17 February 2020

Faisal Basri

Ekonom: Pemerintah Hamburkan Energi untuk Dunia Usaha, Tapi Subsidi untuk Rakyat Malah Dicabut

KONFRONTASI-Ironi terjadi saat pemerintah menaburkan insentif dan kemudahan kepada dunia usaha melalui Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law.

Sementara di saat bersamaan pemerintah menerapkan kebijakan pencabutan subsidi elpiji 3 kilogram.

Ekonom Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri menilai hal itu menyayat hati rakyat.

“Tatkala pemerintah menghambur-hamburkan energi baru buat dunia usaha, di saat yang sama subsidi rakyat dicabut satu-satu,” kata Faisal di Jakarta, belum lama ini.

Kasus Asabri dan Jiwasraya, Faisal Basri Kritik OJK dan Kementerian Keuangan

KONFRONTASI -   Ekonom Senior Faisal Basri mengkritik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait kasus yang membelit PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan PT Asabri (Persero).

Faisal menilai pemerintah abai dalam mengantisipasi kedua permasalahan sehingga bisa terjadi

 

Faisal Basri Kritik Keras Luhut Soal Kualitas Investasi China

KONFRONTASI -    Ekonom senior Faisal Basri  mengkritik keras Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan soal kualitas investasi yang bakal datang ke Indonesia.

Awalnya, Faisal angkat bicara mengenai pentingnya kualitas investasi dalam suatu negara yang dipengaruhi oleh transparansi perusahaan-perusahaan di dalam negara tersebut.

Biasanya, menurut dia, negara korup cenderung menerima investasi dari negara yang juga mudah untuk diajak 'kerja sama'.

Kritik Ekonom FE-UI untuk Luhut B Panjaitan Sebaiknya Direnungkan

Wow! Faisal Basri Bongkar Modus Korupsi Lewat Bank BUMN

KONFRONTASI -   Ekonom Senior Faisal Basri membeberkan modus korupsi lewat bank BUMN yang tengah terjadi.

Dalam bahan paparannya yang diperoleh CNBC Indonesia, Faisal Basri menyebutkan setidaknya ada 5 modus yang dilakukan via Bank BUMN.

Pertama, Bank BUMN terus memberikan utang kepada proyek yang "gagal", namun pembayaran cicilan dan bunganya dilakukan oleh perusahaan "induk" di luar negeri.


Wah, Defisit Energi Sudah Di Depan Mata, kata Faisal Basri:

KONFRONTASI- Defisit energi diprediksi akan melanda Indonesia pada tahun 2021 mendatang. Indonesia memang pernah menjadi negara pengekspor minyak dan gas alam terkemuka di dunia.


Ekonom Pertanyakan Kebijakan Pemerintah Tentang Super Deductable Tax

KONFRONTASI-Ekonom dari Universitas Indonesia Faisal Basri mempertanyakan kebijakan pemerintah tentang "super deductable tax" atau insentif pengurangan pajak penghasilan bruto di atas 100 persen karena dianggap tidak mendiagnosa permasalahan yang menimpa para pelaku usaha perihal investasi.

"Bahwa ini ('super deductable tax', red.) untuk memacu investasi. Apa yang salah dengan investasi, investasi kita tergolong tertinggi," ujarnya dalam diskusi di Hotel Millenial Jakarta, Rabu.

Faisal Basri Kritik Ekonomi Jokowi: Seolah Hidup di Surga

KONFRONTASI -  Ekonom Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri mengkritik data-data perekonomian selama masa pemerintahan Presiden Joko Widodo yang disajikan Menteri Keuangan Sri Mulyani hingga Gubernur BI dan Ketua OJK. Data-data yang disampaikan, menurut dia, tak menggambarkan secara keseluruhan kondisi ekonomi Indonesia yang sebenarnya. 

Faisal Basri Kritik Cara BI Perkuat Rupiah yang Hanya andalkan Modal Asing

KONFRONTASI-  Faisal Basri menyindir Bank Indonesia (BI) yang menyatakan optimis nilai tukar rupiah bisa berada di bawah Rp 14.000 per dolar Amerika Serikat. Menurut dia, optimisme tersebut hanya dibangun berdasarkan doa bukan usaha.

"Tadi Gubernur Bank Indonesia mengatakan optimis nilai tukar rupiah bisa di bawah Rp 14.000, tapi dengan doa bukan usaha," kata ekonom senior dari Universitas Indonesia ini saat menjadi pembicara dalam acara CNBC Economy Outlook 2019 di Hotel Westin, Jakarta Selatan, Kamis 28 Februari 2019.

Ini Pemenang Debat Capres Jilid II Versi Faisal Basri

KONFRONTASI -  Ekonom senior, Faisal Basri menilai calon presiden (Capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto tidak bisa memanfaatkan banyak kesempatan dalam debat Capres kedua. Faisal Basri juga menyebut tidak semua ucapan Capres nomor urut 01, Joko Widodo benar. Sayangnya, hal tersebut tidak berhasil dimanfaatkan lawannya untuk dijadikan amunisi agar bisa menyerang balik dalam debat.

Pages