15 September 2019

fendi kachonk

KETIKA HUJAN UNGU MENCINTAI UMIRAH RAMATA

Oleh: Fendi Kachonk

 
 

Ketika Hujan Mencintai Kita

 

aku masih mencintai hujan

hujan di waktu yang sama seperti saat itu

saat semua kenangan tercipta  dari butiran mutiara langit

langit yang menyenjakan mimpi-mimpi kita

 

sayup suara itu membangunkanku dari sejenak rindu yang diam

diam menuturkan kalimat tanpa titik di bibirmu

bibir yang sejak tadi seolah membunuhku perlahan

Belajar Pada Puisi Tupai William Butler Yeats Sang Peraih Nobel

Oleh: Fendi Kachonk

 

 

 

 

KEPADA SEEKOR TUPAI DI KYLE-NA-O

Karya: William Butler Yeats.

Penerima Nobel 1923

 

Mendekatlah dan bermain denganku;

Kenapa mesti lari

Melintasi pohon-pohon bergoyang

Padahal aku bawa senjata

Bisa menembakmu mati?

Padahal yang kuinginkan hanyalah

Irama dalam Puisi Perempuan di Ladang Jagung karya Fendi Kachonk

Oleh Yuli Nugrahani*

Komunitas Kampoeng Jerami Meluncurkan Buku Titik Temu, "Untuk Memperingati Hari HAM Sedunia"

Konfrontasi-Lagi, Komunitas Kampoeng Jerami setelah sukses menerbitkan buku Hujan Kampoeng Jerami kembali meluncurkan buku kumpulan puisi yang lebih menarik dan lebih menawan sebagai kontribusinya kepada dunia sastra Indonesia. Bertepatan dengan 10 Des 2014 pada Hari HAM se-Dunia Komunitas meluncurkan buku kumpulan puisi yang berjudul “ Titik Temu.

Bagian Kedua Musim Trengguli Yuli Nugrahani

Oleh : Fendi Kachonk

MENGGAMBAR HIDUP DENGAN TINTA KEYAKINAN Esai Apresiatif Atas Puisi Kelak Bila Kau Pulang Karya Fendi Kachonk

                                                                      Oleh Moh. Ghufron Cholid*)

 

Siang ini saya berhadapan dengan puisi Fendi Kachonk di Taman Baca Arena Pon Nyonar yang merupakan taman baca yang ia bangun dengan perasaan cinta, memalingkan segala mata dari kebutaan membaca, Fendi yang semakin karib dengan dunia sosialnya namun tak lupa memajukan masyarakatnya dengan kecintaan membaca.