20 April 2018

Facebook

Facebook Bentuk Tim untuk Kembangkan Chip Sendiri

KONFRONTASI-Facebook dikabarkan tengah berada di tahap awal pengembangan chip untuk memperkuat perangkat dan server-nya sendiri.

Dilansir dari laman The Verge, Facebook sedang mencari manager yang ditugasi untuk merakit "end-to-end SoC / ASIC, firmware, dan driver development."

Minat Facebook untuk menjadi lebih mandiri -- kurang bergantung pada perusahaan luar seperti perusahaan chipset Qualcomm -- menjadikannya satu lagi perusahaan teknologi yang memulai jalur ini.

Tags: 

Meutya Hafidz Usulkan Moratorium Layanan Facebook

KONFRONTASI-Anggota Komisi I DPR Meutya Hafidz mengusulkan adanya moratorium layanan Facebook di Indonesia karena dinilai tidak bisa menunjukan langkah untuk melindungi data pelanggan dan hingga saat ini belum menyerahkan hasil audit investigasi seperti yang diminta Kementerian Komunikasi dan Informatika.

"Kami dengar pemerintah belum menerima hasil audit investigasi, maka tidak tabu bagi pemerintah untuk moratorium pelayanan Facebook di Indonesia sampai ada komitmen dan investigasi menyeluruh dan ada perbaikan dari Facebook," kata Meutya di sela-sela Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan manajemen Facebook, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa.

Dia menjelaskan sebelum dilakukan moratorium layanan, diberikan waktu untuk perbaikan dan perlu ditekankan bahwa moratorium layanan tersebut bukan hal yang tabu dilakukan pemerintah.

Menurut dia, pemerintah pernah melakukan moratorium layanan Telegram dan ketika mereka melakukan komitmen maka layanannya dibuka kembali lalu mengapa dengan Facebook tidak bisa dilakukan.

"Moratorium layanannya diberhentikan sementara sampai audit investigasi yang diminta pemerintah diberikan dan sampai jelas siapa yang bersalah karena mereka mengatakan masih terus melakukan investigasi terhadap kebocoran data tersebut," ujarnya.

Dia mengatakan dalam RDPU tersebut, Komisi I DPR hanya menerima pernyataan sikap dari manajemen Facebook tanpa ada dokumen tambahan yang menunjukkan bahwa mereka telah berusaha melindungi data pelanggan.

Menurut dia, dalam RDPU tersebut, kesalahan dan kebocoran data pelanggan Facebook seolah dilimpahkan kepada pihak ketiga, yaitu pihak aplikasi.

"Karena itu saya tanya memang ada kesepakatan dengan pihak aplikasi? Itu penting karena harus ada dasar hukum yang dipakai untuk menilai apakah betul sesuai klaim Facebook mereka tidak melakukan kebocoran dan itu bukan salah Facebook," ujarnya.

Meutya mengatakan disayangkan Facebook tidak bisa memberikan dokumen tersebut sehingga dirinya tidak percaya klaim Facebook bahwa yang membocorkan data pelanggan adalah pihak ketiga dan telah melanggar perjanjian.

Menurut dia kalau ada perjanjian itu, kita ingin tahu siapa yang bertanggung jawab atas pengambilan data 1,1 juta pengguna Facebook di Indonesia.

"Indonesia memiliki UU tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), ketika ada kebocoran data, namun sampai saat ini belum ada pihak yang mengaku salah, lalu siapa yang terkena ranah hukum pemindahtanganan data pribadi sesuai Pasal 30 dan 32 UU ITE," katanya.

Google dan Youtube Diprediksi Bakal Susul Facebook Duduk di Kursi Panas

KONFRONTASI-CEO Facebook Mark Zuckerberg pekan ini menjadi tajuk utama karena menjalani sidang selama dua hari berturut-turut untuk memberikan keterangan pada anggota Kongres Amerika Serikat mengenai kebocoran data 87 juta pengguna Facebook.

“Saya rasa dua perusahaan berikutnya yang harus ada di kursi panas adalah YouTube, divisi Google, dan yang satu lagi antara Twitter atau Reddit,” kata CTO Brainlink International, Raj Goel, dilansir dari FOX Bussiness.

Facebook Dituding Keruk Uang dari Bocorkan Data

KONFRONTASI-Salah satu pendiri Apple, Steve Wozniak, menutup akun Facebooknya setelah bocornya puluhan juta akun pengguna jejaring sosial besutan Mark Zuckerberg tersebut.

Dalam emailnya kepada USA Today, Wozniak mengatakan Facebook menangguk banyak uang iklan dari rincian informasi pribadi yang diberikan oleh para penggunanya. Dia mengatakan "semua keuntungan dihasilkan dari informasi para pengguna, tapi pengguna tidak mendapatkan sama sekali keuntungan."

Wozniak mengatakan dia lebih memilih membayar Facebook.

10 Jawaban Cambridge Analytica atas Tudingan Facebook

KONFRONTASI-Cambridge Analytica pada Senin (9/4) lalu mengeluarkan pernyataan mengenai tuduhan kebocoran data 87 pengguna Facebook yang dialamatkan kepada mereka.

Pelaksana tugas Pimpinan Cambridge Analaytica, Alexander Tayler menyatakan saat ini orang bebas berpendapat berdasarkan spekulasi dan desas-desus yang beredar. Dalam keterangan yang beredar per Rabu (11/4), Cambridge Analytica menyatakan Tayler kini tidak lagi menjadi pelaksana tugas dan kembali ke posisinya sebagai Chief Data Officer.

“Kami memilih menyatakan 10 hal untuk menjawab klaim yang beredar belakangan ini. Kami juga meluncurkan website CambridgeFacts.com, yang akan memberikan penjelasan mengenai hal tidak benar yang beredar di seputar perusahaan kami,” kata dia dalam keterangan tersebut.

Berikut ini adalah 10 hal yang disampaikan oleh firma konsultan politik tersebut.

Zuckerberg Juga Jadi Korban Kebocoran Data Facebook

KONFRONTASI-Pemimpin eksekutif Facebook Mark Zuckerberg selama 10 jam dalam dua hari harus menjawab pertanyaan-pertanyaan dari hampir 100 pembuat kebijakan Amerika Serikat, dan melewatinya dengan baik, bahkan lebih kaya karena harga saham perusahaannya menjadi naik.

Dia menangkis pertanyaan-pertanyaan tentang seberapa besar kendali orang pada data-data mereka di jaringan media sosial terbesar di dunia itu tanpa kesalahan, dan menghindari dipojokkan untuk mendukung regulasi baru pemerintah.

Zuckerberg Bantah Facebook Akses Mikrofon Pengguna

KONFRONTASI-Kecurigaan bahwa Facebook (dan aplikasi yang terkait, seperti Instagram) secara diam-diam merekam audio melalui mikrofon telepon untuk menargetkan iklan yang lebih baik dibantah dengan tegas oleh CEO Facebook.

Dalam sidang Senat, Mark Zuckerberg berbicara tentang hal yang disebut "teori konspirasi" yang sudah lama beredar sejak 2016.

"Ya atau tidak, apakah Facebook menggunakan audio yang diperoleh dari perangkat seluler untuk memperkaya informasi pribadi tentang pengguna?" Tanya Senator Gary Peters.

Mark Zuckerberg Bicara soal Campur Tangan Rusia di Pilpres AS

KONFRONTASI - CEO Facebook Mark Zuckerberg menghadapi serangkaian pertanyaan mengenai keamanan di platform jejaring sosial tersebut pada sidang Kongres yang digelar di Amerika Serikat pada Selasa (10/4) waktu setempat.

Selain kebocoran data puluhan juta pengguna, Senat AS juga menyoroti keterlibatan Rusia dalam propaganda Pilpres AS pada 2016.

Zuckerberg dalam sesi tersebut menyatakan ketidakmampuan Facebook dalam mengidentifikasi dan melawan disinformasi dari Rusia di platform tersebut sebagai “penyesalan terbesar saya”.

11 April, Pengguna Facebook Dunia Ancam Lancarkan Aksi Boikot

KONFRONTASI-Pengguna Facebook di berbagai belahan dunia merasa geram akibat puluhan juta data pengguna bocor dan dipakai tanpa izin oleh firma konsultan politik Cambridge Analytica.

Di jejaring sosial, muncul gerakan Faceblock Operation, yang mengajak pengguna lain untuk memboikot Facebook beserta aplikasi lain yang dimiliki Facebook Inc, seperti Messenger, WhatsApp, dan Instagram selama 24 jam penuh pada 11 April.

Tags: 

Pendiri Alibaba Tuntut Facebook Bereskan Masalah Privasi

KONFRONTASI-Jack Ma, pendiri raksasa e-commerce China Alibaba, mendesak Facebook Inc mengatasi masalah kerahasiaan datanya. Desakan ini disampaikan satu hari sebelum pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, tampil dalam dengar pendapat dengan Kongres AS.

Ditanya mengenai skandal kerahasiaan 87 juta pengguna FB yang dilakukan perusahaan konsultan politik Cambridge Analytica, Ma menjawab, "Manajemen senior Facebook harus bertanggung jawab, katakanlah dengan berkata, mulai sekarang kami akan mengatasinya," kata Ma seperti dikutip Reuters.

Pages