20 August 2019

Edy Mulyadi

Jancuk Mau Melawan Siapa?

Oleh: Edy Mulyadi*

Sebetulnya siapa, sih, lawan Joko Widodo? Pertanyaan ini menjadi amat penting, terutama ketika mantan tukang mebel itu meneriakkan kemarahannya di Stadion Kridosono, Yogyakarta, Sabtu (23/3) silam. Di hadapan ribuan pendukungnya, lelaki yang kini betarung sebagai Capres petahana itu menumpahkan kemarahannya. “Saya akan lawan!”

Istana Pasir Itu Bernama Infrastruktur: Bangkrut?

Oleh Edy Mulyadi
Wartawan Senior

Proyek infrastruktur di Indonesia ternyata berkualitas rendah dan tidak memiliki kesiapan. Bukan itu saja, proyek yang jadi kebanggaan Presiden Joko Widodo itu juga tidak terencana secara matang.

Pertemuan IMF-WB di Bali, Heroisme yang Antiklimaks

Oleh: Edy Mulyadi*

 “Jokowi Sebut Asia-Afrika Tak Butuh Bank Dunia dan IMF” demikian judul yang dibuat Tempo.co, pada Rabu, 22 April 2015 12:46 WIB. Sebelumnya, hanya selisih sekitar enam menit, pada 22/04/2015, 12:40 WIB, Kompas.com menulis judul berita “Jokowi: IMF, Bank Dunia, dan ADB Tak Memberi Solusi”

Peran Media dalam Literasi Kinerja BUMN

Oleh: Edy Mulyadi *

Banyak orang beranggapan jadi petinggi BUMN adalah anugrah. Gaji tinggi, fasilitas berlimpah, bonus-bonus dan tantiem selangit. Seabreg karunia tadi kian terasa legit, karena, konon, semuanya hampir pasti diperoleh walau kinerja manajemen pas-pasan, bahkan di bawah banderol.

Ekonomi Jeblok: Butuh Koki Andal, Bukan Asal Terkenal

OLEH: EDY MULYADI*

MEMASAK rendang padang yang kondang seantero dunia sebagai masakan paling mak nyuss itu tidak gampang, lho. Kendati berbekal buku resep yang ditulis chef alias koki nomor wahid, belum tentu rendang yang dihasilkan sesuai harapan.

THR dan APBN yang Ugal-ugalan

Oleh: Edy Mulyadi

Masih percaya dengan Menkeu Sri Mulyani yang bolak-balik menyatakan APBN dikelola dengan prudent? Kisah anggaran Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 tahun ini adalah bukti  bahwa klaim itu cuma isapan jempol. Faktanya Pemerintah mengelola APBN dengan ugal-ugalan.

Impor Beras, ‘Cerdik’ Tapi Sadis!

Oleh: Edy Mulyadi
Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies-CEDeS

Ibarat saluran listrik, huru-hara soal beras yang terjadi beberapa hari ini sekali lagi menunjukkan ada yang korselet dari kebijakan Pemerintah. Menjelang panen raya, Pemerintah justru mengimpor beras. Jumlahnya tidak tanggung-tanggung, 500.000 ton.

Utang Numpuk, Sri Mulyani Gali Lubang Tutup Empang

KONFRONTASI-Hutang Indonesia yang sudah mencapai Rp. 3780 triliun mendapat sorotan dari berbagai pihak, apakah Indonesia mampu membayar hutang? Lalu mengapa Menteri Keuangan, Sri Mulyani, begitu getol berhutang bagai lagu Rhoma Irama, "Gali Lubang Tutup Lubang", namun Sri Mulyani dinilai lebih parah dengan sebutan "Gali Lubang Tutup Empang" ?

Kalian sudah Paham?

Oleh: Edy Mulyadi*

Si Banu dan kawan-kawannya setiap hari menyiksa si Badu. Dipukul, ditendang, dijambak, disetrum, ditusuk pisau, dibacok, disayat, diseret sepanjang jalan, dimutilasi hidup-hidup, dibakar hidup-hidup, dan lainnya. Pokoknya sempurna kekejamannya.

Harta Cuma Rp2.188 Triliun, Utang Rp3.780 Triliun: Indonesia Masih Tekor?

Oleh: Edy Mulyadi*

"Pemerintah Hitung Ulang Nilai Aset Negara untuk Jaminan Utang." Begitu judul satu media daring pekan silam. Berita yang mengutip Dirjen Kekayaan Negara Issa Rachmatarwata itu antara lain menyebutkan, penghitungan ulang (revaluasi aset) akan dilakukan atas 934.409 barang milik negara (BMN). Jumlah tersebut  terdiri atas 108.000 bidang tanah, 391.000 jalan, irigasi dan jaringan, serta 434.000 gedung.

Pages