13 November 2018

Game

Game RTS Dianggap Jadul, Kurang Diminati Pengguna Smartphone

KONFRONTASI-CEO Game Developer Moonton, perusahaan pembuat "Mobile Legends: Bang Bang", Justin Yuan mengungkap alasan game bergenre real time strategi atau RTS tidak populer dalam game smartphone juga bagi kalangan pemula.

Heboh, Kakek 70 Tahun Ini Bermain Pokemon GO dengan 11 Ponsel

KONFRONTASI-Salah satu cara untuk menghibur diri dan melepas jenuh adalah bermain game.

Banyak orang memilih untuk bermain game saat mengisi waktu luang mereka.

Game biasanya identik dengan permainan anak-anak hingga muda-mudi.

Namun sepertinya hal tersebut tak berlaku bagi kakek asal Taiwan ini.

Dilansir dari Next Shark, kakek bernama Chen San-yuan ini menjadi perbincangan di internet karena dedikasinya terhadap game 'Pokémon Go'.

5 Game Ini Bakal Membuatmu Jadi Pintar Matematika

KONFRONTASI -   Main game memang menyenangkan. namun tak bisa di pungkiri gara gara main game, banyak orang yang sampai lupa waktu dan berantakan pekerjaan atau studinya. Banyak juga yang menganggap bahwa game punya pengaruh buruk bagi remaja dan anak anak. Selain jadi cenderung suka kekerasan game juga membuat orang tambah bodoh karena otaknya hanya fokus mikirkan game sepanjang waktu. Ia tidak mampu fokus ketika di beri tugas tugas lain.

Kecanduan Game Masuk Kategori Penyakit Mental

KONFRONTASI-Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, kecanduan bermain game atau "gaming disorder" menjadi salah satu penyakit mental dan dimasukkan dalam Klasifikasi Penyakit Internasional edisi 11.

Gaming disorder terjadi pada orang-orang yang lebih memprioritaskan game dibanding minat hidup serta aktivitas harian lainnya. Mereka juga sulit mengontrol waktu saat bermain game.

Ini Tiga Faktor yang Bikin Industri Game Indonesia Sulit Berkembang

KONFRONTASI- Pasar gaming di Indonesia meningkat dalam beberapa tahun terakhir, bahkan saat ini Indonesia dikatakan menjadi negara dengan pasar gaming terbesar di Asia Tenggara.

Namun, pertumbuhan pasar tersebut sayangnya tidak diimbangi dengan pertumbuhan industri gaming itu sendiri -- pengembang game lokal banyak kesulitan berkembang, sebaliknya pengembang game asing menyerbu pasar Indonesia.

CEO dan co-founder Agate Studio, Arief Widhiyasa, melihat ada tiga hal yang menjadi hambatan dalam pertumbuhan industri gaming Indonesia.

"Yang pertama adalah talent, kapabilitas temen-temen di Indonesia kalau dibandingkan luar negeri kita masih punya gap, jadi perlu lebih jago lagi dalam developing," ujar Arief ditemui usai peluncuran platform Mfun di Jakarta, Selasa (8/5).

Selanjutnya, menurut Arief, jumlah uang yang diinvestasikan untuk industri gaming di Indonesia masih sangat sedikit.

"Kalau misalnya saya bandingkan dengan China, itu setahunnya dia investasi sekitar 8 miliar dolar, Vietnam itu 60 juta dolar tiap tahun untuk bikin game, Indonesia itu cuman 2 juta dolar per tahun untuk bikin game, jadi sangat sedikit," kata Arief.

Terakhir, Arief melihat jumlah perusahaan dan pengembang game yang berhasil bertahan dan tumbuh besar masih sangat sedikit.

"Di Korea ada sekitar 16 ribu game developer, Indonesia saja yang punya perusahaan itu di bawah 20. Mungkin orangnya banyak ada 1.500 tapi jumlah yang akhirnya berhasil menjadi perusahaan ada sedikit," jelas Arief.

"Jadi, tiga ini menjadi PR bersama kita untuk ditingkatkan," lanjut dia.

Lebih lanjut, soal talent, Arief melihat saat ini Indonesia sudah memiliki sekira belasan sekolah yang menawarkan program edukasi khusus game. Hanya saja, "ini butuh waktu karena lulusannya paling 4 tahun lagi," ujar dia.

Sementara itu, untuk investasi, Arief mengatakan setidaknya diperlukan 10 persen dari pasar gaming di Indonesia.

"Semakin besar semakin bagus. Karena market gaming di Indonesia itu 800 juta dolar per tahun, jadi setidaknya investasinya 10 persen lah, 80 juta itu minimal, kalau enggak kita akan menjadi pasar lagi," kata dia.

Meski Arief mengaku perusahaan miliknya masih tumbuh lebih dari dua kali lipat setiap tahunnya, pasar gaming yang tumbuh berkali lipat dalam beberapa tahun terakhir nampaknya tidak diiringi dengan pertumbuhan pengembang game. Arief melihat pengembang game di Indonesia secara keseluruhan mengalami penurunan.

Meski begitu, menurut dia, pemerintah sudah mulai melakukan banyak inisiatif untuk mengantisipasi hal ini terus berlangsung.

"Saya lihatnya dari Bekraf itu lumayan sering, dia gerak di grass root ada, bantu teman-teman developer ke luar negeri ada, dari Kominfo juga sangat membantu untuk temen-teman developer mendapat investasi," kata Arief.

"Pemerintah sekarang dibanding 10 tahun yang lalu, lebih bagus sekarang, tapi kalau dibandingkan dengan Kanada misalnya, kayaknya lebih bagus sana. Kita masih punya PR untuk apa yang bisa dilakukan, tapi sekarang pun juga masih lebih baik." sambung dia.

Game Buatan Pengembang Asal Belanda: 'Pukul Guru Anda' Sudah Diblokir

KONFRONTASI -  Game kontroversial Pukul Guru Anda telah diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Dalam pantauan Kominfo, game buatan pengembang asal Belanda itu sudah tidak bisa diakses di Indonesia. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan saat dia mengecek game tersebut, memang sudah tak bisa diakses.

"Saya sudah cek kalau dari Indosat sudah enggak bisa (diakses). Harusnya sudah semua karena kita minta kepada semua," ujarnya ditemui di Perpustakaan Nasional, Kamis malam 15 Februari 2018. 

Anak Terpapar Game, Ini Dampak Positif dan Negatifnya

KONFRONTASI-Kala anak-anak termasuk dewasa sekalipun terpapar game, ada karakter positif dan negatif yang disadari ataupun tidak terbentuk. 

Batasi Waktu Anak Main Game agar Tak Kecanduan

KONFRONTASI-Kecanduan pada game online bisa menyerang siapa saja, termasuk anak-anak. Lantas berapa batas waktu maksimal anak memainkan game sesuai usianya?

American Academy of Pediatrics tidak merekomendasikan anak-anak di bawah usia 18 bulan menggunakan gadget dan mengakses game melalui gadget.
 
Lalu, ketika usia anak sudah di atas 18 bulan hingga 2 tahun baru diperkenankan mengakses tontonan aplikasi beberapa menit asalkan didampingi orang tua. 
 
"Asal orang tua mendampingi. Diberi batasan waktu, misalnya 15 menit. Awalnya mungkin merajuk, tetapi anak bisa belajar dari perilaku kita yang konsisten menerapkan aturan," tutur Psikolog anak Firesta Farizal di Jakarta, Rabu. 
 

Pangsa Pasar Game untuk Pengembang Lokal Makin Tergerus, Kenapa?

KONFRONTASI-Founder dan kepala bidang games Cakra (Cipta Kreasi Indonesia) Ivan Chen mengatakan bahwa pangsa pasar game untuk pengembang lokal semakin tergerus.

"Dua tahun yang lalu 1,2 persen, sekarang kurang dari 1 persen, jadi terus menerus tergerus," ujar Ivan ditemui usai penandatanganan MoU antara asosiasai industri kreatif Cakra dengan True Axion Interactive di Jakarta, Rabu.

Hal tersebut menurut Ivan dikarenakan Indonesia belum memiliki program yang jelas untuk game.

Dampak Kecanduan Chatting dan Game Ternyata Begitu Mengerikan

KONFRONTASI-Kemajuan teknologi di era digital memang banyak memberikan kemudahan bagi manusia. Namun, efek negatif yang dihasilkannya juga tidak kalah mengerikan. Seperti yang dihadapi praktisi psikologi teknologi informasi (TI), Andika Yunianto, yang makin sibuk menangani para korban efek negative era digital. 

’’Makanan itu racun, awas kamu mau dibunuh makanan,’’ ucap pria berkulit putih melarang temannya yang hendak menyantap makanan di sebuah restoran siap saji di Jakarta Barat.

Pages