12 December 2019

Filipina

Keterlaluan, Berani-beraninya Presiden Filpina Mencaci Tuhan

KONFRONTASI -   Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyebut bahwa Tuhan itu 'goblok,' yang segera memicu kemarahan di negeri mayoritas Katolik itu.

Dalam sebuah pidato yang disiarkan televisi, ia mengejek kisah tentang Adam dan Hawa yang diusir dari surga dalam Kitab Injil, dan logika tentang konsep dosa asal.

Gereja dan banyak warga negara mengutuk ucapannya kali ini, namun kantor kepresidenan mengatakan Duterte sekadar mengekspresikan keyakinan pribadi.

Duterte Siap Mundur Jika Seluruh Wanita Filipina Tandatangani Petisi

KONFRONTASI-Presiden Filipina Rodrigo Duterte melakukan pembelaan diri atas aksi "cium bibir" wanita Filipina yang sudah berkeluarga di Korea Selatan dan menegaskan bahwa ia akan mundur hanya jika sudah cukup banyak wanita merasa tersinggung dan menanda tangani petisi menuntut pengunduran dirinya.

Duterte Dikecam Gara-gara Cium Bibir Buruh Migran Filipina di Korsel

KONFRONTASI-Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada Senin (4/6) menuai kecaman setelah mencium bibir seorang perempuan Filipina di panggung selama kunjungannya ke Korea Selatan, memicu kemarahan para aktivis yang menyebut tindakannya "menjijikan."

Puluhan Polisi Filipina Belajar Bahasa Indonesia

KONFRONTASI-Sebanyak 60 orang polisi Filipina mengikuti kursus bahasa Indonesia mempererat hubungan dan kerja sama antara Indonesia dan Filipina.

Go-Jek Investasi US$500 juta - Lakukan Ekspansi ke Vietnam, Singapura, Thailand, dan Filipina

KONFRONTASI -  Go-Jek mengumumkan rencana ekspansinya ke empat negara di Asia Tenggara, yaitu Vietnam, Singapura, Thailand dan Filipina dalam beberapa bulan ke depan.

Perusahaan ride-hailing tersebut menyiapkan investasi sebesar US$500 juta untuk menggulirkan langkah ekspansi internasional perdananya. Go-Jek bakal terlebih dulu menghadirkan layanan ride-hailing untuk selanjutnya dilanjutkan dengan mereplikasi berbagai layanan on demand lain yang sukses di pasar Indonesia.

Bahas Tenaga Kerja, Duterte akan Kunjungi Kuwait

KONFRONTASI- Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan akan berkunjung ke Kuwait untuk menyetujui kesepakatan ketenagakerjaan sehingga menjadi isyarat penurunan ketegangan setelah pertikaian diplomatik atas dugaan penganiayaan pekerja Filipina di negara Teluk itu.

Uang, Alasan Duterte Pilih Tiongkok Ketimbang Timur-Tengah

KONFRONTASI-Presiden Filipina Rodirigo Duterte sangat blakblakan mengenai alasannya lebih memilih menjalin kerja sama dengan Tiongkok ketimbang negara-negara Timur Tengah. Alasannya hanya satu: Uang.

Duterte mengatakan Filipina perlu memperdalam hubungan dengan Beijing karena bersedia mengucurkan duit.

"Saya butuh Tiongkok. Lebih dari siapa pun pada titik ini, saya butuh Tiongkok," kata Duterte saat konferensi pers jelang keberangkatannya ke Tiongkok, Senin (9/4).

Cumi-cumi Raksasa Gegerkan Warga Filipina

KONFRONTASI-Warga Pulau Tawi-Tawi, Filipina, dikejutkan penemuan sesosok cumi - cumi raksasa seukuran manusia dewasa. Cumi - cumi itu berwarna putih cerah, lengkap dengan delapan kaki.

Seperti dilansir Daily Mail Senin (9/4), cumi - cumi jumbo itu ditemukan seorang nelayan pada Sabtu (7/4) lalu.

“Saya tahu nelayan yang menangkap cumi-cumi ini. Sulit baginya untuk membawanya karena berat,” ujar nelayan setempat, Harold Eduardo Curtis yang menyaksikan langsung proses hewan laut itu dibawa ke daratan.

Duterte Sebut Komisaris HAM PBB Bodoh

KONFRONTASI-Perseteruan antara Presiden Filipina, Rodrigo Duterte dengan Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Zeid Ra'ad Al Hussei semakin memanas. Keduanya diketahui kembali saling melemparkan serangan verbal.

Duterte menyatakan bahwa Zeid adalah seorang yang bodoh. Pernyataan Duterte ini muncul setelah Pangeran Yordania itu menyebut Duterte membutuhkan bantuan psikiater dan menggambarkan hinaan Duterte terhadap pelapor PBB sebagai sesuatu hal yang sangat memalukan.

Setelah Narkoba, Duterte Nyatakan Perang Terhadap Obat Palsu

KONFRONTASI-Presiden Filipina Rodrigo Duterte membuka medan baru dalam perang melawan narkotika dengan membidik obat palsu untuk membendung perdagangan gelap parasetamol, kata pengacaranya pada Rabu.

Salvador Panelo, kepala penasihat hukum kepresidenan, mengatakan bahwa Duterte memerintahkan polisi menangkap mereka yang bertanggung jawab.

Pages