20 April 2018

Fredrich Yunadi

Jaksa KPK Minta Hakim Tolak Eksepsi Fredrich Yunadi

KONFRONTASI-Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta kepada Majelas Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta agar menolak eksepsi atau keberatan yang diajukan tim Penasehat Hukum Fredrich Yunadi.

"Eksepsi atau keberatan yang diajukan terdakwa ini telah memasuki materi pokok perkara dan di luar lingkup eksepsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156 ayat (1) KUHAP sehingga harus dinyatakan ditolak," kata Jaksa KPK Ikhsan Fernandi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis.

Advokat Fredrich Yunadi 29 Kali Sebut Dakwaan Harus Batal Demi Hukum

KONFRONTASI -  Fredrich Yunadi, mantan pengacara Setya Novanto, menjalani sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (15/2).

Advokat asal Surabaya itu membacakan eksepsi di hadapan majelis hakim yang dipimpin oleh Saifudin Zuhri.

Fredrich yang diseret ke meja hijau oleh KPK lantaran diduga berupaya menghalangi proses hukum terhadap Setnov, membacakan eksepsi yang sudah dia siapkan.

Total eksepsi yang dibacakan Fredrich sebanyak 37 halaman. Di antaranya berisi 79 poin yang dibacakan satu per satu.

Ngotot Lawan KPK Akhirnya Fredrich Yunadi Cabut Gugatan Praperadilan, Kenapa?

Konfrontasi - Fredrich Yunadi dikabarkan mencabut gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Kabar itu dibenarkan Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Achmad Guntur.

Menurut Achmad, pencabutan gugatan praperadilan tersebut dilakukan atas dasar keinginan pemohon, sehingga tidak perlu ada jawaban dari termohon.

“Benar sudah dicabut dengan mengirim surat tertanggal 6 Februari 2018,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Jumat (9/1/2018).

Fredrich Yunadi Tak Terima Perkaranya Dilimpahkan ke Tahap Penuntutan

KONFRONTASI-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menginformasikan bahwa advokat Fredrich Yunadi menolak untuk dilimpahkan ke tahap penuntutan atau segera disidangkan.

Sebelumnya, KPK sempat memanggil mantan kuasa hukum Setya Novanto itu untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka pada Kamis. Namun, Fredrich tidak hadir.

"Tersangka Fredrich Yunadi memberikan surat melalui bagian pengawalan tahanan di KPK untuk disampaikan ke penyidik karena menolak dilakukan rencana pelimpahan tahap dua terhadap yang bersangkutan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Kamis.

Lebih lanjut, Febri menyatakan bahwa pelimpahan tahap dua tidak mensyaratkan persetujuan dari tersangka sehingga proses tetap dilakukan dan keberatan Fredrich Yunadi dituangkan dalam berita acara pelimpahan.

"Selanjutnya, KPK akan mempersiapkan dakwaan dan menyerahkan berkas ke pengadilan untuk menunggu proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta," ucap Febri.

KPK Segera Hadapkan Fredrich Yunadi ke Muka Hakim

KONFRONTASI-KPK melimpahkan proses penyidikan ke tahap penuntutan terhadap advokat Fredrich Yunadi, tersangka tindak pidana merintangi penyidikan dugaan tindak pidana korupsi proyek KTP-elektronik atas tersangka Setya Novanto. 
 

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, menyatakan, sidang terhadap mantan kuasa hukum Novanto itu akan dilaksanakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta sehingga tidak dilakukan pemindahan tahanan. 

Saat ini, Yunadi yang pernah menyatakan secara terbuka betapa dia suka hal-hal yang mewah dalam wawancara televisi, ditahan di Rumah Tahanan Gedung Penunjang KPK.

Sidang Praperadilan Fredrich Yunadi Dipercepat

KONFRONTASI-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menginformasikan bahwa sidang perdana permohonan praperadilan Fredrich Yunadi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dimajukan seminggu lebih awal pada Senin (5/2) dari sebelumnya pada Senin (12/2).

"Baru saja Biro Hukum menerima surat dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali untuk register perkara 11 yang dijadwalkan tanggal 5 Februari 2017," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Sebelumnya, sidang pertama Fredrich dengan perkara Nomor 9/Pid.Pra/2018/PN Jkt.Jaksel itu dijadwalkan pada Senin (12/2) dengan dipimpin Hakim Tunggal Ratmoho.

"Tadi baru diterima suratnya oleh Biro Hukum KPK. Agak di luar kebiasaan pencabutan permohonan dan memasukan permohonan baru, justru jadwal dipercepat. Kami belum dapat informasi yang diterima tentang waktu pencabutan tersebut," ucap Febri.

Berdasarkan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) di laman resmi http://www.pn-jakartaselatan.go.id/ Fredrich Yunadi mendaftarkan praperadilan pada Rabu (24/1) dengan nomor perkara 11/Pid.Pra/2018/PN Jkt.Jaksel dengan pihak termohon adalah KPK.

Adapun petitum permohonan praperadilan Fredrich Yunadi sebagai berikut.

1. Mengabulkan permohonan praperadilan pemohon untuk seluruhnya.

2. Menyatakan penetapan pemohon sebagai tersangka yang dilakukan oleh termohon sesuai dengan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan tanggal 09 Januari 2018, Nomor: B/18/DIK.00/23/01/ 2018, adalah tidak sah, batal demi hukum dan tidak mempunyai kekuatan hukum berlaku.

3. Menyatakan penangkapan yang dilakukan oleh termohon terhadap pemohon sesuai Surat Perintah Penangkapan Nomor: Sprin.Kap/01/DIK.01.02/01/01/2018, tertanggal 12 Januari 2018 Jo. Berita Acara Penangkapan yang dibuat pada tanggal 13 Januari 2018, dan penahanan yang dilakukan oleh Termohon terhadap Pemohon sesuai Surat Perintah Penahanan Nomor: Sprin.Han/06/ DIK.01.03/01/01/2018, tertanggal? 13? Januari? 2018, Jo. Berita Acara Penahanan tanggal 13 Januari 2018, adalah tidak sah, batal demi hukum dan tidak mempunyai kekuatan hukum berlaku.

4. Membebaskan pemohon dari penahanan yang dilakukan oleh termohon sesuai dengan Surat Perintah Penahanan Nomor: Sprin.Han/06/DIK.01.03/01/01/2018, tertanggal 13 Januari? 2018, Jo. Berita Acara Penahanan tanggal 13 Januari 2018.

KPK Tak Gentar Hadapi Gugatan Praperadilan Fredrich Yunadi

KONFRONTASI-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) siap menghadapi permohonan praperadilan yang diajukan Fredrich Yunadi, tersangka dugaan perbuatan menghalang-halangi penyidikan tindak pidana korupsi proyek KTP-elektronik atas tersangka Setya Novanto.

"Silakan saja, praperadilan itu kan hak tersangka jadi tidak ada kekhawatiran bagi kami. Pasti kami hadapi saja sesuai dengan hukum acara yang berlaku," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Kamis.

Sebelumnya, tim kuasa hukum Fredrich Yunadi telah mengajukan permohonan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis siang.

"Karena kami juga belum menerima surat pemberitahuan dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan karena baru didaftarkan hari ini maka tentu kami tunggu dulu surat tersebut. Kalau nanti sudah diterima termasuk juga isi dari permohonan praperadilan itu sudah kami ketahui, tentu akan kami bahas dan kami siapkan bahan-bahannya," tuturnya.

Febri pun menegaskan bahwa KPK saat ini masih fokus melakukan proses penyidikan dugaan perbuatan menghalang-halangi penanganan kasus korupsi KTP-e dengan tersangka Fredrich Yunadi dan Bimanesh Sutarjo itu.

Salah satu permohonan praperadilan yang diajukan Fredrich adalah belum adanya minimal dua alat bukti untuk menetapkan mantan kuasa hukum Novanto itu sebagai tersangka.

Terkait hal itu, KPK meyakini sudah mempunyai bukti yang kuat untuk menetapkan Fredrich sebagai tersangka. 

"Bukti yang kami miliki itu lebih dari cukup kalau Undang-Undang mensyaratkan minimal dua alat bukti, kami punya alat bukti yang lebih dari itu karena KUHAP sendiri kan mengatur ada lima jenis alat bukti. Kekuatan alat bukti itu sudah kami kroscek dalam proses internail baik di penyelidikan ataupun di penyidikan," ucap Febri.

Pengacara Fredrich Yunadi 'Ogah' Polisikan Pimpinan KPK

KONFRONTASI-Ketua Tim Kuasa Hukum Fredrich Yunadi, Sariyanto Refa mengaku ogah melaporkan Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dan Juru Bicara KPK Febri Diansyah ke polisi. Menurut Refa, apa yang disampaikan Fredrich saat berniat melaporkan kedua orang itu di luar domainnya.

"Kalau pun koordinasi, saya pun tak bersedia karena itu bukan bagian tugas saya," ujar Refa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Kamis (18/1).

Peradi Surati KPK Terkait Dugaan Pelanggaran Kode Etik Fredrich Yunadi

KONFRONTASI-Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) telah mengirimkan surat kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) guna mengadakan audiensi antara kedua pihak mengenai dugaan pelanggaran etik yang dilakukan oleh pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi.

"Komisi Pengawasan (Komwas) Peradi sudah mengirimkan surat kepada KPK pada Rabu (17/1) untuk beraudiensi terkait pelanggaran etik Fredrich Yunadi," kata anggota Komisi Pengawas Peradi Kaspudin Noor kepada Antara di Jakarta, Kamis.

Jadi Tersangka, Mantan Pengacara Novanto Ajukan Praperadilan

KONFRONTASI-Advokat Fredrich Yunadi yang telah ditetapkan sebagai tersangka menghalang-halangi penyidikan tindak pidana korupsi proyek KTP-elektronik atas tersangka Setya Novanto akan mengajukan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis.

Pages