15 December 2019

Edy Mulyadi

Lelaki Berludah Api dan Polisi

Oleh: Edy Mulyadi*

KONFRONTASI-Ninoy Karundaeng saat ini adalah orang yang paling berbahaya di Indonesia. Dia ‘berludah api’. Apa pun yang keluar dari mulutnya membakar segalanya. Dan, itu adalah berarti bencana. Siapa pun yang namanya disebut Ninoy, bakal mengalami musibah dan sengsara.

Surat Terbuka untuk Menkeu: Sri, Sebenarnya Kerjamu untuk Siapa?

KONFRONTASI-Aku mau to the point saja. Sri, sebenarnya kamu kerja untuk siapa? Sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia, bukankah semestinya kamu kerja untuk rakyat Indonesia? Bukankah gaji dan seabrek fasilitas serba wah yang kamu nikmati itu dibayari oleh rakyat Indonesia? Bukankah dalam sumpah yang kamu ucapkan waktu dilantik sebagai menteri antara lain berbunyi:

Membangun Pembangkit dengan Manfaat Berbukit

KONFRONTASI-Pada tulisan sebelumnya yang berjudul Pembangkit: PLN dan Swasta Siapa Lebih Dominan? saya menekankan pentingnya penguasaan PLN atas pembangkit listrik secara dominan. Dengan penguasaan kepemilikan yang dominan, peluang swasta produsen listrik alias independent power producer (IPP) untuk mengendalikan harga jual listrik bisa dihindari.

Sampai 2016, komposisi kepemilikan pembangkit tenaga listrik yang produksinya dijual melalui PLN Grup adalah 36.973 MW (79%) dimiliki oleh PLN Grup dan 10.121 MW (21%) dimiliki oleh swasta.

Sri, Indonesia Krisis. Swear!

KONFRONTASI-Bukan Sri Mulyani kalau tak jago berkelit. Perempuan yang dua kali didapuk menjadi Menteri Keuangan (era Presiden SBY dan Jokowi) ini benar-benar ngeyel. Berkali-kali dia menyatakan ekonomi Indonesia aman-aman saja, jauh dari terjangan krisis. Sri juga bolak-balik mengklaim APBN dikelola dengan prudent alias hati-hati. Namun pada saat  yang sama, dia terus menumpuk utang berbunga tinggi dalam jumlah superjumbo dengan segala konsekwensi dan risiko yang amat mengerikan.

Soal PLTU: Swasta Kemaruk, PLN Bisa Terpuruk

Oleh: Edy Mulyadi*

“Ya udah kita bilang, satu kalau saya bilang supaya lebih efisienlah. Kalian (PLN) jangan terlalu banyak terlibat pembangunan-pembangunan listrik, power, biarin aja private sector masuk. Seperti 51% harus untuk Indonesia Power waste to energy, lupain dulu lah itu. Konsolidasi aja dulu saja biarkan private sector main,” papar Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan kepada Plt Dirut PT PLN, Sripeni Inten Cahyani, seperti dikutip satu media daring, Rabu pekan silam (14/8).

Jancuk Mau Melawan Siapa?

Oleh: Edy Mulyadi*

Sebetulnya siapa, sih, lawan Joko Widodo? Pertanyaan ini menjadi amat penting, terutama ketika mantan tukang mebel itu meneriakkan kemarahannya di Stadion Kridosono, Yogyakarta, Sabtu (23/3) silam. Di hadapan ribuan pendukungnya, lelaki yang kini betarung sebagai Capres petahana itu menumpahkan kemarahannya. “Saya akan lawan!”

Istana Pasir Itu Bernama Infrastruktur: Bangkrut?

Oleh Edy Mulyadi
Wartawan Senior

Proyek infrastruktur di Indonesia ternyata berkualitas rendah dan tidak memiliki kesiapan. Bukan itu saja, proyek yang jadi kebanggaan Presiden Joko Widodo itu juga tidak terencana secara matang.

Pertemuan IMF-WB di Bali, Heroisme yang Antiklimaks

Oleh: Edy Mulyadi*

 “Jokowi Sebut Asia-Afrika Tak Butuh Bank Dunia dan IMF” demikian judul yang dibuat Tempo.co, pada Rabu, 22 April 2015 12:46 WIB. Sebelumnya, hanya selisih sekitar enam menit, pada 22/04/2015, 12:40 WIB, Kompas.com menulis judul berita “Jokowi: IMF, Bank Dunia, dan ADB Tak Memberi Solusi”

Peran Media dalam Literasi Kinerja BUMN

Oleh: Edy Mulyadi *

Banyak orang beranggapan jadi petinggi BUMN adalah anugrah. Gaji tinggi, fasilitas berlimpah, bonus-bonus dan tantiem selangit. Seabreg karunia tadi kian terasa legit, karena, konon, semuanya hampir pasti diperoleh walau kinerja manajemen pas-pasan, bahkan di bawah banderol.

Ekonomi Jeblok: Butuh Koki Andal, Bukan Asal Terkenal

OLEH: EDY MULYADI*

MEMASAK rendang padang yang kondang seantero dunia sebagai masakan paling mak nyuss itu tidak gampang, lho. Kendati berbekal buku resep yang ditulis chef alias koki nomor wahid, belum tentu rendang yang dihasilkan sesuai harapan.

Pages