29 April 2017

gerindra

Hak Angket KPK Dipaksakan, Fraksi Gerindra Walk Out

KONFRONTASI -   Partai Gerindra punya alasan kuat di balik sikap walk out anggota fraksinya dari rapat paripurna DPR RI (Jumat, 28/4) yang membahas hak angket untuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Sejak awal Gerindra menolak hak angket terhadap KPK. Apalagi, dalam prosesnya, kami mencium angket ini dipaksakan," tegas Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade, saat dihubungi, Sabtu (29/4).

Menurutnya, keputusan pimpinan rapat paripurna yang mengesahkan penggunaan hak angket tampak sangat terburu-buru.

Gerindra Tolak Angket Terhadap KPK, Ini Alasannya!

Sekretaris Fraksi Gerindra di DPR Fary Djemi Francis

KONFRONTASI-Usulan hak angket terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang digulirkan Komisi III DPR dianggap berpotensi mengganggu kerja pemberantasan korupsi. Karenanya, Sekretaris Fraksi Gerindra di DPR Fary Djemi Francis menyatakan pihaknya menolak usulan tersebut.

"Sikap fraksi clear, menolak rencana pansus," ujar Fary di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (27/4/2017).

Persoalan Etika, Alasan Gerindra Tolak Dukung Ridwan Kamil

KONFRONTASI-Partai Gerindra dipastikan tidak akan mengusung Wali Kota Bandung Ridwan Kamil sebagai bakal calon gubernur dalam Pilkada Jabar 2018 mendatang.

Salah satu alasan kuat tertutupnya pintu dukungan Gerindra untuk Ridwan Kamil adalah deklarasi yang dilakukan oleh Partai Nasdem kepada orang nomor satu di Kota Bandung tersebut.

Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, dianggap menyalahi etika dalam berpolitik kepada partai yang mendorongnya ke Pilkada Kota Bandung 2013 lalu.

"Persoalannya adalah etika. Bulan Februari lalu Pak Ridwan Kamil mengakui perahunya Gerindra dan tidak akan pernah melupakan Gerindra, bahkan mempersilakan Gerindra mengklaim keberhasilannya. Beliau katakan itu saat hadir pada ulang tahun Gerindra di kantor DPD. Tiba-tiba beliau menerima pinangan untuk dideklarasikan bahkan hadir di deklarasi Partai Nasdem," kata Bucky Wikagoe, wakil ketua bidang OKK DPD Partai Gerindra Jawa Barat di D'Palm cafe, Jalan Lombok, Kota Bandung, Rabu (26/4/2017) malam.

Bucky menambahkan, DPD Partai Gerindra Jawa Barat tidak akan mempermasalahkan jika waktu itu Rudwan Kamil tidak hadir dalam deklarasi.

"Kalau pengakuannyaa tidak enak kalau tidak menghadiri (deklarasi), harusnya beliau juga merasa tidak enak kepada Partai Gerindra," ujarnya.

Selain itu, tertutupnya dukungan Partai Gerindra untuk Ridwan Kamil lantaran dapat dipastikan partai berlambang kepala burung garuda ini tidak akan berkoalisi dengan Partai Nasdem karena jelas misi keduanya sangat berseberangan.
Advertisment

"Nasdem mengajukan tiga syarat kepada Ridwan Kamil, di antaraanya adalah tidak bergabung (menjadi kader) di parpol dan mendukung Jokowi menjadi Presiden RI 2019, ini yang sangat mengganggu Gerindra.

Pilgub Jabar, PKS-Gerindra Kembali Bersekutu

KONFRONTASI-Menghadapi Pilkada Jabar 2018 mendatang, Partai Gerindra dipastikan kembali menjalin koalisi bersama Partai Keadilan Sejahtera ( PKS).

"Kalau bahasa kita (Partai Gerindra) sama PKS itu sekutu. Kayanya sudah susah dipisahkan," kata Mulyadi, ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat di Bandung, Rabu (26/4/2017) malam.

Mulyadi berharap, persekutuan Partai Gerindra bersama PKS bisa mengulang kesuksesan pemenangan pasangan Anies-Sandi di Pilkada DKI Jakarta.

"Frekuensi Jakarta akan kita copy paste ke daerah," ungkap Mulyadi.

Polisi Kejar Penyebar Foto Mesum Mirip Keponakan Prabowo

KONFRONTASI-Kasus penyebaran foto porno dengan sosok mirip politikus muda Partai Gerindra, Aryo Djojohadikusumo, mendapat perhatian serius dari pihak kepolisian.

Pengusutan kepolisian tidak hanya akan dilakukan terhadap putra dari konglomerat Hasjim Djojohadikusumo itu. Polisi juga akan mencari pihak yang menyebarluaskan foto mirip keponakan dari Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, itu.

Prabowo: Terima Kasih Pada yang Sudah Bagi-bagi Sembako

KONFRONTASI-Ketua umum partai Gerindra Prabowo Subianto mengapresiasi pada pihak yang telah memberikan sumbangan cuma-cuma pada masyarakat sebelum hari pencoblosan.

"Saya ucapkan terima kasih buat yang telah bagi-bagikan sembako," sindir mantan Danjen Kopassus itu dalam konferensi persnya di Kertanegara Jakarta, Rabu (19/04/2017).

Yang jelas, lanjut dia, dirinya menghargai pemberian sembako tersebut pada masyarakat.

"Kita sih inginnya kalau bisa mereka terus kasihnya… hahhaha," seloroh Prabowo.

Politikus Gerindra: Hak Imunitas DPR Ada Batasnya

KONFRONTASI-Hak imunitas DPR merupakan hak kekebalan dalam menyampaikan pendapat. Hal itu dikatakan Politikus Partai Gerindra Nizar Zahro. Terkait kasus pencekalan, Nizar lebih dapat menerima penjelasan pakar hukum.

"Saya pikir pakar hukum kan sudah jelas itu seperti Yusril dan juga dengan pakar hukum lainnya. Kalau masalah itu kita mengikuti pakar hukum itu saja. Jadi hal-hal tertentu itu bisa dipakai untuk hal tertentu yang tidak bisa dipakai," ujar Nizar di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (13/4/2017).

Politikus Gerindra: Jokowi Itu Tidak Paham Agama, Ucapkan Kalimat "Allah" Saja Selalu Salah

KONFRONTASI-Pernyataan Presiden Jokowi agar tidak mencampurkan urusan politik dengan urusan agama dinilai sebagai bentuk ketidakpahamannya dalam beragama.

Hal itu disampaikan politikus Gerindra Muhammad Syafi’i, di Jakarta, Jumat (31/3).

“Jokowi itu kan tidak paham agama, dari pengucapan kalimat Allah yang selalu salah, ketika menjadi imam bacaan al fatihahnya juga salah, sampai statmennya saat di Sumatera Utara pun yang memisahkan agama dan politik,” kata Syafi’i.

Ini Alasan Gerindra Tolak Usung Ridwan Kamil

KONFRONTASI-Ridwan Kamil kemungkinan besar tidak diusung Gerindra pada Pilkada Jabar 2018 mendatang. Pasalnya, wali kota Bandung itu dinilai telah menyimpang dari prinsip-prinsip yang dianut Gerindra.

Ketua Badan Pemenangan Pemilihan Umum Daerah Partai Gerindra Jabar Sunatra mengungkapkan, keberatan pihaknya terkait deklarasi dukungan Partai NasDem kepada pria yang akrab disapa Emil itu.

Menurut dia, salah satu syarat dari NasDem dalam memberikan dukungan tersebut sangat bertentangan dengan prinsip Gerindra.

Usung Ridwan Kamil, Nasdem Dianggap Krisis Kader

KONFRONTASI-Partai Gerindra tak ingin buru-buru mengusung sikap untuk Pilkada Jawa Barat, tahun depan.Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra Ahmad Riza Patria pun melempar kritik kepada Nasdem yang terkesan buru-buru mendeklarasikan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil atau Emil untuk maju ke Pemilihan Gubernur Jawa Barat.

Ia menilai Nasdem seperti krisis kader mumpuni sehingga mendeklarasi Ridwan Kamil meski perhelatan Pilkada Jabar baru digelar Juni 2018.

Pages