21 April 2018

FPI

Tuntut Maaf dari Majalah Tempo, FPI Siap 'Berdarah-darah'

KONFRONTASI-Jika Majalah Tempo tidak meminta maaf kepada FPI dan umat Islam mengenai karikatur yang diduga melecehkan pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab,  FPI siap 'berdarah-darah' sampai Tempo mengakui kesalahannya dan meminta maaf.

Ratusan orang anggota FPI yang juga merupakan Alumni 212, Jum'at (16/3/2018) pukul 14.00 WIB menggeruduk kantor Majalah Tempo di Jalan Palmerah Barat, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Tags: 

Soal Kartun "Pria Bersorban", Tempo Didesak Minta Maaf

KONFRONTASI - Ormas Front Pembela Islam (FPI) menggelar unjuk rasa di depan kantor Majalah Tempo, Palmerah Barat, Jakarta Selatan, Jumat.

Aksi ini digelar sebagai protes FPI atas gambar kartun pada Majalah Tempo edisi 26 Februari 2018 yang menampilkan seorang pria berpakaian putih bersorban bersama seorang wanita yang duduk berhadapan di sebuah meja.

Dalam kartun itu, pria mengatakan "maaf... saya tidak jadi pulang. Sedangkan sosok wanita mengatakan "yang kamu lakukan itu jahat..."

Tags: 

Pemimpin Besar FPI, Syekh Habib Rizieq Shihab Batal Pulang ke Indonesia

KONFRONTASI - Pemimpin Besar FPI Habib Rizieq Shihab menunda kepulangannya ke Indonesia. Hasil istikharah dan masukan sejumlah tokoh-tokoh membuat Habib Rizieq memilih tetap berada di Arab Saudi.

Benarkah PDIP Habisi HRS & FPI?

Oleh:  Asyari Usman

 

Salut terhadap keimanan Anda pada slogan "tidak boleh ada agama apa pun yang mengklaim kepemilikan atas Indonesia." Dalam konteks terkini di Indonesia, tentu "agama" yang dimaksudkan oleh slogan ini adalah Islam. Begitu juga ketika Ibu Megawati Soekarnoputri menyebut keberadaan "ideologi tertutup" (dalam pidato ulang tahun PDIP ke-44), saya yakin sekali telunjuk Bu Mega waktu itu tertuju kepada Islam dan umat Islam.

Neno Warisman Beberkan Fakta Perjuangan FPI

Oleh: Neno Warisman

Coretan ini kami tulis dengan tujuan untuk menyadarkan ummat islam akan fakta perjuangan FPI yang sedang berjalan, agar ummat islam memahami hakikat yang diperjuangkan FPI dan siapa yang menghadang perjuangan FPI. Berikut fakta fakta yang sedang dijalani oleh pejuang FPI:

1. FPI adalah bagian dari ummat islam yang ada dinegeri ini, maka dari itu siapapun yang memeluk islam berarti bersaudara dengan FPI.

FBI akan Kerahkan massa berunjuk rasa menolak Meikarta.

JAKARTA-Front Bela Indonesia (FBI) mengadakan diskusi mengenai permasalahan pembangunan Meikarta, di Gedung Cawang Kencana, Jakarta, Rabu (20/9) yang dinilai mereka sangat merugikan masyarakat. Salah satu hasil dari diskusi tersebut FBI akan mengerahkan massa untuk berunjuk rasa menolak Meikarta.

"Sebagai elemen bangsa kita akan kerahkan massa," kata Pengamat Politik, Muslim Arbi dalam diskusi tersebut.

Rohingya Ditindas, FPI Siap Berangkatkan 1.500 Anggotanya ke Myanmar

KONFRONTASI-Front Pembela Islam siap memberangkatkan 1.500 anggotanya ke Myanmar terkait tragedi pembantaian etnis Rohingya di negara tersebut. Jumlah tersebut akan datang ke Myanmar sebagai relawan kemanusiaan sampai tenaga medis dan lainnya.

Ketua FPI Sumatera Selatan, Habib Mahdi menilai, pemerintah Indonesia harus mengambil langkah tegas atas tragedi tersebut dengan menutup Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta.

Ini Yang Ditunjukkan FPI di Milad ke-19, FPI Bersatu dengan Lintas Agama

KONFRONTASI -  Front Pembela Islam (FPI) menggelar milad ke-19 yang mengambil tema 'Merawat Kebhinekaan dalam Bingkai NKRI Bersyariah' di Stadion Muara Kamal, Jakarta Utara, Sabtu (19/8). Ketua DPD FPI Jakarta Selatan, Ustad Abdul Majid mengatakan acara tersebut bertujuan untuk menunjukkan bahwa FPI menghormati lintas agama.

NU Kok Berubah Jadi FPI eh.. FPM - Ada Apa?

Oleh: Choirul Anam

 

“Apakah FDS sudah segawat itu? Apakah Mendikbud Muhadjir Efendi sudah sekelas Snouck Hurgronje atau Van Der Plas? Sehingga perlu distigma sebagai “Pembunuh Madin”? Muhadjir yang saya kenal adalah seorang santri tulen, mustahil punya niat mematikan Madin.”

 

Tags: 

Victor Tak Dipecat, FPI Ancam Kembali Gelar Aksi Bela Islam

KONFRONTASI-Terkait pernyataan kontroversial Ketua Fraksi NasDem Victor Bungtilu Laiskodat, Wakil Sekretaris Jenderal Front Pembela Islam (FPI) Jafar Sidiq mengancam akan menggelar Aksi Bela Islam jika yang bersangkutan tidak dicopot dengan tidak hormat sebagai anggota DPR. Ini merupakan buntut pidato Viktor yang menuduh Gerindra, PKS, Demokrat, dan PAN sebagai partai yang tidak toleransi.

Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan antara sejumlah elemen organisasi Islam seperti FPI, FUI, dan Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia dengan Wakil Ketua DPR Fadli Zon di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (10/8).

Jafar menilai pernyataan Viktor bersifat provokatif dan berisi fitnah serta penodaan terhadap Islam. Menurutnya, pernyataan Viktor bisa membahayakan keutuhan NKRI.

“Kami minta Viktor diberhentikan. Tatkala hal ini dibiarkan lalu dengan alasan imunitas nantinya akan mengakibatkan Aksi Bela Islam yang berikutnya,” ujar Jafar.

Selain dicopot dari jabatannya, Jafar meminta Kepolisian untuk memproses kasus Viktor yang sebelumnya telah dilaporkan oleh Gerindra, PAN, PKS, dan Demokrat. Menurutnya, semua warga negara, termasuk anggota DPR tidak kebal hukum.

Jafar pun menegaskan, pihaknya akan kembali mempersiapkan massa untuk menggelar Aksi Bela Islam jika Kepolisian tidak menetapkan Viktor sebagai tersangka.

“Kami juga minta empat partai yang dituduh oleh mereka (Viktor) antiNKRI jangan tinggal diam. Harus didorong sampai dia ditetapkan (tersangka),” ujarnya.

Pernyataan Jafar itu menguatkan ancaman yang sebelumnya telah dilontarkan pimpinan FPI Rizieq Shihab.

Dalam rekaman pernyataan yang dipublikasi di akun facebook Habib Muhammad Rizieq Syihab, Lc, MA, DPMSS, Rizieq menyebut tuduhan Viktor itu  sebagai penistaan agama.

Ia menyerukan umat Islam di Indonesia melaporkan Ketua Fraksi NasDem itu ke sejumlah lembaga seperti kepolisian, Komnas HAM, dan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR.

Tersangka kasus dugaan percakapan mesum itu juga tak lupa mengingatkan Polri untuk serius memproses laporan masyarakat terkait tuduhan Viktor.

"Tidak ada yang kebal hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta ini. Siapa pun bersalah, siapa pun melanggar hukum, maka harus diproses secara hukum. Anggota Dewan sekali pun jika melakukan pelanggaran pidana harus diproses," kata Rizieq sebagaimana terdengar dalam rekaman yang beredar, Rabu (9/8).

"Insya Allah, jika proses hukum berjalan adil dan jujur sesuai aturan yang berlaku di NKRI, maka Kasus Vecky (Viktor) tidak akan jadi kegaduhan nasional. Namun hati-hati, jika kasus Vecky dipolitisasi untuk melindungi penista agama, maka jangan salahkan umat Islam jika terpaksa harus kembali menggelar Aksi Besar Bela Islam jilid kedua," dia menambahkan.

Pages