26 March 2017

Ferdinand Hutahaean

Renungan Pengorbanan Patriotis: Mengenang Bandung Lautan Api 1946

Oleh: Ferdinand Hutahaean
RUMAH AMANAH RAKYAT
BELA TANAH AIR

Menyudahi Kemelut Mobil Kepresidenan, Jangan Lukai Pertemuan Jokowi-SBY

Oleh:  Ferdinand Hutahaean

Rezim Keliru yang Subur dengan Isu Memilukan dan Murahan

Oleh: Ferdinand Hutahaean
RUMAH AMANAH RAKYAT
BELA TANAH AIR

Yang pertama dan terburuk dari semua penipuan adalah menipu diri sendiri.* Begitulah saya memulai tulisan ini dengan mengutip Philip James Bailey penulis buku Britania Raya tahun 1893. Dan saya harus minta maaf menyampaikan penilaian saya terhadap rejim penerintah ini, bahwa anda sedang terus menerus menipu diri sendiri.

Soal Pemberitaan Miring Mobil VVIP Mantan Presiden SBY, Ini Penjelasan Ferdinand Hutahaean

KONFRONTASI - Beredarnya pemberitaan miring dan cenderung negatif terkait mobil VVIP Kepresidenan, bahkan terkesan mengandung unsur fitnah dan menyerang kehormatan Presiden Republik Indonesia ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono yang sangat merugikan baik secara pribadi maupun sebagai Presiden RI Ke 6 sekaligus sebagai Ketua Umum Partai Demokrat harus dijernihkan.

Pak Presiden, Sampai Kapan Retorika Ini Berlangsung?

Oleh: Ferdinand Hutahaean
RUMAH AMANAH RAKYAT
BELA TANAH AIR

KPK Dianggap Mainkan Logika Konyol untuk Selamatkan Ahok

KONFRONTASI-Pimpinan Rumah Amanah Rakyat (RAR) Ferdinand Hutahaean mempertanyakan sikap independensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengusut sejumlah kasus yang menyeret nama Basuki Tjahaja Purnama.

Ferdinand mencontohkan, kasus yang paling menjadi fokus dan perhatian kali ini sebagai tinjauan sikap atas eksitensi KPK adalah terhadap kasus pembelian sebagian lahan Rumah Sakit Sumber Waras yang berdasarkan audit BPK menyatakan adanya kerugian negara ratusan milliar dan dugaan korupsi pembuatan EKTP dengan kerugian trilliunan rupiah.

Antara Niat dan Tidak Berperan Aktif, Masih Perlukah KPK?

Oleh : Ferdinand Hutahaean
RUMAH AMANAH RAKYAT
BELA TANAH AIR

Demokrasi Pancasila, Bukan Demokrasi yang Tercela dan Menindas

Oleh: Ferdinand Hutahaean
RUMAH AMANAH RAKYAT
BELA TANAH AIR

Selamat Kepada Elia Manik, Jangan Permainkan Masa Depan Pertamina

KONFRONTASI - Hari ini nama Elia Massa Manik resmi disahkan sebagai Direktur Utama PT Pertamina menggantikan Dwi Sutjipto yang dicopot bulan lalu oleh Pemerintah dan penghapusan jabatan Wakil Dirut Pertamina yang hanya berusia tidak lebih dari umur jagung. Sikap dan keputusan yang bagi kami tidak bisa diterima secara penuh, dan keputusan tersebut masih menunjukkan betapa pemerintah belum serius membesarkan Pertamina dan masih menjadikan Pertamina sebagai mainan politik demi kepentingan tertentu.

Berhentilah Melukai Indonesia

Oleh: Ferdinand Hutahaean*

Pages