23 January 2018

Fredrich Yunadi

KPK Tak Gentar Hadapi Gugatan Praperadilan Fredrich Yunadi

KONFRONTASI-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) siap menghadapi permohonan praperadilan yang diajukan Fredrich Yunadi, tersangka dugaan perbuatan menghalang-halangi penyidikan tindak pidana korupsi proyek KTP-elektronik atas tersangka Setya Novanto.

"Silakan saja, praperadilan itu kan hak tersangka jadi tidak ada kekhawatiran bagi kami. Pasti kami hadapi saja sesuai dengan hukum acara yang berlaku," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Kamis.

Sebelumnya, tim kuasa hukum Fredrich Yunadi telah mengajukan permohonan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis siang.

"Karena kami juga belum menerima surat pemberitahuan dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan karena baru didaftarkan hari ini maka tentu kami tunggu dulu surat tersebut. Kalau nanti sudah diterima termasuk juga isi dari permohonan praperadilan itu sudah kami ketahui, tentu akan kami bahas dan kami siapkan bahan-bahannya," tuturnya.

Febri pun menegaskan bahwa KPK saat ini masih fokus melakukan proses penyidikan dugaan perbuatan menghalang-halangi penanganan kasus korupsi KTP-e dengan tersangka Fredrich Yunadi dan Bimanesh Sutarjo itu.

Salah satu permohonan praperadilan yang diajukan Fredrich adalah belum adanya minimal dua alat bukti untuk menetapkan mantan kuasa hukum Novanto itu sebagai tersangka.

Terkait hal itu, KPK meyakini sudah mempunyai bukti yang kuat untuk menetapkan Fredrich sebagai tersangka. 

"Bukti yang kami miliki itu lebih dari cukup kalau Undang-Undang mensyaratkan minimal dua alat bukti, kami punya alat bukti yang lebih dari itu karena KUHAP sendiri kan mengatur ada lima jenis alat bukti. Kekuatan alat bukti itu sudah kami kroscek dalam proses internail baik di penyelidikan ataupun di penyidikan," ucap Febri.

Pengacara Fredrich Yunadi 'Ogah' Polisikan Pimpinan KPK

KONFRONTASI-Ketua Tim Kuasa Hukum Fredrich Yunadi, Sariyanto Refa mengaku ogah melaporkan Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dan Juru Bicara KPK Febri Diansyah ke polisi. Menurut Refa, apa yang disampaikan Fredrich saat berniat melaporkan kedua orang itu di luar domainnya.

"Kalau pun koordinasi, saya pun tak bersedia karena itu bukan bagian tugas saya," ujar Refa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Kamis (18/1).

Peradi Surati KPK Terkait Dugaan Pelanggaran Kode Etik Fredrich Yunadi

KONFRONTASI-Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) telah mengirimkan surat kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) guna mengadakan audiensi antara kedua pihak mengenai dugaan pelanggaran etik yang dilakukan oleh pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi.

"Komisi Pengawasan (Komwas) Peradi sudah mengirimkan surat kepada KPK pada Rabu (17/1) untuk beraudiensi terkait pelanggaran etik Fredrich Yunadi," kata anggota Komisi Pengawas Peradi Kaspudin Noor kepada Antara di Jakarta, Kamis.

Jadi Tersangka, Mantan Pengacara Novanto Ajukan Praperadilan

KONFRONTASI-Advokat Fredrich Yunadi yang telah ditetapkan sebagai tersangka menghalang-halangi penyidikan tindak pidana korupsi proyek KTP-elektronik atas tersangka Setya Novanto akan mengajukan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis.

Mabes Polri Sebut Fredrich Yunadi Orang Ngaco

KONFRONTASI - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Humas) Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto ogah menanggapi pernyataan kuasa hukum terpidana kasus dugaan korupsi KTP Elektronik Setya Novanto, Fredrich Yunadi yang meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Kapolri Jenderal Tito Karnavian terkait dugaan rekayasa kecelakaan Setya Novanto.

Ia justru mempertanyakan motif  Fredrich membawa-bawa nama Kapolri.

PBHI: Kasus Friedrich Yunadi Jelas Bukan Kriminalisasi Advokat

Konfrontasi - Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) menilai kasus yang menimpa mantan pengacara Setya Novanto, Friedrich Yunadi, bukanlah bentuk kriminalisasi advokat.

Ketua PBHI Julius Ibrani menuturkan, jika mengacu ke Pasal 16 Undang-Undang Nomor 18 tahun 2003 tentang Advokat, imunitas profesi pengacara memang diatur. Namun, putusan MK 26/PUU-XI/2013 menyebutkan, ada istilah "itikad baik" dan "sesuai hukum perundang-undangan".

KPK Angkat Bicara Terkait Tudingan Fredrich Yunadi Atas Panyerangan Profesi Advokat

Konfrontasi - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif menegaskan, tidak ada penyerangan atas profesi advokat terkait kasus yang menjerat Fredrich Yunadi selaku mantan kuasa hukum Setya Novanto.

“Sehubungan dengan pernyataan Fredrich Yunadi yang mengesankan seolah-olah proses hukum atas dirinya merupakan penyerangan atas profesi advokat, maka saya mengajak semua pihak untuk tidak menggeneralisasi profesi advokat,” kata Syarif di Jakarta, Sabtu (13/1/2018).

Ditahan KPK, Fredrich Yunadi: Advokat Tak Dapat Dituntut Pidana!

Konfrontasi - Fredrich Yunadi membantah telah mengamankan Setya Novanto (Setnov) saat menjadi buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri. Mantan pengacara Setnov di kasus dugaan korupsi e-KTP tersebut berdalih hanya menjalankan profesinya saat mendampingi Setnov.

Sebagaimana hal tersebut diungkapkan Fredrich setelah resmi ditahan oleh KPK. Fredrich ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) di gedung penunjang KPK setelah menjalani pemeriksaan intensif selama sekira 10 jam.

Sah, KPK Tangkap Fredrich Yunadi

Konfrontasi - Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi. Fredrich bersama petugas KPK tiba di gedung merah putih KPK, Kuningan, Jakarta, Sabtu (13/1/2018) pukul 00.10 WIB.

Berkaos hitam, celana jins, dan memakai sendal, Fredrich yang turun dari mobil berjalan didampingi petugas KPK masuk menuju lobi gedung KPK. Dia terlihat hanya menenteng kertas di tangannya. Saat ditanya soal penangkapan oleh KPK ini, Fredrich menolak berkomenter.

Pengacara Fredrich Yunadi Tuding Komisi Pemberantasan Korupsi Berniat Jahat

KONFRONTASI -  Usai pemeriksaan pagi (13/1) tadi, Pengacara Fredrich Yunadi menuding Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berniat membinasakan profesi advokat karena menangkap dan menetapkannya sebagai tersangka menghalangi proses pengadilan di kasus Setya Novanto. Padahal, kata dia, profesi advokat tidak bisa dituntut secara perdata atau pidana.

Pages