19 February 2020

Gas

Mudik, Jangan Lupa Lepaskan Regulator Tabung Gas di Rumah

KONFRONTASI-PT Pertamina mengimbau pemudik agar melepaskan regulator tabung gas untuk mengantisipasi bahaya kebocoran gas saat meninggalkan rumah karena pulang kampung dalam jangka waktu yang lama.

Minyak Beraroma Gas Masih Menyembur di Ranto Peureulak

KONFRONTASI-Semburan minyak beraroma gas yang keluar dari titik sumur milik masyarakat di Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, masih mencapai 30 meter dari permukaan tanah, pascaledakan dan kebakaran.

Pertamina Impor Gas dari Aljazair?

KONFRONTASI - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar tengah bernegosiasi dengan perusahaan minyak dan gas bumi (migas) Sonatrach Oil asal Aljazair untuk menjajaki kemungkinan impor LPG.

"Ini sedang negosiasi langsung, karena tidak ada pihak ketiga maka kami harapkan bisa dapat harga spesial," kata Arcandra di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (13/3)

Kementerian ESDM Tetapkan Harga Gas Kota di Mojokerto Rp4.250 per Meter Kubik

Konfrontasi - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan harga jual gas bumi dari jaringan gas rumah tangga untuk wilayah Kota Mojokerto. Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan, harga jargas untuk wilayah kota ini sebesar Rp4.250 per meter kubik (m3). 

"Harga jargas untuk wilayah Jawa Timur khususnya Kota Mojokerto Rp4.250 per meter kubik," katanya melalui pers rilis, Sabtu (10/2/2018). 

Kado Pahit 2018: Subsidi Gas Dicabut, Rakyat Semakin Semrawut

Oleh: Lukman *

Saingi Pertamina, PT Vivo Klaim Harga Elpiji Miliknya akan Lebih Murah

Konfrontasi - Corporate Communication PT Vivo Energi Indonesia Maldi Aljufrie menyatakan pihaknya akan menjual elpiji kepada masyarakat luas setelah muncul dengan proyek SPBU-nya. Nantinya, elpiji tersebut akan dijual dengan harga yang lebih murah dibanding elpiji milik PT Pertamina.

"Melalui afiliasi atau anak usaha PT Vivo Energy yaitu PT Sierra Nusa Gas akan menjual LPG di kawasan awal yaitu Jawa bagian Timur," kata Maldi Aljufrie di Jakarta seperti dikutip Antara, Jumat (24/11/2017).

Rencana Pemerintah Sama Ratakan Harga Gas di Indonesia dapat Hadangan, Ini Alasannya

Konfrontasi - Indonesian Natural Gas Trader Association (INGTA) atau Organisasi Perusahaan Distributor Gas Alam Indonesia menyoroti rencana Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menyamakan harga jual gas ke seluruh Indonesia. 

Ketua INGTA Sabrun Jamil menilai, kebijakan itu dinilai kurang tepat diterapkan di Indonesia. Terlebih lagi di belahan dunia mana pun tidak ada negara yang memukul rata harga jual gas. Meski dipahami, tujuan pemerintah menyamakan harga jual gas di seluruh Indonesia, agar disparitas harga di seluruh Indonesia tidak terlalu besar. 

"Siapa yang akan menanggung selisih biaya dari satu tempat ke tempat yang lain. Bila ini tetap dibiarkan, maka akan membuat bisnis dan investasi di sektor infrastruktur dan distribusi gas akan sepi,” kata Sabrun dikutip dari keterangan resminya, Jumat 24 November 2017. 

Sabrun mencontohkan, saat ini harga jual gas di Eropa dibanderol sekitar US$4-5 per mmbtu,  jauh lebih rendah dibandingkan harga jual gas di Korea Selatan dan Jepang  yang berada di kisaran US$8–10 per mmbtu. Hal ini karena, kebutuhan gas negara-negara Eropa dilayani oleh perusahaan gas dari negara Rusia yang pengirimannya menggunakan pipa jalur darat dengan jarak yang  tidak terlalu jauh. 

Sedangkan kebutuhan gas Korea Selatan dan Jepang dikirim dari berbagai negara dengan menggunakan shipping atau kapal laut, yang dilengkapi teknologi dan peralatan khusus untuk distribusi atau pengiriman gas. Hal tersebut jelas lebih mahal. 

Lebih lanjut Sabrun Jamil menjelaskan, selama ini ada kesalahan yang fundamental dalam cara berpikir mengenai penyamaan harga gas. Apabila jika membandingkan harga gas dan bahan bakar minyak (BBM).

Masyarakat khususnya kalangan industri pemakaian gas berpikir bahwa BBM dan BBG atau gas sama dalam pengolahan dan cara pendistribusiannya. Padahal secara prinsip pengolahan baik produksi, maupun distribusi gas dengan BBM Jauh berbeda.  

Dia mengatakan, pengembangan sumber BBM bisa dilakukan kapan saja, sementara sumber gas hanya bisa dikembangkan setelah ada kepastian pembeli. BBM bisa tetap diproduksi tanpa harus ada kepastian pasar, sedangkan gas baru bisa diproduksi setelah ada kepastian pembeli. 

PLN Boleh Impor Gas, Berapa Harga yang pantas?

JAKARTA-Kementerian ESDM menerbitkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2017 tentang Pemanfaatan Gas untuk Pembangkit Listrik. Beleid ini bertujuan untuk membantu PLN dan produsen listrik swasta (Independent Power Producer/IPP) mendapatkan gas murah sehingga biaya bahan bakar untuk pembangkit listrik bisa makin efisien.

Indonesia Siap Ekspor Gas ke Bangladesh

Konfrontasi - Indonesia akan mengekspor gas alam cair (liquified natural gas/LNG) ke Bangladesh guna mengatasi defisit pasokan gas di negara anak benua itu.

Pemerintah Indonesia dan Bangladesh di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (15/9/2017), sepakat memperkuat kerja sama bidang energi kedua negara.

Siaran pers Kementerian ESDM menyebutkan, penandatangan nota kesepahaman itu dilakukan Menteri ESDM, Ignasius Jonan, dan Menteri Negara Listrik, Energi, dan Sumber Daya Mineral Bangladesh, Nasrul Hamid.

Pertamina Teken MoU Bangun Infrastruktur Gas di Bangladesh

Konfrontasi - Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Bangladesh menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) kerja sama sektor energi di Jakarta, Jumat (15/9/2017).

Penandatanganan dilakukan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, dan State Minister for Power, Energy, and Mineral Resources Bangladesh, Nasrul Hamid. Hadir dalam acara penandatanganan antara lain Direktur Gas Pertamina, Yenni Andayani dan Direktur Utama Petrobangla, Abul Mansur Md Faizullah.

Pages