24 January 2018

ekonomi

Neoliberalisme Sri Mulyani era Jokowi dan SBY Sama Buruknya bagi Rakyat: Ekonomi Masyarakat Makin Sulit dan Susah

KONFRONTASI- Neoliberalisme ekonomi era Presiden Jokowi sama dengan Neoliberalisme era  SBY dimana pemerintah Indonesia pada era 2006-2010, di bawah Menteri Keuangan Sri Mulyani, telah melakukan kebijakan yang merugikan Keuangan Negara.  Kerugian sangat besar itu jadi beban rakyat untuk membayarnya dalam bentuk naiknya pajak, harga pangan dan energy (BBM, listrik) serta naiknya harga komoditi lainnya. Akibatnya, rakyat era Jokowi pun menderita dan ekonomi makin muram adanya.

Jusuf Kalla: Masjid Pusat Ekonomi dan Pendidikan

Konfrontasi - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengukukuhkan pengurus DPP Dewan Masjid Indonesia (DMI) di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (12/1/2018).

Pria yang karib disapa JK itu mengatakan, menjadi pengurus masjid adalah suatu tantangan keikhlasan yang bernilai ibadah.

Dia menambahkan, seseorang yang menjadi pengurus masjid akan mendapatkan amal besar.

Rizal Ramli: Pemerintah Harus Ubah Strategi, agar Pertumbuhan Ekonomi Bisa 7%

KONFRONTASI- Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2018 hanya bisa mencapai 5%. Hal itu diungkapkan oleh ekonom senior yang juga Mantan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli.

"Jika ke depannya perekonomian Indonesia masih menerapkan sistem yang sama,  maka tahun depan ekonomi Indonesia hanya sebesar 5%. Walaupun semua bidang membaik," ungkap Rizal dalam acara Diskusi Publik bertemakan "Prospek Ekonomi dan Politik 2018” di  Jakarta (10/01/2018).

Wabah Kolera di Zambia Bisa Rugikan Prospek Ekonomi

Konfrontasi - Pemerintah di Zambia mesti secepatnya melaksanakan tindakan yang layak guna mengendalikan wabah kolera sebab wabah yang berkepanjangan dapat berdampak negatif pada prospek ekonomi negeri tersebut, kata beberapa pengulas pada Jumat (5/1).

Kolera, yang muncul pada Oktober tahun lalu di Ibu Kota Zambia, Lusaka, sekarang dilaporkan telah menyebar ke bagian lain negeri itu.

Ekonomi Memburuk, Defisit, Sri Mulyani Harusnya Diganti. Beranikah Jokowi?

JAKARTA- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan realisasi defisit anggaran pada APBNP 2017 mencapai 2,57 persen terhadap PDB atau jauh lebih kecil dari target 2,92 persen terhadap PDB.  Ekonomi masih buruk defisit, pertumbuhan rendah dan pengangguran bertambah, kemiskinan bertambah, maka Sri Mulyani yang juga teman dekat Teten Masduku itu mustinya dicopot saja. Dia sudah gagal.. Tapi, bernaikah Jokowi copot Sri?

Rizal Ramli Harapan bagi Terobosan Ekonomi 2018: Neoliberalisme Habisi Nawa Cita. Maukah Jokowi Berubah?

KONFRONTASI- Teknokrat senior Rizal Ramli PhD menilai, banyak pihak yang mencoba memecahkan masalah ekonomi-politik  Indonesia secara gradual dan incremental. Tetapi karrna banyak masalah sudah ribet & babalieut, cara gradual dan incremental  sering menimbulkan komplikasi & eskalasi masalah ekonomi-politik yang makin ruwet. Maka perlu terobosan & out of the box 

Rizal Ramli: Hanya di Era Reformasi Presiden Gus Dur, Ekonomi Naik Hutang Berkurang

KONFRONTASI-  Mantan Menko Ekuin pada era Gus Dur, Rizal Ramli (RR), mengatakan  hanya di masa pemerintahan Gus Dur-lah, satu-satunya yang bisa menaikkan ekonomi sekaligus hutang berkurang. Tim ekonomi Gus Dur  dipimpin RR sangat tangguh dan kredibel.  Kualitas tim ekonomi Gus Dur dimana RR dan Kwik Kian Gie saling menopang, jauh  lebih kuat, lebih kredibel dan berkualitas dibanding tim ekonmi Jokowi  yang dikomandani Sri Mulyani-Darmin Nasution saat ini.

JK Ngeluh Ekonomi Memble. Rizal Ramli: Kok JK Kecewa?

KONFRONTASI- Ekonom senior DR Rizal Ramli mempertanyakan kekecewaan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) atas kinerja memble para menteri ekonomi. JK kecewa lantaran ekonomi 2017 tak sesuai harapan. Target pertumbuhan sebesar 5,2 persen tidak tercapai.

Menuju 2018: Berkaca pada Sukses Ekonomi Gus Dur di tangan Rizal Ramli

KONFRONTASI- Salah satu strategi kebijakan yang dijalankan Tim ekonomi Gus Dur yang dipimpin Rizal Ramli sehingga sukses mempercepat pertumbuhan ekonomi dari negatif (-) 3% ke positif (+) 4,9%, dengan sambil mengurangi utang pemerintah, dan mencapai indeks Gini Ratio terendah (0,31) sepanjang sejarah Indonesia. Ini dilakukan  melalui program restrukturisasi korporasi milik negara maupun unit usaha swasta. Antara lain Bulog, PT DI, PT PLN, pada UKM & Usaha Tani, PT Telkom & PT Indosat, Bank BII, serta pada Sektor Properti.

Tim Ekonomi Kabinet Sudah Gagal: Utang terus Bertambah, Ekonomi Malah Melemah

KONFRONTASI- Tim ekonomi Kabinet  Presiden Jokowi gagal membangun pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Tiga tahun pemerintahan Joko Widodo, perekonomian belum bisa disebut bagus. Pertumbuhan ekonomi tahun ini, hanya 5,1%. Jangan biarkan kalau tak ingin elektabilitas Jokowi tergerus.

Hasil riset Indonesia Network Election Survei (INES) pimpinan Edi Sektianto, menyebut, kemerosotan elektabilitas Jokowi, erat kaitannya dengan perekonomian masyarakat dalam tiga tahun terakhir.

Pages