Koalisi Merah Putih.

Kader Golkar Yang Minta Ical Mundur Cuma Bisa Mangap

KONFRONTASI - Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie sudah mengetahui ada upaya yang bertujuan ia dilengserkan dari jabatan pimpinan puncak partai beringin. Namun, menurut dia, kelompok itu hanya itu tidak punya kekuatan untuk mendorong pelaksanaan Munas. "Mereka yang omong itu tidak punya kekuasaan. Mereka cuma mangap saja," ujar ARB di kantor PBNU, Jakarta.

Ia menyatakan, Selasa 15 Juli 2014, tidak khawatir dengan desakan-desakan yang muncul dari sekelompok kader Golkar tersebut.

Golkar Merapat ke Jokowi, Kata Pengamat

KONFRONTASI - Partai Golkar akan mengalami dinamika internal yang berujung pada suksesi kepemimpinan. Dengan sejarah Partai Golkar yang tidak pernah menjadi oposisi, maka peluang besarnya suksesi kepemimpinan di Partai Golkar akan diarahkan untuk mendukung pasangan Jokowi-JK di pemerintahan lima tahun mendatang. “Golkar tidak pernah berada di luar kekuasaan, sehingga pasti akan memainkan politik baru,” kata  Pengamat politik dari Universitas Airlangga, Haryadi, Selasa (15/7).

Kata Pengamat, Golkar Berpotensi Rusak Citra PDIP dan Jokowi

KONFRONTASI-Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah, Saiful Umam, menilai tidak menutup kemungkinan Golkar akan merapat kepada pasangan Jokowi-JK yang telah memenangkan Pemilihan Presiden versi hitung cepat (Quick Count). Menurut Saiful Umam, gejala tersebut sangat munkin terjadi mengingat Partai Golkar selalu berada dalam pemerintahan sejak lahir di masa Orde Baru.

Dipecat Golkar, Nusron Wahid Tantang Ical Pecat JK

KONFRONTASI - Nusron Wahid tidak terima dirinya diberhentikan dari posisinya sebagai Wakil Bendahara Umum Partai Golkar. Menurut Nusron, akan adil apabila elite partai berlambang pohon beringin itu memecat Jusuf Kalla terlebih dahulu, karena dia jadi calon wakil presiden yang tidak didukung Golkar.

"Kalau kita menggunakan azas persamaan hukum harusnya yang dipecat pertama Pak JK, mantan ketua umum Golkar, anggota Golkar, mencalonkan diri sebagai wakil presiden," kata Nusron dalam konfrensi pers di Apartemen Senopati, Jakarta Selatan, Selasa 24 Juni 2014.

Golkar Diminta Fokus Menangkan Prabowo-Hatta

KONFRONTASI - Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Agung Laksono meminta partai Pimpinan Abirizal Bakrie fokus pada pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa ketimbang memecat kader-kadernya yang dianggap tidak loyal.  Agung menyayangkan keputusan pencopotan beberapa kader partainya yang mendukung calon presiden dan wakil presiden, Joko Widodo-Jusuf Kalla. Agung sendiri mengaku tak mengetahui soal pencopotan beberapa kadernya itu.

Golkar Tegaskan, Jusuf Kalla Dipecat Presiden Gus Dur karena Korupsi

KONFRONTASI-Partai Golkar menyayangkan tindakan Jusuf Kalla (JK) dalam debat capres beberapa hari lalu itu. Ketika itu, JK membuka perdebatan ke arah penyerangan pribadi Prabowo Subianto.

Menurut dia, tindakan itu tidak produktif bagi pembangunan Indonesia ke depan. Karena seharusnya debat lebih mengedepankan visi, misi, konsep, dan program konkret untuk rakyat Indonesia.

Fahmi Idris: Suara di Sumbar Didominasi Prabowo-Hatta

Fahmi Idris

KONFRONTASI-Politisi senior Partai Golkar Fahmi Idris mengingatkan perolehan suara Joko Widodo dan Jusuf Kalla di Sumatera Barat dalam Pilpres 9 Juli 2014 nanti akan berat, karena tidak sedikit masyarakat di wilayah itu yang mendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

"Dari hitung-hitungaan sementara dikatakan untuk Jawa relatif aman, Kalimantan pun begitu, Sulawesi dan ke timur termasuk Bali, NTB, NTT juga. Yang berat ini Sumatera Barat," kata Fahmi Idris disela-sela acara Deklarasi Relawan Hijau Hitam Nusantara Pro Joko Widodo dan Jusuf Kalla, di Jakarta, Jumat malam.

Merapat ke Prabowo-Hatta, Langkah Golkar Dinilai Tepat

KONFRONTASI--Kebijakan DPP Golkar berkoalisi mendukung pencalonan Prabowo Subianto - Hatta Rajasa sebagai calon presiden dan wakil presiden dinilai sudah tepat.

Ketua DPD PG Nusa Tenggara Timur (NTT) Ibrahim Agustinus Medah menilai langkah Ketua Umum PG  Aburizal Bakrie (Ical) yang merapat ke pasangan Prabowo-Hatta sebagai bukti dirinya menjalankan amanah Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dengan baik. 

Pages