22 February 2017

fokus isu

Ahok Unggul, Apa yang Salah? Demo Ummat Islam Meninggi Lagi

Hari ini, Selasa, 21 Februari 2017, ummat Islam kembali turun ke jalan. Dibandingkan dengan beberapa aksi yang melibatkan massa dalam jumlah (sangat) besar sebelumnya, aksi yang juga disebut-sebut sebagi aksi 212 jilid dua ini memang berbeda. Sasarannya tidak lagi Istana, Monumen Nasional (Monas), Bunderan HI atau masjid Istiqlal. Inisiatornya pun tidak lagi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI.

Ahok, Jokowi dan Islam Politik yang Menegang

KONFRONTASI-  Isu Ahok terus menimbulkan gaduh politik.Ketegangan politik antara kalangan Islam dan kubu Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terus bergulir memanjang, memanas dan mungkin tak berkesudahan. Demo umat Islam di bawah koordinasi Forum Umat Islam (FUI), menunjukkan tekanan, bahkan ancaman politik yang serius. Mengapa demikian?

Tim Ekuin Darmin dan Sri Mul Tumpul-Mandul, Akibatnya Rezim Jokowi makin Abal-Abal dan Amatiran

KONFRONTASI- Ekonomi terus merosot dan memburuk, harga-harga pangan (sembako) naik dan energi (BBM, listrik) naik, pajak naik.  Rezim Jokowi makin  lembek,  jadi rezim abal-abal dan amatiran. Makin terbukti penunjukan Sri Mulyani Indrawati menjadi Menteri Keuangan (Menkeu) dinilai sebagai keputusan yang meleset dan gagal penuhi ekspektasi rakyat.

Ekonomi Merosot, Jokowi Kecewa, Namun Darmin dan Sri Mulyani Tak Perduli. Siapa yang Mandul dan Tumpul, Coba?.

KONFRONTASI- Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak bisa dijadikan satu-satunya sumber pembiayaan untuk berbagai proyek pembangunan infrastruktur yang sedang dikerjakan pemerintah.
Menurut Presiden Joko Widodo, demi kelancaran program pembangunan infrastruktut yang merupakan fokus pemerintahannya, perlu dipikirkan upaya terobosan pembiayaan di luar APBN.

Ini 'Tabokan' SBY untuk Antasari dan Jokowi: Yang Dilakukan Antasari Tak Mungkin Tanpa Restu Penguasa (Jokowi). Respon Wiranto?

KONFRONTASI-Presiden keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono menuding adanya campur tangan penguasa di balik manuver yang dilakukan Antasari Azhar hari ini.

Rizal Ramli: Yang Kacau-Kacau Ini Disikat-lah. Suasana Sangat Panas di Pilkada DKI.

KONFRONTASI- Tokoh nasional Rizal Ramli menegaskan tensi Pilkada DKI belakangan ini sangat tinggi. Apalagi menjelang hari pencoblosan besok, suasana sangat panas.

"Saya mau bicara bidang yang saya biasa kuasai, tapi saya biasa juga bicara apa adanya. Dibawah itu suasananya sangan panas sekali kok, memang kita bisa basa-basi seolah-olah tidak ada apa-apa. But under the surface a tension," kata Rizal Ramli dalam acara bertema 'Merekatkan Bangsa' yang disiarkan TVOne, Selasa malam (14/2/2017).

Pasek Sebut Antasari dan Anas Korban Kriminalisasi SBY

KONFRONTASI-Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar dinilai sebagai korban kriminalisasi dari Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurut Waketum Partai Hanura I Gede Pasek Suardika, nasib Antasari sama dengan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

"Mas Anas merasakan betul bahwa beliau, selain Antasari, sebenarnya beliau juga salah satu korban yang dikriminalisasi oleh orang yang sama," kata Pasek di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/2).

Ini Tabokan Antasari untuk SBY: Aib kasus Aulia Pohan Diungkap. Apa Respon SBY?

KONFRONTASI- Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar mengaku bahwa sekitar Maret 2009, dia pernah didatangi oleh CEO MNC Group

Skandal Ahok Gate, 90 Anggota DPR Setuju Hak Angket

KONFRONTASI - Empat fraksi partai politik, PAN, PKS, Partai Demokrat, dan Partai Gerindra sepakat menggunakan hak angket karena Pemerintah tidak menonaktifkan Basuki T Purnama ( Ahok) sebagai Gubernur DKI Jakarta, padahal menyandang status terdakwa penistaan agama. Angket ini dikenal dengan 'Ahok Gate'.

Pengusul hak angket ini menilai, pemerintah melanggar Pasal 83 Ayat (1), (2), dan (3) UU Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah. Serta Pasal 156 a Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penistaan agama.

Kembali Ngawur, Ahok akan Terus Jadi Beban Jokowi

KONFRONTASI - Tokoh nasional yang juga Ekonom senior, Rizal Ramli menilai pernyataan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tentang memilih berdasar agama melanggar konstitusi benar-benar ngawur. "Ini orang kok ndak kapok-kapok, saenake dewe," kritik Rizal Ramli melalui akun facebooknya, hari ini (Minggu, 12/1).

Rizal menegaskan setiap orang bebas memilih siapapun dan apapun alasannya tidak melanggar konstitusi.

"Yang bilang itu melanggar, ngawur berat.." ungkap Rizal Ramli agi.

Pages