28 February 2020

GNPF Ulama

GNPF Ulama Anggap Keputusan Jokowi Pilih Maruf Amin Cerdas

KONFRONTASI-Ketua GNFP Ulama Yusuf Martak tetap meminta agar Prabowo Subianto memilih ulama untuk menjadi pendampingnya di Pilpres 2019 mendatang.

Yusuf bahkan membandingkan pilihan Joko Widodo yang resmi mengangkat Maaruf amin sebagai calon wakil presidennya di Pilpres 2019 nanti. 

"Saya dengar Jokowi saja sudah pilih ulama. Jokowi cerdas masa kita enggak," kata Yusuf saat menyampaikan keterangannya di Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis (8/8).

GNPF Ulama dan Tokoh Nasional Rekomendasikan Prabowo Capres 2019

KONFRONTASI -  Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama dan Tokoh Naisonal sepakat merekomendasikan Prabowo Subianto sebagai calon presiden 2019. Kesepakatan itu diambil GNPF dari hasil Ijtima.

Ijtima juga merekomendasikan dua nama alternatif untuk mendampingi Prabowo Subianto sebagai cawapres, yakni Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri dan Ustaz Abdul Somad.

Ketua GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak, menjelaskan, dua rekomendasi capres dan cawapres itu juga sudah merupakan saran dan arahan Habib Rizieq Shihab.

GNPF Ulama: Sudahlah, Pak JK Sudah Cukup, Berikan Kesempatan Pada yang Lebih Muda


KONFRONTASI- Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) menyatakan tidak akan mendukung langkah Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk kembali maju sebagai calon wakil presiden di periode selanjutnya. Mereka mempersoalkan kinerja Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia di masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo yang dianggap menurun.

"Kalau saat ini pak JK tak ada perannya dan kinerja tak maksimal sebagai wapres," kata Ketua Umum GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak, di Hotel Menara Penisula, Jakarta, Sabtu (28/7).

Yusuf juga tidak mendukung ambisi JK yang mau menjadi pihak terkait, dalam gugatan terhadap masa jabatan presiden dan wakil presiden yang diajukan Partai Perindo di Mahkamah Konstitusi (MK). Menurut dia hal itu sama saja menghalangi peluang kalangan muda dalam kancah politik nasional.

"Sudahlah, Pak JK sudah cukup [untuk maju kembali sebagai cawapres]" ujar Yusuf. 

Yusuf menyatakan pihaknya memiliki berbagai pertimbangan untuk tak mendukung JK meski Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu memiliki kedekatan dengan kelompok Islam. Menurut dia JK seharusnya dapat memberikan kesempatan dan melakukan regenerasi politik bagi kalangan yang lebih muda untuk memimpin Indonesia selanjutnya.

"Berilah kesempatan bagi yang lebih muda yang diberikan kemampuan," kata Yusuf.

Ia justru memuji kinerja JK sebagai wapres saat mendampingi SBY di periode masa jabatan 2004-2009 lalu ketimbang saat ini.

"Karena waktu Pak JK berpasangan dengan pak SBY itu kami sangat banyak menaruh respek," katanya.

Terduga Penghina Habib Rizieq dan Prabowo Ditangkap, GNPF Ulama Puji Kinerja Polri

KONFRONTASI - Polri berhasil meringkus penyebar hoax melalui sejumlah situs yang menyerang pimpinan Front Pembela Islam (FPI) M. Rizieq Shihab, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Presiden Joko Widodo, hingga Kapolri Jenderal Tito Karnavian.