19 May 2019

Filipina

Keluarga Duterte Dominasi Pemilu Sela Filipina

KONFRONTASI-Filipina baru saja melalui pemilu sela nan akbar, Senin (13/5). Sebanyak 43 ribu kandidat mengincar 18 ribu posisi dari tingkat pusat sampai tingkat kota. Berangkat dari situ, Presiden Rodrigo Duterte dikabarkan mengatur rencana untuk memperkuat posisinya.

Meski tak memilih presiden, pemilu kali ini cukup penting bagi Duterte. Sebab, ada 12 kursi senator yang diperebutkan. Jika loyalisnya bisa menyapu bersih kompetisi pemilu, Duterte bakal menaklukkan satu-satunya lembaga yang menentangnya selama ini.

Kabur dari Penyanderaan, WNI Meninggal Tenggelam

Konfrontasi - Hariadin, warga negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok bersenjata di Filipina Selatan, tewas. Hariadin tewas saat berupaya kabur dari penyanderaan.

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal mengatakan Hariadin tewas di perairan Pulau Simisa, Provinsi Sulu, Filipina Selatan, pada Jumat (5/4), pukul 18.00 waktu setempat. 

'Suami' Lucinta Luna Sadar Nikahi Transgender

Konfrontasi - Nama Bigham, sang pria asal Filipina yang mesra dengan Lucinta Luna terus menuai pembicaraan luas. Apalagi ia dipercaya sudah menikahi Lucinta Luna yang seorang transgender.

Apakah Bigham tak tahu jati diri Lucinta Luna sebagai Muhammad Fattah sebelumnya? Ternyata jawabannya mengejutkan.

Bigham sepertinya justru tahu betul soal masa lalu Lucinta Luna. Ada seorang warganet bernama Clara yang merupakan teman bertanya padanya.

ICC Kemungkinan Tetap Investigasi Duterte

KONFRONTASI-Pengadilan Kriminal Internasional atau ICC kemungkinan bakal melanjutkan investigasi terhadap Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, terkait dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan meskipun negara itu menarik diri dari keanggotaan.

Duterte memerintahkan Filipina mundur dari keanggotaan ICC karena dilaporkan ke pengadilan internasional itu terkait perang narkoba, yang dinilai banyak kalangan menewaskan ribuan orang. Keanggotaan Filipina di ICC bakal efektif berlaku mulai Ahad pekan depan.

Teruskan Cita-cita Marcos, Duterte Ingin Ubah Nama Filipina Jadi Maharlika

KONFRONTASI-Presiden Filipina, Rodrigo Duterte berniat meneruskan niat mendiang Presiden Filipina, Ferdinand Marcos untuk mengubah nama negara itu dalam upaya nyata untuk melepaskan Filipina dari hubungan kolonialnya. Duterte ingin mengubah nama negara menjadi "Maharlika", yang berarti kaum bangsawan.

"Suatu hari, mari kita ubah. Marcos benar. Dia ingin mengubahnya ke Maharlika, karena itu adalah kata Melayu," kata Duterte dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (14/2).

Penangkapan Wartawan Pengkritik Duterte Dikecam Komisi HAM ASEAN

KONFRONTASI-Komisi HAM Antar-Pemerintah ASEAN (AICHR) mengecam penangkapan jurnalis dan Pemimpin Redaksi Rappler Maria Ressa di Filipina yang dikenal begitu kritis terhadap pemerintahan Rodrigo Duterte.

Kecaman itu disampaikan Wakil Indonesia di Komisi HAM Antar-Pemerintah ASEAN (AICHR) Yuyun Wahyuningrum yang menyatakan ketidaksetujuan dan keprihatinan atas penangkapan Maria Ressa, pemimpin redaksi Rappler, situs berita yang kritis terhadap pemerintah Filipina.

Dituduh Tebar Fitnah, Wartawan Pengkritik Duterte Ditangkap

KONFRONTASI-Peraih penghargaan serta kepala laman berita Filipina yang dikenal mengawasi dengan ketat Presiden Rodrigo Duterte, ditangkap pada Rabu atas tuduhan pencemaran nama baik, kasus terbaru dalam serangkaian perkara hukum terhadap musuh-musuh yang dirasakan pemerintah.

Gagalkan Proyek Filipina di LCS, China Kirim Puluhan Kapal Perang untuk Mengintimidasi

KONFRONTASI- China dilaporkan telah mengerahkan armada hampir 100 kapal ke Pulau Thitu, salah satu dari beberapa pulau yang disengketakan di Laut China Selatan (LCS). China berupaya untuk menghentikan proyek konstruksi yang dilakukan oleh pemerintah Filipina.

Laporan yang dikeluarkan oleh Asia Maritime Transparency Initiative (AMTI), sebuah lembaga think tank yang dikelola oleh Pusat Studi Strategis dan Internasional, Beijing baru-baru ini mengirim kapal dari Subi Reef, yang terletak sekitar 12 mil laut dari Thitu.

Pasangan ''suami istri'' Indonesia' jadi pelaku Bom Bunuh Diri serangan Gereja di Jolo, Filipina

KONFRONTASI-  Sedikitnya 22 orang meninggal dan 100 lainnya luka-luka dalam bom bunuh diri Jolo,Filipina..Menteri Dalam Negeri Filipina Eduardo Año mengatakan dua pelaku serangan bom bunuh diri asal Indonesia berada di balik serangan gereja Katolik di Pulau Jolo.

Año mengatakan hal itu Jumat (01/02) setelah militer memastikan bahwa pengebom bunuh diri yang merupakan "pasangan" menyerang gereja dan menyebabkan 22 orang meninggal dan 100 lainnya luka-luka.

Suami Istri Asal Indonesia Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Filipina

Konfrontasi - Menteri Dalam Negeri Filipina Eduardo Ao mengatakan dua pelaku serangan bom bunuh diri asal Indonesia berada di balik serangan gereja Katolik di Pulau Jolo.
 
Ao mengatakan hal itu Jumat (1/2/2019) setelah militer memastikan bahwa pengebom bunuh diri yang merupakan "pasangan" menyerang gereja dan menyebabkan 22 orang meninggal dan 100 lainnya luka-luka.
 

Pages