28 March 2020

Ersa Sasmita

Puisi : Di Museum Blanco

DI MUSEUM BLANCO

Oleh : Ersa Sasmita

 

Di matamu sepasang kuda berlari

Sebagai api inspirasi yang tak pernah mati


 

lekuk tubuh perempuan telanjang

dalam sapuan cat minyak,memenuhi ruang

museummu.Beribu mata memandang, tak dicampuri

birahi, kecual iterpesona keindahan seni;

 

karena kau sepenuhnya melukis dengan hati.


 

meski tanganmu kini telah terkulai

dipeluk kematian, semangatmu tetap nyala

Puisi Ersa Sasmita : ANGKATAN PENYAIR FACEBOOK

AYAM CINCANE SAMARINDA

Oleh : Ersa Sasmita

Saat tubuhmu mengelinjang terpanggang,
Justru kami melihatnya dengan senang;

Segera tercium aroma daging matang
berbalur rempah-rempah hingga rasa lapar
terundang

Dengan cepat kau pun terhidang di meja
depan kami: sepotong paha ayam kampung,
Nasi putih hangat, dan sambal tomat
yang pedas manis. Serasa air liur melompat

memenuhi rongga mulut. Dan bebunyi gitar
berkeroncongan dalam perut;