24 February 2018

Ferdinand Hutahaean

Benarkah Indonesia Butuh Pemimpin Baru?

Oleh : Ferdinand Hutahaean

Gaduh tak berkesudahan, bantah lisan tak kunjung berakhir, publik disuguhi polemik tak kunjung usai, kemunduran dimana-mana, ekonomi dan daya beli terpukul, politik riuh bersahutan dengan tensi tinggi, hukum seakan mencari jalannya sendiri. Benarkah saat ini Kondisi Indonesia demikian?

Negara yang Haram Kritik

Oleh: Ferdinand Hutahaean

Memasuki tahun ke empat pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo, tampaknya Indonesia semakin mundur ke peradaban anti kritik, anti demokrasi dan anti kebebasan berpendapat. Padahal semua aturan tentang kebebasan berpendapat itu diatur oleh rambu-rambu yang masuk dalam hukum pidana. Kebebasan ada tanggung jawabnya.

Soal Nama Ibas dalam 'Buku Hitam' Novanto, Ferdinand Hutahaean: Mungkin Maksud Setnov Abas

KONFRONTASI -  Kepala Divisi Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean meminta kepada wartawan untuk memastikan lebih dahulu apakah benar Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).tercatat dalam "buku hitam" Setya Novanto.

Dalam buku itu tertera nama mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M. Nazaruddin, dan Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).

Ferdinand Hutahaean: SBY Korban Fitnah Jahat

Oleh : Ferdinand Hutahaean*

Teringat sebuah kalimat dalam kisah dimana ketika seseorang yang akan hanyut dan tenggelam, maka Ia pun akan kalap meraih apap saja untuk berpegangan, bahkan batang jerami pun akan diraihnya untuk bergelantungan dengan harapan tidak akan hanyut atau tenggelam.

Ferdinand Hutahaean: SBY Tidak Terlibat Kasus EKTP

Oleh: Ferdinand Hutahaean*

Begini ya, ada beberapa hal yang harus dipahami atas peristiwa ini dan pernyataan Mirwan Amir yang mengaku pernah meminta secara tidak formil kepada Presiden SBY waktu itu untuk menghentikan proyek EKTP.

Pertama, saya belum mendapat petunjuk dari Bapak SBY apakah pengakuan Mirwan tersebut benar atau tidak. Sehingga pernyataan saya ini adalah tanggapan atas Mirwan Amin

Zulkifli Hasan dan Isu LGBT Fitnah Terhadap Partai Politik?

Oleh: Ferdinand Hutahaean*

Ketika Kemiskinan Makin Tinggi, Indonesia Malah Menuju Negara Berbayar

Oleh: Ferdinand Hutahaean*

Mengutip rilis data Badan Pusat Statistik Maret 2017, angka kemiskinan terus meningkat menjadi 27,77 orang atau sekitar 10,64% dari total penduduk Indonesia yang diperkirakan saat ini berjumlah sekitar 261 juta jiwa.

Selain itu pada bulan Agustsu 2017, angka pengangguran juga terus meningkat menjadi 7,04 juta orang dr total jumlah angkatan kerja sebesar 121,2 juta jiwa.

EKTP: Pemberantasan Korupsi KPK Bercita Rasa Kekuasaan

Oleh: Ferdinand Hutahaean
Rumah Amanah Rakyat

Penanganan Korupsi EKTP yang ditangani oleh KPK sejak awal penuh dengan kejutan-kejutan yang sesungguhnya tak perlu ada dan tidak perlu terjadi andai KPK melakukan kewenangannya secara baik, benar, adil, sesuai tupoksinya dan bekerja dengan menjaga independensi lembaga KPK. Namun karena tampaknya unsur pimpinan KPK menjadi sub ordinat kekuasaan, maka penegakan hukum itu pun menjadi berselera buruk dengan cita rasa kekuasaan.

Nasib Rakyat di Negeri Langka

Oleh:  Ferdinand Hutahaean*

Rasanya tak ingin pikiran kembali ke tahun kebodohan 2002 dimana Presiden RI kala itu Megawati Soekarno Putri dengan senyum mengembang indah saat berdansa dengan Presiden Cina Jiang Zemin, berujung pada di tanda tanganinya kontrak ekspor Gas LNG Tangguh ke Cina dengan harga super murah yaitu kisaran USD 2,4 / MMBTU flat selama 20 tahun kemudian paling tinggi USD 3,35 / MMBTU. Padahal kala itu semestinya LNG berada dikisaran harga diatas USD 5 / MMBTU.

Politik Survei, Seolah Jokowi 2 Periode dan Pilpres Hanya Pertarungan Wakil Jokowi

Oleh: Ferdinand Hutahaean
Rumah Amanah Rakyat

Masih teringat 13 Oktober 2017 lalu melalui laman twitter saya @LawanpolitikJKW yang kemudian diangkat beberapa media online menyampaikan bahwa tebaran survei-survei yang dipublikasikan belajangan adalah proyek survei untuk menghantar Jokowi sang petahana menuju 2 periode menduduki kursi presiden.

Pages