28 February 2017

Gatot Nurmantyo

Gatot Nurmantyo: Tahun Ini, TNI Konsentrasi Bersih-Bersih Korupsi

KONFRONTASI - TNI terus berkomitmen melaksanakan program Nawacita pemerintahan Presiden RI Joko Widodo dalam penanganan tindak pidana korupsi di dalam lingkungan TNI yang bekerja sama dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan), BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) dan Kepolisian RI, karena TNI tidak bisa bekerja sendiri dalam penanganan tindak pidana kejahatan korupsi yang semakin canggih

Jenderal Gatot: Kemajuan TNI Bergantung Pada Peningkatan Kapasitas dan Kapabilitas SDM

KONFRONTASI-Kemajuan TNI sangat bergantung kepada kompetensi dan kemauan para Perwira dalam menghadapi tantangan TNI ke depan yang semakin tidak ringan agar terus meningkatkan dan mengembangkan kapasitas dan kapabilitas diri serta kemauan untuk berbuat yang terbaik, tulus dan ikhlas untuk kemajuan TNI ke depan .

Panglima TNI Terima Kunjungan Commanding General USARPAC di Mabes TNI

KONFRONTASI-Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menerima kunjungan resmi Commanding General US Army Pasific (USARPAC) General Robert Brown dalam rangka mempererat hubungan dan kerja sama antara militer Indonesia dan Amerika Serikat, bertempat di Mabes TNI, Cilangkap Jakarta, Selasa (21/2/2017).

Dalam pertemuan tersebut, Panglima TNI menyampaikan bahwa, kunjungan ini merupakan suatu kehormatan bagi saya dan segenap jajaran TNI. “Pertemuan ini diharapkan dapat menghasilkan sesuatu yang lebih baik bagi peningkatan hubungan kerjasama militer kedua negara,” jelasnya.

Gatot Nurmantyo: Prajurit TNI Jangan Terpengaruh Politik Praktis

KONFRONTASI - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan kepada prajurit TNI jangan terpengaruh politik praktis pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak yang akan dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 15 Februari 2017.

Demikian dikatakan Panglima TNI saat memberikan pengarahan kepada 600 Prajurit Korps Marinir Wilayah Barat di Balai Prajurit Pasmar 2 Ksatrian Marinir Hartono Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (14/2/2017).

TNI Harus Jadi Pemersatu dan Perekat Kebhinekaan

KONFRONTASI - TNI harus menjadi pemersatu dan perekat kebhinekaan, sehingga apapun hasil dari Pilkada Serentak tahun 2017, negara tetap aman, suasana kondusif, damai, dan negara Indonesia terus mampu melanjutkan program-program pembangunan kedepan. Demikian dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada acara laporan Korps Kenaikan Pangkat 37 Perwira Tinggi TNI, di Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Selasa (14/2/2017).
 

Dukungan dan Pelayanan Kesehatan Harus Sesuai Kebutuhan Prajurit TNI

KONFRONTASI - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa, perkembangan dan perubahan kebijakan di bidang kesehatan TNI, secara langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh terhadap pola dukungan dan pelayanan kesehatan di lingkungan TNI.
 

Gatot Nurmantyo: Media Sumber Informasi dan Pendidikan Strategis

KONFRONTASI -  Insan Pers atau Media merupakan sumber informasi dan pendidikan yang memiliki peran penting dan strategis dalam rangka mewujudkan pembangunan nasional.
 
Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada acara Gala Dinner Hari Pers Nasional 2017 dengan tema “Pers dan Rakyat Maluku Bangkit dari Laut”, bertempat di Islamic Centre, Kota Ambon, Rabu malam (8/2/2017).
 

Patut Diduga, Pembelian Heli AW-101 Sebagai Upaya Percobaan Korupsi

KONFRONTASI-Meski kontrak pembelian telah dibatalkan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Helikopter AgustaWestland AW-101 ternyata tetap dikirimkan ke Indonesia. Heli VVIP itu kini telah berada di tangan TNI AU dan sedang diinvestigasi keberadaannya oleh TNI AU.

Anggota Komisi I DPR Ahmad Dimyati Natakusuma mengaku bingung dengan keberadaan heli tersebut. Ia pun meminta pertanggungjawaban Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) untuk menjelaskan keberadaan heli tersebut.

Kewenangan Dipangkas Permenhan, Jenderal Gatot Ibarat Panglima Tanpa Pasukan

KONFRONTASI-Keberadaan Peraturan Menteri Pertahanan (Permenhan) nomor 28 tahun 2015 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Pertahanan Negara dipersoalkan anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ahmad Muzani.

Politikus Partai Gerindra itu mengatakan, Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu harus mengkaji ulang Permenhan yang kini dipersoalkan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo itu. Sebab, Permenhan itu memang sangat janggal karena memangkas kewenangan Panglima TNI.

Panglima Tak Tahu Soal Rencana TNI AU Beli Heli AW-101, Kok Bisa?

KONFRONTASI-Terkait rencana pembelian helikopter Agusta Westland AW-101 oleh TNI AU, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengaku dirinya tidak mengetahuinya. Menhan Ryamizard Ryacudu menjelaskan rencana pengadaan heli itu berawal sejak diusulkan menjadi pesawat VVIP kepresidenan tahun 2015.

"Begini, itu dulu pesawat (untuk) kepresidenan. (Pengadaan) pesawat presiden itu melalui Setneg," ujar Rymizard seusai rapat kerja dengan Komisi I DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/2/2017).

Pages