24 January 2017

Ferdinand Hutahaean

Waspada Rekayasa Politik sebagai Metodologi Kecurangan Penguasa

Oleh: Ferdinand Hutahaean

Bayang-bayang Penguasa dalam Kecurangan Politik

Oleh: Ferdinand Hutahaean

Ketidak Adilan Politik dan Hukum Oleh Negara Menuju Rezim Tirani

Oleh: Ferdinand Hutahaean

Bangsa Yang Kacau Akibat Lemahnya Kepemimpinan Nasional

Oleh: Ferdinand Hutahaean*

"Menjadi seorang pemimpin butuh reputasi yang baik dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan politiknya. Seorang pemimpin besar akan diikuti tanpa rasa terpaksa atau ketakutan oleh orang-orang yang dipimpinnya, dan sebaliknya seorang pemimpin yang kerdil akan kehilangan harapan dan kehilangan kepercayaan dari orang-orang yang dipimpinnya." (FH)

Jakarta Yang Mencari Pemimpin

Oleh:Ferdinand Hutahaean

Menolak Pemimpin Multi Kepribadian untuk Jakarta

Oleh: Ferdinand Hutahaean

Waspadai Para Pemburu Jabatan di Pilkada DKI

Oleh: Ferdinand Hutahaean

Pilkada DKI pasca debat pertama Jumat lalu semakin menunjukkan siapa sesungguhnya yang layak dan patut secara moral, etika, kejujuran dan integritas untuk dipilih memimpin Jakarta 5 tahun kedepan. Dari jawaban-jawaban dan pertanyaan serta pernyataan yang terucap oleh Cagub maupun Cawagub sangat menunjukkan karakter dan watak seseorang.

Pengacara Ahok dan Tuduhan Rekayasa Politik

Menanggapi Pernyataan Pengacara Ahok Pasca Sidang Ke 5 Ahok

Oleh: Ferdinand Hutahaean

Pengacara Ahok sepertinya sudah kehabisan akal untuk membela Ahok pada sidang yang menempatkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai terdakwa dikursi pesakitan Pengadilan Negeri Jakarta Utara atas dakwaan pelangaran terhadap pasal 156 dan 156 a KUHP tentang penodaan agama. Ucapan Ahok di kepulauan seribu pada September 2016 tentang Surat Almaidah 51 telah membawa Ahok menuju penjara jika nantinya Hakim kelak memutuskan Ahok bersalah.

Logika Berpikir Salah Pemimpin Bangsa

Oleh:  Ferdinand Hutahaean

Tampaknya rejim yang sedang berkuasa sekarang semakin hari semakin jauh dari cita rasa pemimpin sejati. Semakin tua umur pemerintahan, justru semakin jauh dari  indikator-indikator kerakyatan dan nadionalisme. Rejim memimpin dengan gaya manajemen suka-suka, dan lebih menyedihkan lagi ketika logika berpikir yang digunakan semakin tidak mencerminkan perlindungan kepada rakyat, bangsa dan negara, akan tetapi menggunakan logika yang menyesatkan.

Pancasila Yang Terusik, Bangsa Yang Tersakiti

Oleh:  Ferdinand Hutahaean

Pages