20 November 2019

GNPF MUI

GNPF MUI akan Gelar Halalbihalal Alumni 212, Apakah Jokowi Diundang?

KONFRONTASI -  Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI akan menggelar acara halalbihalal. Acara akan mempertemukan seluruh elemen yang tergabung dalam 'Aksi Bela Islam' yang dilakukan berjilid-jilid.

GNPF MUI Serukan Aksi Simpatik 55

Assalamu Alaikum wr wb. Salam Spirit 212.

Aksi Simpatik 55 adalah sebuah ekspresi sebagian umat Islam yang merasa terusik keadilannya akibat tuntutan ringan jaksa penuntut umum (JPU) dalam persidangan Kasus Penodaan Agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Karenanya, ini adalah aksi untuk mendukung independensi hakim dalam persidangan kasus penodaan agama, untuk menjatuhkan hukum berdasarkan nurani.

Apapun Vonis Hakim Terhadap Ahok, GNPF MUI Minta Masyarakat Tidak Anarkis

KONFRONTASI-Apapun vonis yang diberikan majelis hakim  terhadap Basuki Tjahaja Purnama pada 9 Mei mendatang, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI), Bachtiar Nasir meminta masyarakat agar menerima dan tidak kecewa apalagi bertindak anarkis.

Jika merasa tidak mendapat keadilan atas putusan majelis hakim, kata Bachtiar, masyarakat tidak perlu melakukan apa pun, apalagi tindakan yang anarkis.

"Kami berprasangka baik. Apa pun yang diputuskan pasti baik juga bagi kami, dan masyarakat tidak perlu melakukan tindakan apa pun," kata Bachtiar di gedung Komisi Yudisial, Jakarta, Kamis (4/5)

Bachtiar lalu menjelaskan bahwa GNPF MUI memberi dukungan kepada majelis hakim agar dapat memberi putusan yang adil kepada Ahok. 

Dukungan yang dimaksud berupa doa bersama yang dilakukan GNPF MUI bersama peserta aksi 5 Mei 2017 di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Peserta Aksi 55 akan berdoa bersama agar majelis hakim penegak hukum diberi kekuatan sehingga dapat memberi vonis yang seadil-adilnya. Dia yakin kegiatan doa bersama tidak akan berakhir sia-sia.

"Kami yakin dari berjuta manusia yang datang pasti ada yang dikabulkan doanya," kata Bachtiar.

Bachtiar kemudian mengucapkan terima kasih kepada kepolisian yang telah memberi ruang kepada GNPF MUI untuk menggelar Aksi 55. 

Selain itu, dia pun mengapresiasi pihak kepolisian karena bersedia mengirim anggotanya untuk mengawasi jalannya aksi.

Umat Islam Jangan Mau DIbenturkan dengan Pemerintah, Sebut GNPF MUI

KONFRONTASI -  Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), Bachtiar Nasir menghimbau agar umat muslim jangan memusuhi Pemerintah.

Sebab lanjut dia, tidak sedikit pejabat pemerintahan saat ini adalah kaum muslim yang juga umat Baginda Rasullulah SAW.

“Untuk itu, jangan mau umat Islam dibenturkan dengan pemerintah,” kata Bachtiar di pusat kegiatan Aksi 112, Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (11/2).

Bachtiar Nasir: Umat Islam Jangan Mau Dibenturkan dengan Pemerintah

KONFRONTASI - Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), Bachtiar Nasir, mengatakan, pemerintah bukan musuh karena di dalam pemerintahan juga banyak muslim.

"Untuk itu, jangan mau umat Islam dibenturkan dengan pemerintah," kata Nasir, di pusat kegiatan Aksi 11 Februari (112), di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu.

Dia mengatakan, pemerintah juga saudara umat Islam. Jika sampai berpecah-belah antara umat Islam dan pemerintah artinya pengadu domba berhasil.

Temui Wiranto, GNPF MUI Minta Diperlakukan Adil Terkait Aksi Zikir dan Doa 112

KONFRONTASI - Tim Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI  menemui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto. Pertemuan yang berlangsung sejak 09.30 sampai 10.30 WIB ini tidak dijadwalkan dalam agenda harian Menko Polhukam.

Ketua Tim Advokat Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, Kapitra Ampera

mengatakan, keduanya hanya membahas terkait pemerataan kesejahteraan. Kapitra mengingatkan agar tak ada perbedaan perlakuan terhadap warga Indonesia.

Bela Kiai Ma'ruf, GNPF MUI: Umat Jangan Anarkis, Aparat Harus Tegakkan Hukum Seadil-adilnya

KONFRONTASI-Massa Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) MUI dan Forum Umat Islam (FUI) mendatangi kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) di jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat (3/2/2017) kemarin. Mereka memberikan dukungan moral kepada Ketum MUI KH Ma'ruf Amin yang mendapat perlakuan tidak pantas saat menjadi saksi di sidang kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

GNPF MUI Minta Ahok Jangan Dibiarkan Bebas Lagi, Segera Ditahan

KONFRONTASI  -   Pernyataan terdakwa kasus dugaan penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang akan mempersoalkan kesaksian Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin ke ranah hukum memantik reaksi sejumlah pihak.

Kali ini, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) beserta ormas Islam lainnya menyambangi Kantor MUI di Jalan Proklamasi, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (3/2/2017), untuk memberi dukungan kepada Rais Aam PBNU itu. Kedatangan organisasi pengawal fatwa MUI ini disambut Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas.

GNPF MUI Akan Tuntut Perdata dan Pidana Penyebar Chatting Mesum

KONFRONTASI - Pembuat dan penyebar chatting mesum yang dituding dilakukan Habib Rizieq Shihab terancam dilaporkan ke Polisi. Menurut Kapita Ampera dari Tim Advokasi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, pihaknya telah mengantongi nama-nama yang diduga pelaku pembuat dan penyebar video di Youtube tersebut.

"Kita akan laporkan yang membuat video dan menyebarkannya. Akan kita tuntut pidana atau perdata. Kita sedang rapat dengan tim yang dipimpin Nasrullah (Nasution)," kata dia seperti diberitakan RMOLJakarta.com, Senin (30/1).

Pesan Buat GNPF MUI dan Elite Bangsa: Percepat Konsolidasi Akbar Lawan Kriminalisasi Ulama!

Bila terlambat melakukan konsolidasi lintas ormas Islam dan elite bangsa maka operasi sapu bersih berupa kriminalisasi terhadap Habib Rizieq, FPI, HTI dan MUI akan berjalan mulus.

Selain upaya pendekatan melalui perimbangan opini dan jalur hukum, gerakan konsolidasi kekuatan massa rakyat untuk melindungi ulama menjadi sangat penting dan mendesak.

Pages