22 April 2018

gerindra

Pilpres 2019: Koalisi PKS dan Gerindra Belum Final?

KONFRONTASI - Sekjen PKS Mustafa Kamal menyebut bahwa pengumuman resmi nama calon presiden yang akan diusung di Pilpres 2019 bisa jadi dilakukan saat perayaan ulang tahun atau milad PKS ke-20 di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat. Milad ini akan dirayakan pada tanggal 13 Mei.

"Pada waktu itu, kita berharap mudah-mudahan ada nama yang bisa kita sebut," ujarnya di Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (19/4) malam.

Gerindra Inginkan Prabowo Capres, Bukan King Maker

KONFRONTASI-Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Fauka Noor Farid, menegaskan, partainya hanya mengusung Prabowo Subianto sebagai capres pada Pemilu 2019.

Gerindra: Cabut Saja Perpres Tenaga Kerja Asing!

KONFRONTASI-Partai Gerindra meminta Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20/2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) dicabut. Pasalnya, Perpres itu dianggap mengganggu eksistensi warga Indonesia yang kemampuannya pas-pasan.

"Kalau menurut saya cabut aja itu Perpres," ungkap Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani di Manado, Sulawesi Utara, Minggu (15/4/2018).

Tags: 

Gerindra: Prabowo Bisa Tunjuk Tokoh Lain Sebagai Capres

KONFRONTASI-Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani mengakui jika Prabowo Subianto memiliki mandat menunjuk tokoh lain sebagai calon presiden dari partai berlambang kepala burung garuda itu.

Muzani menjelaskan, penunjukkan itu sesuai dengan AD/ART DPP Partai Gerindra karena Prabowo Subianto merupakan Ketua Dewan Pembina.

Waketum Gerindra: #2019GantiPresiden Bikin Kangmas Joko Panik dan Emosi

KONFRONTASI - Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono menyiapkan tagar yang lebih halus agar Presiden Joko Widodo tidak emosi dan panik terkait #2019GantiPresiden.

Dukung Prabowo, Adhyaksa Dault Gabung Gerindra

KONFRONTASI-Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga mantan Menpora di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Adhyaksa Dault hadir dalam Rakornas Partai Gerindra. Komisaris BRI itu kini sudah bergabung di bawah komando Prabowo Subianto.

Keberadaan Adhyaksa Dault pun dibenarkan oleh Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria. "(Sudah gabung) beberapa waktu lalu," ujar Riza Patria saat dihubungi, Rabu (11/4).

Pilihan Prabowo: Maju Capres atau jadi Share Holder/King Maker 2019?

KONFRONTASI- Prabowo Subianto tidak harus maju jadi calon presiden karena dia bisa jadi share holder/king maker dalam pilpres 2019. Prabowo tak perlu khawatir bahwa kursi Gerindra turun kalau dia tidak nyapres karena Prabowo bisa menyampaikan kepada kader dan konstituten pendukungnya bahwa Gerindra mau mencari sosok alternatif ke Pilpres 2019 kalau dirinya tidak bersedia maju jadi capres.

Pilpres 2019: PKS Masih Ngotot Sodorkan Sembilan Nama ke Gerindra

KONFRONTASI - PKS telah menyodorkan sembilan nama Capres atau Cawapres dari internal mereka untuk masuk dalam bursa Cawapres dari figur Capres yang diusung Gerindra.

Sembilan nama itu: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, mantan Presiden PKS Anis Matta, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al'Jufrie, mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring, Ketua DPP PKS Al Muzammil Yusuf, dan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.

#GantiPresiden2019: Gerindra dan PKS Harus Kompak Kalahkan Jokowi di Pilpres

KONFRONTASI - Direktur Centre For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi menilai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak bisa semata mengandalkan slogan #GantiPresiden2019. "Kalau PKS dan Gerindra ingin ganti presiden, harus kerja keras dan kompak. Dan bisa meyakinkan para aktivis pro demokrasi lain. bukan hanya bikin kaos atau mug dengan bahasa kampanye ganti presiden," tegasnya Sabtu (7/4).

Gerindra Dan PKS Akan Lebih Top Usung Sosok Yang Segar Di Pilpres 2019

KONFRONTASI - Gerakan tanda pagar (tagar) #gantipresiden2019 sejalan dengan keinginan mayoritas masyarakat yang memiliki hak pilih di negeri ini.

Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto menegaskan, hasil jajak pendapat beberapa lembaga survei akhir-akhir ini menunjukkan undicided voters yang 60 persen ingin sosok baru di Pilpres 2019.

Sebagian besar masyarakat Indonesia ingin Jokowi cukup satu periode karena memang mantan Walikota Solo itu dinilai telah gagal mendongkrak perekonomian bangsa.

Pages