27 April 2017

Ferdinand Hutahaean

Menghantar Rindu untuk SBY, Mengirim Cinta Buat Semua

Oleh:  Ferdinand Hutahaean
Komunikator Partai Demokrat

34 PLTU Mangkrak Jangan Dijadikan Mainan Politik

Oleh: Ferdinand Hutahaean

Temuan BPK atas potensi kerugian negara sebesar 5,65 Trilliun pada 34 Proyek PLTU bagian dari FTP II patut diapreasiasi meski angka itu belum menjadi sebuah angka yang final dan pasti. Angka itu masih merupakan angka potensi kerugian yang perlu dilakukan audit menyeluruh dan lebih tuntas supaya kejelasan dan status hukum dari 34 proyek tersebut jelas.

Masihka Pilkada Jakarta Layak Diteruskan?

Oleh: Ferdinand Hutahaean
RUMAH AMANAH RAKYAT
BELA TANAH AIR

Demokrat, Rumah Politik Pencetak Para Pemimpin Masa Depan

Oleh: Ferdinand Hutahaean
Komunikator Partai Demokrat

Percuma Pilgub DKI Dilanjutkan, Jika Rezim Berkuasa Ingin Ahok yang Menang

KONFRONTASI-Gelaran pilkada DKI Jakarta putaran dua, menurut Pimpinan Rumah Amanah Rakyat (RAR) Ferdinand Hutahaean, pada hakikatnya semakin mengurangi esensi demokrasi itu sendiri.

Sebab, lanjut dia, Semakin mendekati hari pemungutan suara Pilkada Jakarta putaran ke 2, semakin jugalah Pilkada itu kehilangan moral demokrasinya.

Kala yang Lain Berebut Kekuasaan, Demokrat Mengetuk Pintu Rakyat, Demokrat Melayani

Oleh: Ferdinand Hutahaean

Ada rasa yang mengharu dalam bathin mengikuti waktu yang berputar saling mengejar bersama agenda Kerja Politik DPP Partai Demokrat di kota Makassar Sulawesi Selatan. Masih terngiang keras ditelinga hingga kini ucapan Sekjen DPP Demokrat Hinca Panjaitan kemarin siang saat Pembekalan Kader yang menyatakan, Partai tanpa kerja politik adalah kosong, Kerja politik tanpa narasi ke publik adalah hampa. Pernyataan yang tidak panjang namun memang itulah sesungguhnya realitas politik.

Lapor Tuhan, Bangsa Ini Sekarang Dipimpin Seorang Tiran!

KONFRONTASI - Entah harus dari mana saya memulai tulisan ini supaya yang mulia penguasa bangsa ini bisa memahami dan merasakan situasi kebathinan anak-anak bangsa saat ini. Entah dari tahun berapa atau dari era mana saya harus menulis agar penguasa ini bisa merasakan apa yang dirasakan anak-anak bangsa ini. Apakah harus menulis dari era Pithecantropus supaya penguasa ini bisa merasa dan tidak hanya merasa bisa, sayapun tidak tahu.

Hari Pertama Bersama Demokrat di Sulawesi Selatan: Hadir Melayani Bukan untuk Dilayani

Oleh: Ferdinand Hutahaean

Kembalikan Pers sebagai Pilar Demokrasi

Oleh: Ferdinand Hutahaean

Sebuah Testimoni: SBY dan Demokrat sebagai Benteng Demokrasi

Oleh: Ferdinand Hutahaean

"Selamat untuk Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, atas penganugerahan sebagai Bapak Demokrasi oleh PWI di Jawa Timur hari ini 29 Maret 2017"

Pages