28 February 2020

Federal Bureau of Investigation (FBI)

FBI Sukses Bobol Keamanan iPhone 11

Konfrontasi - Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat mengaku membutuhkan waktu dua bulan untuk membuka kunci keamanan iPhone 11 milik Lev Parnas tanpa bantuan sedikit pun dari Apple.

Hal ini diungkapkan Hakim Distrik AS, J Paul Oetken, setelah menerima surat yang berisi keberhasilan FBI menjebol pengamanan iPhone 11.

Parnas saat ini sedang diselidiki karena keterlibatannya bersama Rudolph Giuliani karena menyerang Joe Biden, lawan politik Presiden AS Donald Trump.

Anggota Keluarga yang Ditembak Kartel Narkoba di Meksiko: Kami Seperti Tinggal di Afghanistan

Konfrontasi - Keluarga korban pembantaian geng narkoba di Meksiko menyebut kelompok itu lebih buruk dan barbar ketimbang ISIS. Sembilan orang, yakni tiga perempuan dewasa dan enam anak-anak, dibantai secara sadis dengan ditembak lalu dibakar di mobil mereka.

Para korban merupakan anggota klan Mormon bekewarganegaraan ganda, yakni Amerika Serikat (AS) dan Meksiko. Lima di antaranya yakni satu perempuan dewasa dan empat anak merupakan satu keluarga.

Eks Penasihat Donald Trump Mengaku Kibuli FBI Soal Rusia

Konfrontasi - Michael Flynn, eks penasihat keamanan nasional Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dalam persidangan, Jumat (1/12/2017), mengaku berbohong kepada FBI terkait kontaknya dengan Duta Besar Rusia, Sergei Kislyak.

Ia menjadi anggota pertama pemerintahan Donald Trump yang menyatakan bersalah melakukan kejahatan yang terungkap dari penyidikan kantor penasihat khusus soal dugaan upaya Rusia mempengaruhi pemilihan Presiden Amerika Serikat pada 2016.

Astaga, Bayi Tiga Bulan di Amerika Ikut Dijual di Prostitusi Online

Konfrontasi - Otoritas Amerika Serikat melalui FBI melakukan penyelidikan dan operasi pemberantasan perdagangan seks dan praktik penjualan anak yang dilakukan di AS dan di beberapa negara yang bekerja sama dengan FBI.

Dari operasi tersebut, ada 84 anak yang berhasil diselamatkan, bahkan satu di antaranya adalah bayi yang baru berusia tiga bulan dan ikut dijual melalui jaringanonline prostitusi anak.

Trump Murka, Mantan Direktur FBI Diangkat Jadi Jaksa Khusus Selidiki Kasusnya dengan Rusia

Konfrontasi - TrumpPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bereaksi keras atas penunjukan mantan Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI) Robert Mueller menjadi jaksa khusus menyelidiki kemungkinan kolusi antara tim kampanye pemilu Presiden Donald Trump dengan Rusia dalam kampanye presiden 2016.

Reaksi Trump diungkapkan melalui akunnya di Twitter, Kamis (18/5/2017).

Trump menulis twit, "Ini adalah perburuan penyihir terbesar terhadap seorang politikus dalam sejarah Amerika".

Selain itu Trump menulis, "Dengan seluruh tindakan ilegal yang terjadi pada kampanye Clinton dan pemerintahan Obama, tidak pernah ada jaksa khusus yang ditunjuk!"

Ia pun menegaskan tidak ada kolusi antara dirinya, kampanyenya dan Rusia. Malah menurut Trump, masalah ini memecah belah negeri.

Hal itu disampaikannya saat ditanya mengenai penyelidikan tersebut dalam sebuah konferensi pers bersama Presiden Kolombia Juan Manuel Santos.

Mantan Direktur FBI memiliki mandat yang luas mencakup tindakan menyelidiki Presiden Donald Trump dan bahkan menyelidiki pemecatan mendadak mantan Direktur FBI James Comey, pekan lalu.

"Saya menerima tanggung jawab ini dan akan melaksanakannya dengan memberikan yang terbaik dari kemampuan saya," Mueller mengatakan dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari AP.