23 May 2018

Filipina

Bahas Tenaga Kerja, Duterte akan Kunjungi Kuwait

KONFRONTASI- Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan akan berkunjung ke Kuwait untuk menyetujui kesepakatan ketenagakerjaan sehingga menjadi isyarat penurunan ketegangan setelah pertikaian diplomatik atas dugaan penganiayaan pekerja Filipina di negara Teluk itu.

Uang, Alasan Duterte Pilih Tiongkok Ketimbang Timur-Tengah

KONFRONTASI-Presiden Filipina Rodirigo Duterte sangat blakblakan mengenai alasannya lebih memilih menjalin kerja sama dengan Tiongkok ketimbang negara-negara Timur Tengah. Alasannya hanya satu: Uang.

Duterte mengatakan Filipina perlu memperdalam hubungan dengan Beijing karena bersedia mengucurkan duit.

"Saya butuh Tiongkok. Lebih dari siapa pun pada titik ini, saya butuh Tiongkok," kata Duterte saat konferensi pers jelang keberangkatannya ke Tiongkok, Senin (9/4).

Cumi-cumi Raksasa Gegerkan Warga Filipina

KONFRONTASI-Warga Pulau Tawi-Tawi, Filipina, dikejutkan penemuan sesosok cumi - cumi raksasa seukuran manusia dewasa. Cumi - cumi itu berwarna putih cerah, lengkap dengan delapan kaki.

Seperti dilansir Daily Mail Senin (9/4), cumi - cumi jumbo itu ditemukan seorang nelayan pada Sabtu (7/4) lalu.

“Saya tahu nelayan yang menangkap cumi-cumi ini. Sulit baginya untuk membawanya karena berat,” ujar nelayan setempat, Harold Eduardo Curtis yang menyaksikan langsung proses hewan laut itu dibawa ke daratan.

Duterte Sebut Komisaris HAM PBB Bodoh

KONFRONTASI-Perseteruan antara Presiden Filipina, Rodrigo Duterte dengan Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Zeid Ra'ad Al Hussei semakin memanas. Keduanya diketahui kembali saling melemparkan serangan verbal.

Duterte menyatakan bahwa Zeid adalah seorang yang bodoh. Pernyataan Duterte ini muncul setelah Pangeran Yordania itu menyebut Duterte membutuhkan bantuan psikiater dan menggambarkan hinaan Duterte terhadap pelapor PBB sebagai sesuatu hal yang sangat memalukan.

Setelah Narkoba, Duterte Nyatakan Perang Terhadap Obat Palsu

KONFRONTASI-Presiden Filipina Rodrigo Duterte membuka medan baru dalam perang melawan narkotika dengan membidik obat palsu untuk membendung perdagangan gelap parasetamol, kata pengacaranya pada Rabu.

Salvador Panelo, kepala penasihat hukum kepresidenan, mengatakan bahwa Duterte memerintahkan polisi menangkap mereka yang bertanggung jawab.

Tumpas Narkoba, Polisi Filipina Tembak Mati 13 Pengedar

KONFRONTASI-Polisi Filipina menewaskan 13 tersangka pengedar narkotika dan menangkap lebih dari 100 orang dalam puluhan gerakan penumpasan kejahatan narkotika, Rabu, di provinsi utara ibu kota, kata kepala kepolisian Filipina.

Lebih dari 4.000 warga Filipina dibunuh polisi selama masa perang 20 bulan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, terhadap narkotika dan ribuan lagi oleh kelompok bersenjata tidak dikenal. Sebagian besar pembunuhan itu terjadi di daerah kumuh Metro Manila dan daerah terdekatnya, yakni Provinsi Bulacan dan Cavite.

Kebakaran di Hotel di Filipina, 4 Orang Tewas

Konfrontasi - Kebakaran terjadi di sebuah hotel dan kawasan kasino di Ibu Kota Manila, Filipina, Minggu (18/3/2018). Setidaknya empat orang dilaporkan tewas dalam kejadian ini.

Menurut keterangan polisi, hingga saat ini ada dua orang yang masih terjebak dalam bangunan yang terbakar. Lebih dari 300 tamu dievakuasi. Beberapa diantaranya juga diselamatkan dengan menggunakan helikopter.

Duterte Tolak Akui Yuridiksi Mahkamah Pidana Internasional

KONFRONTASI-Presiden Filipina Rodrigo Duterte menolak mengakui yuridiksi Pengadilan Pidana Internasional (ICC) terhadap dirinya. Hal ini terkait penyelidikan awal tentang kebijakan dan pelanggaran dalam perang anti narkoba yang didengungkan Duterte.

Awal bulan ini ICC, yang berbasis di Den Haag, membuka penyelidikan awal terhadap perang anti narkoba Duterte. ICC menyelidiki kemungkinan kejahatan terhadap kemanusiaan di mana diperkirakan 4.000 tewas sejak awal Juli 2016.

Duterte Kirim Pesan kepada Tentara dan Polisi Soal Penyelidikan Anti Narkoba

Konfrontasi - Presiden Filipina Rodrigo Duterte memerintahkan polisi dan tentara agar tidak bekerja sama dalam penyelidikan terkait kasus pembunuhan dalam operasi pembasmian narkoba. Penyelidikan tersebut dilakukan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dan kelompok Hak Asasi Manusia (HAM).

2 Ribu Warga Filipina Demo RUU Perceraian

Konfrontasi - Sekitar 2 ribu warga Katolik Filipina hari ini menggelar aksi demo di Manila untuk memprotes upaya melegalisasi perceraian.

Aksi demo yang digelar di sebuah taman tersebut diorganisir oleh kelompok-kelompok gereja Katolik yang khawatir akan kemungkinan diloloskannya Rancangan Undang-Undang (RUU) perceraian, yang tengah diperjuangkan oleh para sekutu Presiden Filipina Rodrigo Duterte di Kongres. 

Dalam aksi itu, kelompok-kelompok gereja juga mengecam perang melawan narkoba yang diperintahkan Presiden Duterte. 

Pages