20 January 2018

Donald Trump

Trump ends first year with lowest approval of any modern president: Poll

KONFRONTASI - US President Donald Trump has concluded his first year in office with the lowest approval rating of any first-year president in modern history, according to a new poll.

That is according to polling by the NBC News/Wall Street Journal poll, which shows that Trump has averaged just a 39 percent approval rating since his inauguration on January 20, 2017. The survey was released on Friday.

Sejarawan Amerika Serikat Prediksi Donald Trump Bakal Lengser 2018

Konfrontasi - Sejarawan Allan Lichtman yang acap menyampaikan prediksi-prediksi politik yang akurat mengaku kini dia semakin yakin bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan dimakzulkan musim semi atau priode Maret sampai Juni tahun ini.

Profesor sejarah dari American University ini sebelumnya telah meramalkan dengan tepat para pemenang Pemilihan Presiden Amerika Serikat sejak 1984, termasuk Donald Trump.

Sangat Rendah Kepercayaan Terhadap Donald Trump, Dunia Berpaling ke Tiongkok

KONFRONTASI - Kepercayaan dunia internasional (global) terhadap kepemimpinan Amerika Serikat (AS) di era Donald Trump menurun ke tingkat terendah baru. Bahkan, tingkat kepercayaan global terhadap Trump (30 persen) tersebut sekarang berada di bawah Tiongkok (31 persen). Demikian hasil sigi terbaru yang dipublikasikan lembaga jajak pendapat Gallup, seperti dilaporkan The Guardian, Kamis 18 Januari 2018.

Sejarawan Ini Prediksi Trump Bakal Dilengserkan Pertengahan Tahun Ini

Sejarawan Allan Lichtman

KONFRONTASI-Sejarawan Allan Lichtman yang acap menyampaikan prediksi-prediksi politik yang akurat mengaku kini dia semakin yakin bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan dimakzulkan musim semi atau priode Maret sampai Juni tahun ini.

Profesor sejarah dari American University ini sebelumnya telah meramalkan dengan tepat para pemenang Pemilihan Presiden Amerika Serikat sejak 1984, termasuk Donald Trump.

Baru-baru ini dia memperbarui bukunya, The Case for Impeachment, yang sudah diterbitkan April tahun lalu sebelum Presiden Trump memecat Direktur FBI James Comey dan menunjuk pengacara khusus Robert Mueller.

"Ada bukti kuat obstruction of justice (menghalang-halangi proses penegakan hukum) yang juga pernah dituduhkan kepada Bill Clinton yang jauh lebih penting ketimbang pelecehan seksual (yang waktu itu dialamatkan kepada Clinton)," kata Lichtman dalam program acara televisi “Morning Joe”, MSNBC.

"Ingat ya, pada dasarnya politisi-politisi Republik waktu itu lebih memakai pasal 'obstruction of justice' terhadap Bill Clinton."

Dia mengatakan penyelidikan oleh Robert Mueller hampir pasti menemukan bukti meyakinkan mengenai kerjasama ilegal antara tim kampanye Trump dengan Rusia yang disebut Lichtman akan segera terungkap ke publik.

"Ini konspirasi," kata Lichtman. "Saya yakin kita ada di puncak gunung es mengenai apa yang diketahui pengacara khusus tentang hubungan antara Trump dengan tim Trump dan orang-orang Rusia."

"Ada petunjuk kuat bahwa alasan mereka menutup-nutupi semua telepon dari orang yang kemudian menjadi penasihat keamanan nasional kepada orang-orang Rusia adalah demi menutupi kemungkinan quid pro quo (bantuan atau hadiah yang diberikan pihak kedua karena mengharap balasan yang setara dari pihak pertama), yakni orang-orang Rusia membantu kita dan sebagai balasannya kita mencabut sanksi mereka. Mengapa harus menelepon dan mengapa harus berbohong soal itu?"

Sang sejarawan mengungkapkan publik sudah melihat bukti kuat adanya obstruction of justice, tetapi terdapat banyak alasan untuk memprediksi adanya dakwaan-dakwaan kriminal yang beberapa di antaranya sangat serius, yang berkaitan dengan konspirasi Rusia.

"Saya tak ingin terus-terusan bilang kolusi itu bukan kejahatan. Tentu saja bukan, tetapi mendapat sesuatu yang bernilai dari orang asing adalah kejahatan, membantu dan bersekongkol dalam peretasan komputer adalah kejahatan, berunding sebagai orang swasta dengan kekuatan asing yang bermusuhan yang sedang bersengketa adalah kejahatan."

"Jika ini sudah cukup parah, dan saya banyak dikritik soal itu, saya kira bahkan akan ada dakwaan penkhianatan (terhadap negara). Lagi pula, Rusia memang sedang memerangi kita, bukan melalui perang dengan bom dan peluru, tetapi dengan serangan siber, serangan online yang dirancang untuk menghancurkan demokrasi."

Kesehatan Mental Donald Trump Dipertanyakan

KONFRONTASI -  Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta dokter kepresidenan Gedung Putih untuk mengadakan tes kognitif selama pemeriksaan fisik sang presiden pekan lalu, walaupun dokter menyatakan tes semacam itu tidak perlu.

"Saya tak mengkhawatirkan kemampuan kognitif dia," kata Dr. Ronny Jackson kepada wartawan, Selasa (16/1/2018) waktu AS, seperti dikutip laman CNN.com.

Dia menyatakan tes kesehatan itu ditempuh atas permintan Presiden Trump dan hasilnya normal.

Aktris Film Panas Ini Blak-blakan Akui Pernah 'Hohohihi' dengan Donald Trump

KONFRONTASI-Aktris film dewasa, Stormy Daniels, 39, melakukan dan berhasil melalui tes poligraf untuk mendeteksi kebohongan pada 2011.

Tes tersebut untuk membuktikan apakah benar Stormy Daniels melakukan hubungan seksual dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang saat itu sudah menikah.

"Kami sering saling mengolok. Dia (Trump) mengatakan kepada saya bahwa saya secantik dan secerdas putrinya," ujar Daniels seperti dikutip In Touch Weekly.

Seperti dilansir dari Daily Mail, dugaan perselingkuhan Daniels dan Trump dimulai di sebuah turnamen golf selebriti di Stateline, Nevada, pada Juli 2006.

Ini berarti terjadi beberapa bulan setelah istri Trump, Melania, melahirkan putra bungsunya, Barron Trump.

Bintang porno yang bernama asli Stephanie Clifford menggambarkan hubungannya dengan Trump sebagai hal yang biasa saja alias tidak gila.

Bahkan, Daniels mengaku keduanya tidak menggunakan 'pengaman' saat melakukan hubungan intim.

"Itu hanya satu posisi. Apa yang kamu harapkan dari seseorang yang seumur dia (Trump)?" ujarnya blak-blakan.

"Saya pun sebenarnya tidak tahu kenapa saya melakukan itu, tapi yang saya ingat ketika berhubungan intim. Saya seperti berkata, 'tolong jangan coba untuk bayar saya. Lalu saya pun berpikir, 'tapi kalau dia membayar, sudah pasti jumlahnya sangat besar'," ujar Daniels.

Daniels mengatakan kepada In Touch bahwa Trump diperkenalkan kepada semua orang di turnamen golf tapi 'terus menatapku dan kemudian kami akhirnya menuju ke lubang lain di kereta golf yang sama.'

Miliarder itu kemudian datang ke stan yang disponsori oleh perusahaan film dewasa Wicked Daniels lalu mereka saling menukar nomor telepon dan berpose untuk sebuah foto.

"Lalu dia bertanya apakah aku ingin makan malam nanti. Dan aku seperti, Ya, tentu saja!" ujar Daniels.

Daniels berkata pada majalah itu, "Siapa yang akan melewatkan kesempatan untuk berbicara dengan seseorang yang begitu menarik? Aku tidak mencoba berkencan dengannya atau semacamnya."

Daniels mengatakan kepada In Touch bahwa dia pergi ke kamar hotel Trump dan disambut oleh seorang pengawal bernama Keith.

Dia lalu mendapati Trump mengenakan celana piyama dan berbaring di sofa sambil menonton televisi.

Kemudian, Trump bangkit dan mencoba berpakaian seperti bos Playboy Hugh Hefner.

"Sebenarnya aku benar-benar jahat padanya. Dia menjadi sangat tersinggung dan dan mencoba memainkannya dan seperti, "Oh, saya pikir kita akan bersantai di sini," kata Daniels. "Kami akhirnya makan di ruang makan."

Trump Bantah akan Pindahkan Kedubes AS ke Yerusalem Tahun Ini

KONFRONTASI-Presiden Donald Trump hari ini membantah kabar pemindahan kedutaan besar AS di Israel ke Yerusalem akan terwujud dalam waktu satu tahun seperti diharapkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Rasis, Uni Afrika Tuntut Trump Minta Maaf

Konfrontasi - Uni Afrika, gabungan 54 negara Afrika kecuali Sahara Barat, menuntut Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta maaf setelah menyebut mereka “negara-negara lubang kotoran.”

Seperti dilansir Sky News, Jumat 12 Januari 2018, Uni Afrika juga menuntut Trump untuk segera menarik pernyataannya itu.

Bintang Porno Dibayar Rp 1,7 M Agar Tutup Mulut Soal Affair dengan Trump

Konfrontasi - Pengacara pribadi Presiden Amerika Serikat Donald Trump diberitakan telah mengatur pembayaran US$ 130 ribu (sekitar Rp 1,7 miliar) untuk seorang bintang porno agar tutup mulut mengenai hubungannya dengan Trump. Pembayaran itu dilakukan sebelum pemilihan presiden pada 2016 lalu.

Pemerintah California Siap Dulang Rp8,6 Triliun dari Pajak Ganja

Konfrontasi - Pemerintah Amerika Serikat (AS), melalui Kementerian Kehakiman, membatalkan kebijakan legalisasi ganja pada masa pemerintahan Presiden Barack Obama. Meski demikian, Negara Bagian California tetap kukuh mengesahkan penjualan ganja terhitung sejak 1 Januari 2018.

Pages