29 February 2020

Duterte

Duterte Ancam Tangkap Pengguna Vape di Filipina

KONFRONTASI -  

Buka KTT-ASEAN, Presiden Filipina Soroti Masalah Terorisme

KONFRONTASI - Presiden Filipina Rodrigo Duterte dalam pidatonya saat membuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-31 menyoroti soal terorisme, radikalisme, dan ekstremisme dan kaitannya dengan keamanan di kawasan Asia Tenggara.

KTT ASEAN ke-31, yang dihadiri pemimpin dari 10 negara ASEAN dan pemimpin negara mitra wicara ASEAN, berlangsung di Manila, Filipina pada Senin.

Donald Trump Mengundang Presiden Filipina, Duterte ke Gedung Putih

KONFRONTASI -  Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, menerima undangan mengunjungi Gedung Putih setelah melakukan perbincangan yang "sangat bersahabat" dengan Presiden Donald Trump melalui telepon.

Kedua pemimpin negara itu membahas langkah kontroversial Duterte dalam memerangi narkoba, yang menewaskan lebih dari 7.000 orang selama beberapa bulan terakhir.

Mereka juga sempat berbincang soal krisis di Semenanjung Korea.

Menurut Gedung Putih, Trump "menikmati perbincangan" tersebut dan telah mengundang Duterte—walau belum memastikan tanggal.

Kunjungan Duterte, sebagaimana dipaparkan Gedung Putih, merupakan peluang "untuk membahas pentingnya aliansi Amerika Serikat-Filipina yang kini menuju arah sangat positif."

Pria Misterius Culik Duterte dan Istri di Filipina

Konfrontasi - Pasangan suami istri diketahui memiliki nama keluarga Duterte diculik pria tak dikenal di Siocon, Zamboanga del Norte, Filipina. Pernyataan ini dikonfirmasi kepolisian Filipina. 

Jose dan Jessica Duterte, diculik dari rumah mereka di Sitio Tabok, Barangy Sta Maria. 

Policeman says Philippine’s Duterte paid him to kill criminals

KONFRONTASI - A former police officer has claimed that Philippine President Rodrigo Duterte used to pay him and other police officers to murder criminals.

During a news conference on Monday, Arthur Lascanas said that while he was a mayor, Duterte used to make a "liquidation squad" kill criminals and opponents.

Cina Dukung Kebijakan Filipina Perangi Narkoba

KONFRONTASI-Kebijakan Filipina dalam memerangi perdagangan narkoba mendapat dukungan dari Cina. Dilansir Asian Correspondent, Jumat (13/10), Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Geng Shuang mengatakan Cina mengerti dengan kebijakan Filipina meski banyak dikiritk Barat.

"Kami mengerti dan mendukung kebijakan pemerintah Filipina dibawah Presiden Duterte dalam memprioritaskan perang melawan kejahatan narkoba," kata dia.