16 February 2019

ekonomi

Ibu Nirma Yuliansyah kepada Rizal Ramli: Daya Beli Rakyat Anjlok, Income Seret, Mau bayar Pajak Pakai Apa?

KONFRONTASI- Teknokrat senior Rizal Ramli menanggapi dan merespon keluhan Nirma Yuliansyah,seorang netizen (warga) tentang makin sulitnya ekonomi era Jokowi-JK ini. ''Iya Pak Rizal Ramli  gimana gak turun terus Tax Rationya, daya beli rakyat anjlok, income seret, mau bayar pajak pakai apa?  Boro-boro bayar Pajak, buat belanja bulanan saja gak cukup. Alhasil para pengusaha besar itu pun juga berkurang income & bayar pajaknya. Gitu kan ya, Pak RR?.'' tanya Nirma.

Ngeri, Defisit Neraca Dagang Jokowi Terburuk Sejak 12 Tahun Terakhir. Masih mau Nyapres lagi?

KONFRONTASI-  Ekonomi Jokowi gagal total. Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis data perdagangan internasional periode Januari 2019. Sepanjang bulan lalu, ekspor turun sebesar 4,7% YoY, lebih dalam dari konsensus yang dihimpun CNBC Indonesia yakni penurunan sebesar 0,61% YoY. Sementara itu, impor terkoreksi 1,83% YoY, juga lebih dalam dibandingkan konsensus yang memperkirakan koreksi sebesar 0,785% YoY.

Rizal Ramli Ingatkan, Salah Urus Ekonomi Jokowi bakal Bikin Apes Presiden Baru

KONFRONTASI- Tokoh nasional/Ekonom senior Rizal Ramli menyarankan tiga hal yang harus dilakukan tim ekonomi Joko Widodo dalam mengatasi carut marut perekonomian nasional.

HIPMI Menilai Insentif DHE Belum Berikan Daya Ungkit pada Ekonomi Langsung

KONFRONTASI -   Kementerian Keuangan (Kemkeu)telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 212/PMK.03/2018 tentang Pemotongan Pajak Penghasilan atas Bunga Deposito dan Tabungan Serta Diskonto Sertifikat Bank Indonesia. PMK ini merupakan perubahan atas PMK Nomor 26/PMK.010/2016.

Merdeka Secara Politik, Belum Merdeka Secara Ekonomi: Catatan Seminar Konsep Ekonomi Gus Dur

KONFRONTASI- Merdeka Secara Politik, Belum Merdeka Secara Ekonomi... (Catatan Seminar Konsep Ekonomi Gus Dur)

Seminar membedah konsep Ekonomi  Gus Dur diadakan oleh Kelompok Study Ekonomi Islam universitas Brawijaya Bersama forum Pencinta Gus Dur (31 januri 2019) hadir pembicara Prof. Sri  Edi Swasono bersama Rizal Ramli (Menko Ekuin era Presiden Gus Dur)..

Faisal Basri soal Perburuan Rente era Jokowi yang Meninggi

KONFRONTASI- Ekonom dari Universitas Indonesia (UI) Fasial Basri menyoroti impor gula yang dilakukan pemerintah Indonesia selama Januari 2017 hingga November 2018Impor migas kerap kali disoroti sebagai biang kerok kenaikan defisit transaksi berjalan Indonesia di tahun 2018. Tapi ternyata ada banyak hal menarik yang terjadi di balik menciutnya surplus di transaksi nonmigas.

Rizal Ramli: Mengatasi Pengangguran dan Kemiskinan, Presiden Mendatang Harus Tingkatkan Pertumbuhan Inklusif 8 %

KONFRONTASI- Tokoh nasional Rizal Ramli menyebut presiden terpilih nanti harus bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif sebesar 8 persen.

Rizal Ramli Ingin Capres Sungguh-Sungguh Genjot Ekonomi

KONFRONTASI -  Ekonom senior DR Rizal Ramli memastikan dirinya masih berada di posisi netral dalam Pilpres 2019 mendatang.Pilihan untuk netral itu bukan tanpa alasan. Sebab, Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu mengaku belum mendapat jawaban yang memuaskan dari dua capres tentang target pertumbuhan ekonomi.

Gus Dur dan Menko Rizal Ramli Catat Rekor: Pertumbuhan Ekonomi 7,5%, Sangat Kredibel !

KONFRONTASI- Presiden Gus Dur, tidak lama memimpin RI.  Namun, Pemerintahan Gus Dur dengan Menko Ekuin Rizal Ramli berhasil angkat pertumbuhan ekonomi dari ( minus) -3% ke sekitar +4,5%. Gus Dur berhasil tekan gini rasio ke 0,31, dan , harga pangan stabil, utang turun, beli gabah petani, dll

Inteligensia/dosen Universitas Paramadina, Dr Herdi Sahrasad mengungkapkan, meski hanya setahun di kabinet (2000-2001), Rizal Ramli  sudah mencatat banyak prestasi.

Perlu Rizal Ramli untuk Dongkrak Tax Ratio Indonesia ke Kisaran 14%-19%

Berdasarkan grafik yang saya ambil dari disertasi doktoral saudara Abdul Rahman di Universitas Twente (sumber: https://ris.utwente.nl/ws/portalfiles/portal/6046131) di atas, dapat dilihat perjalanan tax ratio (persentase total penerimaan pajak dibandingkan PDB) Indonesia dari tahun 1983 hingga 2014. Grafik tersebut dibuat berdasarkan sumber dari Kementerian Keuangan, Dirjen Pajak, dan Biro Pusat Statistik.

Pages