19 June 2019

The Economist

Membantah The Economist soal Prediksi Jokowi Menang

KONFRONTASI -   The Economist Intelligence Unit, salah satu unit dari majalah The Economist memprediksi bahwa calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilpres 2019. Sebab, menurut analis The Economist Intelligence Unit Anwita Basu, salah satu faktornya karena banyaknya dukungan dari partai dan legislator yang ada di baliknya. Benarkah?

The Economist Sentil Rezim: Buruk Rupa, Cermin Dibelah

Oleh: Umar Hasan

Ah, agak menggelitik mengikuti gerak-gerik istana merespons kritik dari media asing, The Economist, soal kinerja Presiden Jokowi.  Soal ekonomi, realita tak sesuai janji-jaji di masa kampanye.

Oke, hal pertama yang harus diperhatikan adalah kredibilitas The Economist. Media apa sih? Kok, berani-beraninya mengkritisi pemerintah Jokowi? Soal ekonomi pula!

Jokowi Dikritik The Economist, Apa Saja Poinnya?

KONFRONTASI -  Media ekonomi berskala internasional yang berbasis di London, The Economist, mengkritik tajam pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mengedepankan geliat investasi menarik investor.

Kritik itu terungkap dalam artikel The Economist yang mengungkapkan beberapa faktor pendorong dan penekan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

 

The Economist: Kerentanan Terbesar Jokowi adalah Ekonomi

KONFRONTASI- Kerentanan terbesar Jokowi adalah ekonomi, di mana pengembalian belum sesuai dengan janjinya. Selama kampanye 2014, Jokowi berjanji untuk memberikan pertumbuhan PDB sebesar 7% per tahun pada akhir masa jabatan pertamanya. Realisasinya sekitar 5% sejak ia menjabat. Sementara ekonomi terus merosot. Demikian penilaian The Economist, media ekonomi berskala internasional yang berbasis di London.

"Prabowo Jadi Pembicara Utama di The Economist The Word In 2019, Warganet Gak Nemu Kertas Contekan"

KONFRONTASI -   Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menjadi pembicara utama dalam acara The World in 2019 Gala Dinner yang diselenggarakan The Economist di Hotel Grand Hyatt Singapura, Selasa, 27 November 2018. 

Setidaknya acara ini dihadiri lebih dari 500 audiens yang berprofesi sebagai pengambil kebijakan di sektor perbankan, Bankers, Investment Bankers, Intitutional Investors, pendiri perusahaan besar dan sejumlah CEO perusahaan-perusahaan besar. 

Majalah The Economist Kosongkan Satu Halaman Demi Menjaga Keharmonisan Antar Agama

Konfrontasi - Pembaca majalah The Economist di Singapura akan menemukan halaman kosong dalam edisi terbaru majalah tersebut. Halaman ini dikhususkan untuk mempublikasikan gambar sampul terbaru majalah satir Prancis Charlie Hebdo, tetapi tim percetakan majalah itu menolak untuk melakukannya, kata media lokal melaporkan Jumat.