14 October 2019

Filipina

Mal di Filipina Terbakar, 37 Orang Tewas

Konfrontasi - Setidaknya 37 orang dikhawatirkan tewas dalam sebuah kebakaran di sebuah pusat perbelanjaan di kota Davao, di selatan Filipina.

Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang mulai menyala pada Sabtu pagi di lantai tiga bangunan itu dan mulai menjalar ke lantai di atasnya, menyebabkan banyak pegawai mal yang terperangkap.

Kemungkinan mereka selamat “tidak ada”, kata wakil walikota Davao Paolo Duterte. Presiden Rodrigo Duterte, ayah wakil walikota Davao, sudah menemui keluarga dari orang yang hilang.

Badai Tembin Terjang Filipina, 100 Orang Tewas

Konfrontasi - Lebih dari 100 orang dilaporkan tewas dan puluhan lainnya hilang dalam badai tropis Tembin yang menerjang Filipina bagian selatan.

Badai Tembin memicu banjir bandang dan tanah longsor di Pulau Mindanao. Dua kota yang paling terkena dampak paling parah adalah Tubod dan Piagapo, di mana beberapa rumah tertimbun batuan besar.

Warga Filipina kerap dilanda badai tropis mematikan, meski Mindanao tak sering diterjang.

Seminar Fisip UI Soal Abu Sayyaf dan Keamanan di Perairan Filipina Selatan

  KONFRONTASI- Mindanao (Filipina) dan Sulawesi/Maluku (Indonesia) dalam beberapa tahun terakhir menjadi wilayah yang diperhatikan dengan cermat, seiring dengan munculnya organisasi teroris Islamis yang berkaitan erat dengan konflik di Timur Tengah. Mindanao diyakini menjadi basis kelompok teroris Abu Sayyaf dan Jemaah Islamiyah yang kemunculannya mengurangi peran kelompok pejuang kemerdekaan yang lebih moderat dan nationalistis seperti Front Pembebasan Islam Moro (MILF).

Militer Filipina Evakuasi Jenazah 3 WN Vietnam dari Abu Sayyaf

Konfrontasi - Militer Filipina berhasil menyelamatkan tiga pelaut Vietnam yang diculik kelompok Abu Sayyaf. Satu pelaut Vietnam lainnya ditemukan dalam keadaan telah meninggal dunia.

Seperti dilansir Reuters dan media lokal Filipina, Mindanao Examiner, Jumat (11/11/2016), sekitar 9 bulan lalu, sebanyak 17 pelaut asal Vietnam diculik kelompok Abu Sayyaf saat sebuah kapal niaga diserang di perairan Sulu dan Celebes. Kelompok Abu Sayyaf meminta tebusan jutaan dolar AS.

Duterte Mengaku Pernah Bunuh Orang saat Remaja dan Keluar Masuk Penjara

Konfrontasi - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengaku pernah menikam seseorang sampai tewas saat masih remaja. Tidak hanya itu, dia juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah keluar masuk penjara karena kenakalannya.

Duterte mengungkapkan hal itu kepada masyarakat Filipina di Kota Danang kemarin, jelang pertemuan puncak Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) yang akan diadakan di Manila.

Nikita Mirzani Bakal Jadi Model Majalah Playboy, Warganet: Biasa Aja Tuh

Konfrontasi - Nikita Mirzani sesumbar akan menjadi model untuk majalah dewasa Playboy versi Filipina. 

Ini disampaikan Niki, sapaan akrabnya, di Instagram Story-nya dan diunggah kembali oleh akun gosip @makrumpita.

"Majalah Playboy Philippines next project. Bakalan seheboh apa yang ini Jakarta pas foto gue udah keluar," tulis Nikita di Insta Story.

Lalu, apa warganet akan benar-benar heboh dengan rencana ibu dua anak itu pamer tubuh di Playboy?

Duterte Nyatakan Marawi Sudah Bebas dari Militan Pro ISIS

KONFRONTASI-Presiden Filipina Rodrigo Duterte mendeklarasikan kota Marawi di bagian selatan terbebas dari militan pro ISIS pada Selasa, meskipun seorang juru bicara militer mengatakan 20-30 pemberontak masih melawan dan menahan sekitar 20 sandera.

Berbicara kepada para tentara sehari setelah pembunuhan dua pemimpin aliansi pemberontak tersebut, Duterte mengatakan bahwa pertarungan telah berakhir dan sekarang saatnya untuk memulihkan orang-orang yang terluka dan membangun kembali kota berpenduduk 200 ribu orang di pulau Mindanao.

"Dengan ini saya menyatakan bahwa Kota Marawi terbebas dari pengaruh teroris yang menandai dimulainya rehabilitasi," ujar Duterte kepada para tentara di Marawi.

Isnilon Hapilon, "emir" ISIS di Asia Tenggara, dan Omarkhayam Maute, satu dari dua "Khalifah" yang memimpin aliansi militan Dawla Islamiya, tewas dalam operasi yang ditargetkan pada Senin. Mayat mereka telah ditemukan dan diidentifikasi, demikian keterangan pihak berwenang setempat.
 

Survei: Perang Melawan Narkoba Ala Duterte Didukung 90 Persen Rakyat Filipina

KONFRONTASI-Hampir 90 persen warga Filipina mendukung perang anti-narkoba dari Presiden Rodrigo Duterte, meski dua pertiga di antara mereka meyakini adanya pembunuhan di luar jalur hukum dalam kebijakan tersebut, demikian sebuah jajak pendapat menunjukkan pada Senin.

Ribuan warga Filipina tewas dalam kebijakan perang anti-narkoba Duterte sehingga memicu kecaman keras dari komunitas internasional. Para aktivis hak asasi manusia (HAM) menuding kepolisian telah membunuh orang-orang yang diduga menggunakan dan mengedarkan narkoba tanpa proses pengadilan.

Kepolisian menolak tudingan itu dan mengatakan bahwa lebih dari 3.900 korban dalam operasi anti-narkoba yang mereka jalankan terbunuh karena melakukan perlawanan bersenjata saat hendak ditangkap, demikian laporan kantor berita Reuters.

Sebanyak 88 persen dari 1.200 responden jajak pendapat yang digelar bulan lalu oleh Pulse Asia mengatakan bahwa mereka mendukung kebijakan keras Duterte, dan hanya dua persen yang dengan tegas menolak. Sementara sembilan persen sisanya mengaku belum bisa memutuskan.

Namun, sejumlah 73 persen responden juga meyakini adanya pembunuhan ekstra judisial, atau naik dari 67 persen dari jajak pendapat yang sama pada Juni lalu.

Sekitar seperlima responden yakin semua pembunuhan sudah dijalankan sesuai prosedur hukum, atau turun dari 29 persen dari bulan Juni.

Pembunuhan ekstra judisial adalah persoalan politik yang diperdebatkan dengan hangat di Filipina. Banyak pihak mendefinisikan konsep tersebut berbeda dengan yang sering digunakan oleh organisasi internasional ataupun kelompok pembela hak asasi manusia.

Duterte Ancam Usir Seluruh Diplomat Uni Eropa dalam 24 Jam, Ini Alasannya

Konfrontasi - Presiden Filipina Rodrigo Duterte menuding Uni Eropa mencampuri urusan dalam negeri negara itu. Duterte mengancam akan mengusir para diplomat Uni Eropa dalam waktu 24 jam.

Dia menuduh bahwa Eropa bersekongkol untuk mengeluarkan Filipina dari PBB, ia tidak memberikan bukti-bukti untuk ini.

Sebelumnya, seorang delegasi Barat mengkritik perang terhadap narkoba yang dilancarkan Duterte dengan penuh kekerasan. Namun juru bicara Uni Eropa kemudian mengatakan bahwa delegasi itu tidak mewakili blok mereka.

Dalam pidatonya, Presiden Duterte mengatakan: "Kami akan disingkirkan dari PBB? Kalian bajingan! Ayo coba saja."

"Kalian mencampuri urusan dalam negeri karena kami miskin, Kalian memberi uang dan kemudian mengatur apa yang harus dilakukan."

'Harus pergi dalam 24 jam'

Tentang para diplomat Uni Eropa, dia berkata: "Anda harus meninggalkan negeri saya dalam waktu 24 jam, Anda semua."

Dalam pidato itu ia melontarkan juga berbagai makian kasar. Namun dia tidak memberikan bukti untuk mendukung tudingannya bahwa pemerintah Uni Eropa berusaha agar Filipina dikeluarkan dari PBB.

Menanggapi pernyataan Duterte, juru bicara Uni Eropa mengatakan dalam sebuah pernyataan: "Kunjungan 'Delegasi Internasional Aliansi Progresif pada 8-9 Oktober lalu bukan merupakan sebuah 'misi Uni Eropa', sebagaimana yang secara keliru dilaporkan oleh beberapa media."

Dikatakan delegasi beranggotakan tujuh orang tersebut meliuputi perwakilan dari Swedia, Jerman, Italia, Australia dan Amerika Serikat.

Buron 2 Tahun, Gembong Narkoba Australia Ditangkap di Filipina

Konfrontasi - Salah satu buronan paling dicari di Australia, yang dituduh terlibat dalam sindikat narkoba jutaan dolar, berhasil diringkus di Filipina setelah diburu kepolisian Australia selama dua tahun.

Kepolisian Federal Australia (AFP) telah mencari keberadaan Markis Scott Turner (44) sejak September 2015 setelah dia gagal hadir dalam persidangan di Pengadilan Tinggi Queensland.

Pages