22 January 2017

Golkar

Politikus Golkar Ragukan Jokowi-Ahok Bersanding di Pilpres 2019

KONFRONTASI-Koordinator Bidang Hukum dan Politik DPP Partai Golkar, Yorrys Raweyai ragu jika Basuki Tjahja Purnama yang kini tengah bertarung di Pilkada DKI Jakarta, diprediksi akan mencalonkan diri sebagai capres atau cawapres pada Pilpres 2019.

“Kecil kemungkinan itu. Saya pikir ideal melihat calon-calon ini. Enggak mungkin mereka akan mencalonkan diri,” kata Yorrys di Kantor DPP Partai Golkar, Senin (16/1/2017).

Ia menanggapi pertanyaan soal keengganan Basuki menjawab pertanyaan terakhir moderator saat debat Pilkada, Jumat (13/1/2017) lalu.

Digusur dari Ketua DPR, Ade Komaruddin Ikhlas: Novanto Cs Tak Perlu Khawatir

KONFRONTASI - Politisi Partai Golkar Ade Komarudin tidak akan mempermasalahkan janji DPP Partai Golkar yang dipimpin oleh Setya Novanto untuk memberikan posisi terbaik baginya pasca digusur dari jabatan Ketua DPR.

Akom juga tidak mempermasalahkan kontradiksi di balik pergantiannya sebagai Ketua DPR karena Partai Golkar disisi lain ikut mendorong dan menyetujui dijatuhinya keputusan bersalah oleh Mahkamah Kehormatan Dewan  (MKD) terhadap dirinya.

Politikus Golkar: Aksi 412 Bikin Malu

KONFRONTASI-Aksi Parade Kita Indonesia 412 (PKI 412) menuai kritik keras dari Politisi Muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia. Menurutnya, aksi yang digelar bersamaan dengan Car Free Day (CFD) di Bundaran Hotel Indonesia (HI) justru telah mencoreng ke-Indonesiaan.

"Aksi Parade Kita Indonesia 412 (PKI 412) yang digelar tadi pagi justru telah mencoreng ke-Indonesiaan kita," kata Doli dalam rilisnya, Minggu (4/12).

Ade Komaruddin Galang Dukungan Lawan Putusan MKD DPR: Gusti Allah Tidak Tidur

KONFRONTASI - Dicopot dari Ketua DPR, Ade Komaruddin akan menggalang dukungan untuk meluruskan keputusan Majelis Kehormatan Dewan (MKD) pada dirinya.

Pria yang akrab disapa Akom ini menilai terdapat kekeliruan dari penilaian MKD yang menyebut dirinya melakukan dua pelanggaran ringan dan diakumulasi menjadi pelanggaran sedang, yang berujung pencopotanan dirinya dari jabatan ketua DPR RI

Aksi 412 Upaya Pecah Belah Rakyat?

KONFRONTASI- Politisi muda Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, melontarkan kritik tajam atas rencana aksi 412 yang akan dilaksanakan hari ini. Aksi tersebut menurutnya seakan pemerintah bersama pendukungnya memang ingin berhadapan langsung dan menebar kebencian terhadap Ummat Islam.

Lebih parah lagi, sambung Doli, terkesan pemerintah berupaya memecah belah rakyat dengan ikut mengumpulkan dan melibatkan massa. Pemerintah juga terkesan mengalihkan isu penistaan agama ke isu anti kebhinnekaan, dan mengadu warga dengan ummat Islam.

Aksi 412 Terkesan Ingin Tandingi Aksi 212

KONFRONTASI-Politikus Golkar Ahmad Doli Kurnia menilai aksi 412 harus menjadi perhatian terhadap pemerintah Jokowi dan pendukungnya saat ini.

Doli mempunyai kesan kuat yang muncul dari aksi 412 merupakan upaya kembali membuat tandingan terhadap Aksi Bela Islam yang terus membesar dan meluas dukungannya. 

"Setelah berbagai upaya penggembosan berkali-kali dan di mana-mana dilakukan terhadap Aksi Bela Islam yang gagal, termasuk Parade Bhinneka Tunggal Ika, sekarang pemerintah mencoba lagi dengan Aksi 412," kata Doli melalui pesan singkat, Minggu (4/12/2016).

Novanto Kembali Pimpin Parlemen, Kegaduhan Berpotensi Menyeruak

KONFRONTASI-Kehadiran Novanto sebagai pimpinan parlemen dinilai akan berujung polemik dan kontroversi yang berkepanjangan.

“Kesejukan politik bisa berganti gaduh jika polemik dibiarkan meluas akibat pergantian ketua DPR oleh Setya Novanto,” ungkap pengamat politik dari Univeristas Islam Negeri Jakarta Adi Prayitno.

Apalagi ia menilai usulan pergantian ketua DPR oleh Golkar dilakukan mendadak dan terkesan dipaksakan. Ia khawatir langkah ini memantik spekulasi publik, terutama mengaitkan latar belakang minor Setya Novanto.

Apa Salah Akom Hingga Harus Digantikan Novanto?

KONFRONTASI-Setya Novanto akan kembali dtempatkan sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berdasarkan Keputusan rapat pleno terbatas Dewan Pimpinan Pusat Partai Golongan Karya (Golkar). Hal ini kontan saja mengejutkan sejumlah kader. Politikus muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia pun sempat bingung, ada apa gerangan sehingga Ade Komarudin yang baru 11 bulan menjabat Ketua DPR harus diganti.

"Apa kesalahan Akom (Ade Komarudin) sehingga harus diganti," kata Ahmad Doli kepada wartawan, Selasa (22/11/2016).

NasDem Yakin Masyarakat Menolak Setya Novanto kembali Jadi Ketua DPR

KONFRONTASI - Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, Taufiqulhadi, Senin (21/11), menyatakan partainya keberatan dengan keputusan Golkar yang akan kembali mengusulkan Setya Novanto menjadi Ketua DPR RI menggantikan Ade Komaruddin. Apalagi, Akom sapaan akrab politikus Golkar tersebut, selama ini bekerja baik.

"Kalau menurut saya, apa yang sedang memimpin sekarang ini sudah baik, misalnya sekarang kepemimpinan Pak Ade. Jadi kita tidak perlu lagi kita meributkan, merecoki persoalan-persoalan tersebut," ujarnya

PDI Perjuangan dan Golkar Masih Solid Dukung Ahok Tersangka Penista Agama

KONFRONTASI - PDIP dan Golkar merapatkan barisan untuk tetap memenangkan Pilkada DKI, meski Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri atas kasus dugaan penistaan agama.

Kebulatan tekad itu disampaikan usai Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto berkunjung ke kediaman Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, (20/11).

Pages