23 October 2019

flu

Jus, Resep Tika Bravani Cegah Radang dan Flu

Konfrontasi - Dua tahun lalu, kondisi tubuh Tika Bravani drop karena jadwal syuting yang padat dan berlokasi di jalanan. Radang dan flu kerap menyerang tubuhnya.

"Syuting di pinggir jalan mudah terkena asap rokok, asap knalpot, sedangkan aku sangat sensitif udara kotor," tutur Tika di kawasan Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Senin, 19 Agustus 2019.

Ini Perbedaan Gejala Flu dan Pilek Biasa

KONFRONTASI-Flu dan pilek biasa merupakan kondisi yang sama-sama menyerang saluran pernapasan. Keduanya disebabkan oleh infeksi virus yang berbeda, dengan gejala yang hampir serupa. Tak heran, sebagian orang kesulitan untuk membedakan antara flu dan pilek biasa. Apakah Anda salah satu yang kebingungan membedakannya?

Jika ya, tidak perlu khawatir. Anda bisa dengan mudah membedakan flu dan pilek biasa dengan mendeteksi gejala serta keluhan-keluhan yang disebabkan oleh kondisi tersebut.

Membedakan flu dan pilek biasa

Pada umumnya, gejala flu akan terasa lebih berat dibandingkan pilek biasa. Seseorang dengan flu cenderung akan mengalami keluhan yang benar-benar mengganggu aktivitas, dan bisa bertambah parah jika tidak diobati dengan tepat.

Sementara itu, pada pilek, penderita biasanya hanya butuh istirahat, mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan banyak minum air putih untuk menyembuhkan keluhan-keluhan yang disebabkan oleh kondisi tersebut.

Lebih spesifik, berikut adalah perbedaan gejala flu dan pilek biasa:

Flu

Gejala flu dapat meliputi demam atau meriang, batuk, nyeri tenggorokan, hidung beringus maupun tersumbat, nyeri pada sendi-sendi tubuh, nyeri kepala dan rasa kelelahan.

Sebagian besar gejala flu akan membaik setelah 2–5 hari. Namun, tidaklah aneh jika penderita merasakan badan yang kurang sehat hingga lebih dari seminggu.

Flu dapat menyebabkan komplikasi berupa pneumonia atau infeksi paru. Kondisi ini lebih sering terjadi pada anak-anak, orang tua, atau seseorang dengan gangguan paru maupun jantung.

Flu yang tidak diobati dengan tepat berisiko menimbulkan demam yang kembali tinggi meski sebelumnya tampak sudah sembuh. Ini adalah tanda awal terjadinya pneumonia.

Pilek biasa

Gejala pilek biasa lebih ringan. Penderita umumnya hanya akan mengalami hidung beringus atau tersumbat saja.

Akibat pilek biasa, Anda akan mengalami gejala yang mirip dengan flu seperti nyeri tenggorokan dan batuk. Pada pilek biasa, hari-hari pertama keluhan akan menyebabkan hidung mengeluarkan ingus yang cair. Lama-kelamaan ingus akan mengental dan warnanya menggelap. Gejala ini dapat bertahan hingga 1 minggu.

Pada 3 hari pertama, penderita berpotensi menularkan virus kepada orang lain sehingga disarankan untuk mendapatkan istirahat serta asupan gizi yang cukup. Jika gejala pilek tidak membaik setelah 1 minggu, bisa jadi itu merupakan pertanda dari adanya infeksi bakteri. Ini artinya, penderita membutuhkan antibiotik yang diresepkan oleh dokter.

Lakukan 4 Hal Ini agar Flu Tak Menyebar

Konfrontasi - Flu bisa menyerang siapa saja, termasuk orang terdekat Anda. Sayangnya, penyakit ini mudah sekali menular pada orang lain.

Lalu, jika orang terdekat kita sedang menderita flu, bagaimana agar kita tidak tertular?

Untuk menjawab hal ini, Kompas.com mencoba menghubungi dokter Reisa Kartikasari atau yang juga dikenal dengan Reisa Broto Asmoro.

1. Vaksin

Menurut Reisa, flu kebanyakan disebabkan oleh virus. Untuk itu, dia menyebut agar terhindar dari flu bisa mencegahnya dengan vaksin.

Cara Mengobati Flu dan Batuk Pada Ibu Hamil yang Aman

Konfrontasi - Ketika hamil, segala sesuatu yang terjadi pada Anda dapat memengaruhi bukan hanya tubuh, tetapi juga pada janin. Hal ini membuat berurusan dengan penyakit jadi lebih rumit, terutama untuk mengobatinya.

Di masa lalu, jika Anda terkena pilek, sakit flu, atau batuk mungkin telah menggunakan dekongestan over-the-counter (OTC). Tetapi sekarang Anda mungkin bertanya-tanya, apakah itu aman. Meskipun obat dapat meringankan gejala penyakit, Anda tidak ingin obat tersebut menyebabkan masalah bagi janin.

Banyak obat yang dapat diminum saat hamil. Jadi mengobati batuk, pilek atau flu selama kehamilan tidak harus menjadi pengalaman yang menegangkan.

Obat-obatan

Menurut Sistem Kesehatan Universitas Michigan dan sebagian besar OB-GYN, sebaiknya hindari semua obat dalam 12 minggu pertama kehamilan. Itu waktu yang penting untuk perkembangan organ vital bayi. Banyak dokter juga menyarankan peringatan setelah 28 minggu. Bicarakan dengan dokter Anda sebelum mengambil obat apa pun saat hamil atau mencoba untuk hamil.

Beberapa obat dianggap aman setelah 12 minggu kehamilan. Ini termasuk:

  1. Mentol gosokkan di dada, pelipis, dan di bawah hidung
  2. Nasal strip, yang merupakan bantalan lengket yang membuka saluran udara yang padat
  3. Obat batuk atau pelega tenggorokan
  4. Acetaminophen (Tylenol) untuk nyeri, nyeri, dan demam
  5. Penekan batuk di malam hari
  6. Ekspektoran siang hari
  7. Kalsium-karbonat (Mylanta, Tums) atau obat-obatan serupa untuk sakit maag, mual, atau sakit perut
  8. Sirup batuk biasa
  9. Dextromethorphan (Robitussin) dan dextromethorphan-guaifenesin (Robitussin DM) sirup obat batuk
  10. Hindari obat-obatan all-in-one yang menggabungkan bahan-bahan untuk mengatasi banyak gejala. Sebaliknya, pilih obat tunggal untuk gejala yang Anda hadapi.

Obat-obatan yang harus dihindari ibu hamil dan akan meningkatkan risiko serta efek samping:

  1. aspirin (Bayer)
  2. ibuprofen (Advil, Motrin)
  3. naproxen (Aleve, Naprosyn)
  4. kodein
  5. Bactrim, antibiotik
  6. Obat rumahan untuk batuk, pilek dan flu selama kehamilan

Ketika Anda jatuh sakit saat hamil, langkah pertama Anda seharusnya adalah:

  1. Beristirahatlah yang banyak.
  2. Minum banyak cairan.
  3. Berkumurlah dengan air garam hangat, jika Anda sakit tenggorokan atau batuk.

Jika gejala memburuk, Anda mungkin ingin mencoba:

  1. Tetes hidung saline dan semprotan untuk mengencerkan lendir di hidung dan menenangkan jaringan hidung yang meradang.
  2. Bernapas hangat, udara lembab membantu melonggarkan hidung mampet; steamer wajah, alat penguap kabut panas, atau bahkan pancuran air panas dapat bekerja dengan baik.
  3. Sup ayam, untuk membantu meredakan peradangan dan melonggarkan hidung mampet
  4. Menambahkan madu atau lemon ke secangkir teh tanpa kafein hangat, untuk meredakan sakit tenggorokan
  5. Menggunakan uap panas dan dingin untuk mengurangi rasa sakit sinus

Mengenal Gejala dan Mengatasi Sinusitis

Konfrontasi - Penyakit sinusitis tentu bisa membahayakan untuk anak-anak. Kemungkinan mereka akan mengalami pertumbuhan yang lebih lambat dari anak-anak pada umumnya. Sehingga mengetahui ciri atau gejalanya sejak dini bisa menjadi solusinya.

Awas, Cuaca Dingin Bisa Buat Kambuh Penyakit Jantung

Konfrontasi - Cuaca dingin di musim hujan membuat sebagian orang sakit. Tak hanya sekedar flu dan batuk, mungkin bagi seseorang yang memiliki riwayat penyakit kardiovaskular bisa memperburuk fungsinya.

Orang dengan riwayat penyakit jantung koroner, diabetes dan hipertensi berada pada peningkatan risiko serangan jantung di musim ini. Anak-anak dan orang lanjut usia antara 60-85 tahun rentan terkena dampak buruknya.

Trio Gelandang Barcelona Diserang Flu

KONFRONTASI - Trio gelandang Barcelona Andres Iniesta, Sergio Busquets, dan Arda Turan berusaha untuk secepatnya pulih dari flu agar dapat bugar untuk pertandingan leg kedua perempat final Piala Raja melawan Athletic Bilbao pada Rabu.

Ketiga pemain itu akan dimasukkan dalam tim untuk hari pertandingan jika mereka pulih tepat waktu, kata pelatih Luis Enrique pada konferensi pers yang dilangsungkan pada Selasa.

Resep Sup Hangat Oatmeal Plus Sayur

Konfrontasi - Bagi Anda yang menginginkan menu yang kaya akan asupan serat dan juga nutrisi, sup yang satu ini menjadi jawabannya. Penuh dengan isi sayuran membuatnya menjadi super sehat namun tetap lezat. Simak resepnya seperti yang telah dilansir oleh healthmeup.com berikut ini.

Bahan-Bahan:

    2 sdt bawang putih cincang
    250 gram sayuran rebus (wortel, kacang polong dan kol)
    1 sdt minyak
    50 gram bawang bombay cincang
    2 sdm oatmeal
    2 sdm seledri
    garam dan merica secukupnya

Inovator Indonesia Ciptakan Software Detektor Flu Burung

Konfrontasi – Wabah flu burung pernah menjadi bencana nasional dan global serta menewaskan ribuan orang. Bahkan, flu burung belum bisa diberantas total karena beberapa kali muncul di berbagai belahan dunia.