19 May 2019

Facebook

Pendiri Facebook Chris Hughes Kecewa Terhadap Zuckerberg

KONFRONTASI-Chris Hughes, salah seorang pendiri Facebook, dalam tulisan opini berjudul "It's Time to Break Up Facebook" yang dimuat di The New York Times mengungkapkan kekecewaannya terhadap Mark Zuckerberg dan meminta perusahaan tersebut dipecah demi menciptakan iklim kompetisi yang sehat.

Chris Hughes membantu Mark Zuckerberg meluncurkan Facebook saat sang CEO masih tinggal di asrama Harvard University. Kritik Hughes didasari argumen ekonomi dan bisnis, Facebook dianggap sebagai pelaku monopoli sehingga membatasi kompetisi dan mengganggu inovasi.

Usulan Facebook Lepas Instagram dan WhatsApp, Ide Mantap atau Kalap?

Konfrontasi - Facebook dengan Instagram dan WhatsApp memang punya kekuatan dahsyat bahkan cenderung memonopoli. Tapi apakah memisahkan ketiga perusahaan adalah ide mantap atau hanya solusi tergesa-gesa alias kalap?

Saran itu dilontarkan oleh salah satu pendiri Facebook, Chris Hughes. "Kekuatan Mark tidak terkira dan tidaklah Amerika. Inilah waktunya untuk memecah Facebook," tulis Hughes dalam kolom panjangnya di New York Times yang dikutip detikINET, Jumat (10/5/2019).

Blokir Akun Pesohor Bukti Facebook Larang Para Penebar Fitnah dan Kebencian Berkeliaran Bebas

Konfrontasi - Facebook baru saja mengumumkan pemblokiran beberapa akun pesohor. Akun-akun yang dihapus itu adalah milik sosok yang kontroversial. Mereka sering mengeluarkan komentar atau pernyataan yang menghasut banyak orang.

Tokoh yang paling dilirik adalah Alex Jones. Pendiri media teori konspirasi Infowars tersebut resmi dicekal dari platform milik Mark Zuckerberg itu pada Kamis (2/5/2019). Akun media Infowars dan salah seorang kontributornya, Paul Joseph Watson, ikut diblokir.

Penuh Polemik, Akankah Integrasi Facebook, Whatsapp dan Instagram Berjalan Mulus?

KONFRONTASI-Belakangan santer terdengar kabar bahwa Facebook akan membuat beberapa produk pesan instannya terintegrasi. Nampaknya wacana yang sering tarik-ulur itu segera terealisasikan.

Hal ini merujuk konferensi developer F8 2019. Di mana Kepala Produk Konsumen Messenger, Asha Sharma, mengatakan, dalam waktu dekat pengguna segera dapat mengirim pesan di tiga platform sekaligus. Masing-masing adalah Messenger, Instagram, dan WhatsApp.

Asyik, Facebook Hadirkan Fitur Kencan untuk Asia Tenggara

KONFRONTASI-Facebook Inc memperbarui aplikasi jejaring sosial dan meluncurkan fitur berkencan di 12 negara, termasuk di antaranya sejumlah negara di Asia Tenggara.

Facebook, dikutip dari Reuters, Rabu, meluncurkan fitur kencan tersebut antara lain di Filipina, Vietnam , Singapura dan Malaysia. Fitur kencan online dari Facebook diperbarui menjadi Secret Crush, pengagum rahasia, pengguna bisa menemukan calon pasangan dalam lingkaran pertemanan sendiri.

Deretan Nyinyir Warganet untuk Medsos Mark Zuckerberg yang Down

Konfrontasi - Facebook, Instagram dan WhatsApp mengalami down sejak Minggu siang, 14 April 2019. Pengguna dari Inggris dan Eropa hingga Maroko dan Filipina merasakannya sehingga mereka curhat di Twitter lantaran frustrasi.

Hingga kini belum jelas apa masalahnya. Ratusan netizen tumpah ruah curhat dan mencaci maki pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, di jejaring sosial Twitter, lantaran tidak dapat mengakses Facebook Messenger, di PC atau laptop serta smartphone.

Facebook, Instagram dan Whatsapp Kembali Down, Twitter Jadi Pelarian

Konfrontasi - Masyarakat Indonesia kelimpungan setelah Facebook (FB), Instagram (IG) dan WhatsApp down. Mereka tak bisa berkomunikasi dengan keluarga dan teman melalui WA, FB maupun IG.

FB, IG dan WhatsApp down sejak Minggu sore, 14 April 2019. Selain di Indonesia, media sosial paling populer itu juga tumbang di beberapa negara.

Beruntung, media sosial Twitter masih dapat diakses, sehingga pengguna FB dan IG ramai-ramai beralih ke Twitter.

Ratusan Juta Data Pengguna Facebook Terekspos, Kok Bisa?

KONFRONTASI-Tim keamanan siber dari Upguard Cyber Risk menemukan data dari dua pertiga aplikasi ketiga yang dikembangkan Facebook terekspos ke publik.

Menurut laman upguard.com, salah satu kebocoran berasal dari perusahaan asal Meksiko, Cultura Colectiva, berukuran 146GB berisi lebih dari 540 juta data berisi komen, like, reaksi, nama akun hingga akun Facebook.

Polisi Tangkap Penyebar dan Penghasut Terulangnya Rusuh 1998

Konfrontasi - Polda Jatim menangkap pemilik akun facebook penyebar hoaks, Antonio Banerra. Selain Antonio, polisi juga mengamankan istri pria yang mengaku sebagai jurnalis portal online JPNN.

Antonio tiba di Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim sekitar pukul 20.12 WIB. Penangkapan Antonio ini dipimpin langsung oleh Kasubdit V Cyber Crime AKBP Harissandi dan anggota Polrestabes Surabaya di rumah kos yang berlokasi di Buncitan, Sedari, Sidoarjo.

Facebook dan Twitter Jadi Ajang Perang Baru India-Pakistan

KONFRONTASI- Hanzala Tayyab, pegiat media sosial dari Pakistan, memimpin perang internet yang melibatkan sekitar 300 ksatria siber ultra-nasionalis melawan India sebagai musuh bebuyutan, dalam pertempuran yang semakin melibatkan raksasa teknologi global seperti Twitter dan Facebook.

Tayyab, 24 tahun, menghabiskan hari-harinya di Facebook dan ruang percakapan WhatsApp mengatur para anggota kelompok Pakistan Cyber Force untuk mempromosikan konten anti-India dan membuatnya viral, termasuk di Twitter tempat dia memiliki lebih 50.000 pengikut.

Pages