23 May 2018

Gatot Nurmantyo

Pilpres 2019: Gatot Poros Ketiga, SBY Keempat?

KONFRONTASI - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mendukung kemunculan poros ketiga dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Fahri berharap ada poros keempat yang  bisa muncul di pemilihan presiden 2019 mendatang.

"Saya mengusulkan muncul poros keempat, saya mengusulkan Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono, red) bikinlah poros keempat. Pak Gatot (Gatot Nurmantyo, red) mau bikin poros ketiga misalnya ya silahkan saja, kalau bisa empat calon kan malah bagus," ujar dia di Jakarta, Rabu (9/5).

Gatot: Kalau Ada yang Larang Sampaikan Tema Politik di Masjid, Berarti Dia Tak Tahu Agama

KONFRONTASI-Mantan Panglima TNI, Jenderal (Purnawirawan) Gatot Nurmantyo, yakin pemerintah tidak akan melarang penyampaian tema-tema soal politik di mesjid-mesjid.

"Tidak mungkin pemerintah melarang itu, ndak mungkin. Itu hanya tanggapan-tanggapan," kata dia, seusai berbicara dalam Dialog Kebangsaan bertajuk "Menjaga Perdamaian dan Kesatuan Bangsa Indonesia" di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Jumat sore.

Menurut dia, jika harus dilarang, yang dilarang untuk disampaikan di mesjid adalah ujaran-ujaran yang mengadu domba serta menghasut ke arah yang tidak benar. "Kalau politik, politik itu tujuannya mulia, hanya disalahartikan saja," kata dia.

Ia mengatakan berbagai bidang ilmu mulai dari kedokteran, perbintangan, hingga politik seluruhnya ada di dalam Al-Quran. Oleh sebab itu, ia menilai aneh jika politik dilarang di mesjid, pasalnya surat-surat Al-Quran juga ada yang membahas mengenai pemerintahan.

"Sekarang gini, mesjid ini, contohnya akan melaksanakan shalat tarawih, di mana sepanjang bulan Ramadhan ini tarawihnya (membaca surat Al-Quran) sampai 30 juz. Di mesjid tidak boleh politik khan, imamnya membacakan surat An-Naml, surat semut, Nabi Sulaiman, itu khan (tentang) pemerintahan khan, (bisa) ditangkaplah dia," kata dia.

Selain itu, menurut dia, Nabi Muhammad SAW sebagai panutan umat Islam juga pernah menyampaikan soal politik dan pemerintahan di Masjid Nabawi, Madinah. Sehingga perlu dipertanyakan apabila ada pelarangan politik di Masjid.

"Jika ada yang melarang penyampaian politik di mesjid, satu, kalau dia umat muslim dia tidak tahu tentang agama. Kedua, kalau (dia) bukan umat muslim maka sok tahu agama Islam, khan gitu," kata dia.

Gerakan Poros Rakyat Lombok Timur Dorong Gatot Nurmantyo Maju Pilpres 2019

KONFRONTASI - Gerakan Poros Rakyat Lombok Timur  mendukung Gatot Nurmantyo  untuk maju Pilpres 2019. “Gatot Nurmantyo sudah menunjukkan keseriusanya membangun Indonesia dan membuktikan bahwa dirinya layak sebagai pemimpin di negeri ini.  Sejak dirinya menjabat sebagai prajurit angkatan bersenjata,  beliau sudah matang memahami Indonesia kedepan. Selain itu juga beliau dekat dengan ulama dan juga telah memberikan kontribusi banyak terhadap bangsa.” Kata , Koordinator Gerakan Porors Rakyat Lombok Timur, Abdul Muiz dalam siaran persnya (3/4/18).

Cinta Ulama, Gerakan Poros Rakyat Lombok Barat Dorong Gatot Nurmantyo Maju Pilpres

KONFRONTASI - Mantan Panglima TNI Gerakan mendapatkan dukungan Poros Rakyat Lombok untuk maju di Pilpres 2019.

“Bapak Gatot Nurmantyo adalah tokoh moderat dan cinta tanah air,” kata Saeful Fahmi, Koordinator Gerakan Poros Rakyat Lombok Barat, dalam siaran persnya yang diterima redaksi, Selasa (2/4).

Fahmi menilai Gatot Nurmantyo  cinta ulama dan itu modal kedepan membangun Indonesia dalam posisi semakin suram ini.

“Bapak Gatot Nurmantyo adalah tokoh pro ulama, apabila Ulama dan TNI bersatu, Indonesia akan kuat .” jelasnya.

Poros Rakyat Tanggerang Doakan Gatot Nurmantyo Maju Pilpres 2019

KONFONTASI - Gabungan masyarakat Tanggerang, Banten, yang tergabung dalam Poros Rakyat Tanggerang mendukung Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo maju di Peemilihan Presiden 2019.

“Kami masyarakat Tanggerang sangat mendukung Gatot Nurmantyo maju di pemilihan presiden mendatang.” kata Koordinator Poros Rakyat Tanggerang, Djunedi dalam siaran persnya yang diterima redaksi di Jakarta, (1/5).

Gerakan Poros Rakyat NTB Dukung Gatot Nurmantyo Maju Pilpres 2019

KONFRONTASI - Gerakan Poros Rakyat NTB mendukung Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

“Bapak Gatot Nurmantyo mewarnai semua kalangan terutama aspirasi Umat Islam, karena itu kami mendukung beliau (GN)” kata Suparman, Koordinator Gerakan Poros Rakyat NTB, dalam siaran persnya yang diterima redaksi di Jakarta, Senin (30/4).

Poros Rakyat Mesuji Lampung Dukung Gatot Nurmantyo Maju Pilpres

KONFRONTASI - Ribuan elemen masyarakat Kabupaten Mesuji, Lampung yang tergabung dalam Gerakan Poros Rakyat Mesuji akan mendekrasikan dukungan terhadap Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Rencananya deklarasi dukungan akan dilaksanakan akhir Mei di Mesuji, Lampung.

“Kami dukung Gatot Nurmantyo maju pilpres sebagai caprea 2019” kata Koordinator Poros Rakyat Mesuji, Baidi Trubus dalam siaran persnya yang diterima redaksi di Jakarta, Senin (30/4).

Soal Indonesia Bubar 2030, Pandangan Gatot Nurmantyo Sama dengan Prabowo

KONFRONTASI - Mantan Panglima TNI Gatot Nurmatyo mengutip ramalan Indonesia bubar tahun 2030 dalam novel Ghost Fleet karangan P.W Singer dan August Cole. Hal ini pun pernah dilakukan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Mungkin Pak Gatot punya pandangan yang sama (dengan Prabowo)," ujar Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon di Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (26/4).

Gatot Nurmantyo Batal Nyapres?

KONFRONTASI - Mantan Panglima TNI, Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo bersyukur dengan kepercayaan masyarakat dalam berbagai lembaga survei yang menyebut dia sebagai calon presiden alternatif di luar petahana Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum DPP Gerindra, Prabowo Subianto. "Terima kasih karena semua ini kan suara rakyat," ujarnya ketika dijumpai di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Rabu (25/4).

Soal Nyapres, Gatot Pasrahkan Pada Takdir Tuhan

KONFRONTASI-Gatot Nurmantyo mengaku menunggu takdir dan kehendak Tuhan terkait nasibnya sebagai capres pada Pilpres 2019. Gatot mengatakan hanya kuasa Tuhan yang dapat menentukan hal itu.

"Itu kuasa Tuhan. Tinggal bagaimana apakah saya cocok atau tidak. Saya sebut takdir, karena yang punya kuasa menunjukkan presiden 2019 itu adalah Allah SWT, agama pun keyakinannya seperti itu, apalagi saya," kata Gatot di Perpusnas, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (25/4/2018).

Pages