21 April 2018

ekonomi

Rizal Ramli : Ekonomi Lesu sampai 2019. Pemerintah Harus Introspeksi dan Mawas Diri

KONFRONTASI- Pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak akan banyak berubah sepanjang 2018-2019. Kebjakan super konservatif yang dibuat tim ekonomi pemerintah menjadi biang keladinya. Teknokrat senior Rizal Ramli mengingatkan para pemimpin untuk mawas diri dan bisa berlapang dada melakukan introspeksi. Kalau tidak mampu  memperbaiki nasib  rakyat lebih baik  sudahi saja. Jangan hanya sibuk memoles diri.

Indonesia Lebih Butuh Kepemimpinan Ekonomi Atasi Potensi Krisis akibat Neolib Sri Mulyani

KONFRONTASI- Indonesia butuh kepemimpinan ekonomi di tengah globalisasi. Pemimpin militer seperti SBY- Susilo Bambang Yudhoyono di masa lalu,  tidaklah cukup  di era kini dan ke depan karena masalah ekonomi jauh mengemuka, baru kemudian sektor hukum  dan pertahanan-keamanan. Kalau ekonomi maju, adil dan sejahtera, maka soal  social, hukum, keamanan dan pertahanan mudah diatasi. Kalau Indonesia mau maju, maka perlu dipimpin Intelektual Ekonom yang pro-rakyat dan pro pasal 33 UUD45 dengan komitmen teknokrasi  ekonomi  untuk rakyat.

Ini Respon untuk Nufransa Wira Sakti yang EcekEcek dan Ndablek

KONFRONTASI- Para analis meminta Mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli (RR) tidak usah menjawab komentar Nufransa Wira Sakti staf Kemenkeu yang pendapatnya bisa menyesatkan (misleading). Selain ndablek, tidak mutu dan tidak level serta beda paradigma, sanggahan staf Kemenkeu yang diberi ruang Kompas.Com itu sekedar pakai data statistik yang diragukan kebenarannya dan hanya mengaburkan substansi masalah ekonomi yang ada.

Peneliti: Visi-Misi Rizal Ramli (Ekonomi RI 9-10%) Harapan bagi Mandat Rakyat

JAKARTA- Dalam percaturan pilpres kali ini, gagasan dan visi-misi teknokrat senior Rizal Ramli  (RR) agar ekonomi tumbuh 9-10% sangat pantas diapresiasi. Sebagai capres rakyat, RR mampu membangun optimisme rakyat yang dihujani kegalauan dengan problem stagnasi ekonomi Jokowi tiga tahun ini yang berkelanjutan pada angkat pertumbuhan 5% dan isu bubarnya Indonesia 2030 dari Prabowo Subianto.  Solusinya adalah memberikan tempat bagi gagasan dan visi-misi peradaban berbasis ekonomi konstitusi  oleh Rizal Ramli guna mengatasi ketimpangan, kemiskinan dan ketidakadilan.

Rizal Ramli: Utang Sudah Lampu Kuning

KONFRONTASI- Tokoh nasional Rizal Ramli mengingatkan bahwa  utang  (negara dan swasta) sudah  lampu kuning jarena tahun ini  (2018), cicilan pokok + bunga  yang harus dibayar Indonesia  sudah Rp840 trilyun,  dua kali anggaran infrastruktur karena pemerintah tidak mampu mengelola utang secara inovatif.

Rizal Ramli Ingatkan Impor Gula,Beras dan Garam adalah Penyimpangan dan Kejahatan

KONFRONTASI- Masalah utama Indonesia adalah ketidakadilan, kemerosotan ekonomi dan disparitas pendapatan yang sangat tajam. Sementara langkah pemerintah mengimpor beras di saat panen petani, mengimpor garam yang mematikan garam lokal dan mengimpor gula yang menghancurkan petani tebu, merupakan penyelewengan dan kejahatan kebijakan yang sangat menyakitkan rakyat,  menyimpang dan tidak amanah sesuai Trisakti, Nawa Cita dan pasal 33 UUD45

Refleksi Rizal Ramli Tentang kelemahan struktural dalam Makro Ekonomi Indonesia

KONFRONTASI- Menurut  teknokrat senior Rizal Ramli yang juga mantan Menko Perekonomian pemerintahan Abdurrahman Wahid, ada tantangan besar di hadapan pemerintah Jokowi-JK.

Awas, Semua Indikator Ekonomi Memburuk. Jokowi-JK bisa Terpuruk

KONFRONTASI- Target Jokowi-Jk sejak 2014 berkuasa adalah pertumbuhan ekonomi 7%, namun yang bisa dicapai 5%. Nilai kurs memburuk ke Rp13.800/dolar AS, ekspor anjlok, neraca perdagangan defisit, daya beli rakyat  memburuk dan utang membengkak Rp7000 trilyun. Semua indikator ekonomi sudah menunjukkan ekonomi RI terpuruk. Demokrasi liberal berbuah gejala negara gagal.   Mahasiswa dan emak-emak siap desak Jokowi-JK melempar handuk,  dan kita khawatir antar kelompok masyarakat ada saling kutuk. Demikian para analis dan peneliti.

Rizal Ramli Tegas Bela Petani Garam dan Bongkar Struktur Harga Garam Impor

KONFRONTASI- Harga garam di pasaran nampaknya ada keanehan dalam hitung-hitungan sebelum dijual di level retail. Mengingat selisih harga yang dijual lumayan tinggi yakni Rp 1.000 per kilogramnya. Akibatnya pemerintah melakukan impor karena harga garam dianggap mahal.

Rajawali Bangkit: Rizal Ramli Mampu Capai Pertumbuhan 10% agar Buruh/Rakyat Kecil dapat Maslahat

KONFRONTASI- Di hadapan kaum buruh, capres rakyat Rizal Ramli [RR] dengan spirit Rajawali Bangkit, siap memimpin untuk maslahat bangsa. RR adalah tokoh nasional yang siap pimpin NKRI dengan pertumbuhan ekonomi 10% demi keadilan dan maslahatan bangsa.

Mantan Menko Kemaritiman, Rizal Ramli hadir memenuhi undangan rapat koordinasi buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak Gas Bumi dan Umum (FSPKEP), di Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/3)

Pages