22 May 2018

Djoko Edhi S Abdurrahman

Bebaskan Pertamina Dari Triumvirat Korup

Oleh: Djoko Edhi S Abdurrahman
Anggota Komisi Hukum DPR 2004 - 2009, Advokat, Lembaga Penyuluhan Bantuan Hukum Nahdlatula Ulama, PBNU

Luar biasa perlawanan Dwi Sutjipto dan Elisa Massa Manik kepada triumvirat Rini Soemarno - Arie Soemarno - Yongki Soemarno. Rekaman dialog antara Rini Soemarno vs Sofyan Baasir itu secara hukum, adalah petunjuk adanya korupsi yang merongrong Pertamina dan PLN oleh triumvirat korup itu.

Menghinakan Usul Prabowo Jadi Bedinde Presiden Jokowi

Oleh: Djoko Edhi S Abdurrahman
Anggota Komisi III DPR 2004-2009, Advokat LPBH, PBNU

Masih ada yang berupaya menghinakan Prabowo Subianto. Mau menang mudah, Prabowo disuruh jadi bedinde (wapres). Mengapa tidak Jokowi saja yang jadi bedinde? Tampangnya malah lebih pas. Sebanyak 12 kali Jokowi utus orang untuk meminang Prabowo jadi bedinde, semua ditolak. Yang ke 13, LBP disuruh. Ditolak lagi, dibalas Prabowo dengan menerima pencapresannya di Rakernas Gerindra.

Djoko Edhi: Deelneming Century PN Jaksel, Bikin Demokrat Jadi Kecebong

Oleh: Djoko Edhi S Abdurrahman*

Tutur Tinular A la Lasswell: Cara Mengelola Persepsi Politik Pilpres

Oleh: Djoko Edhi S Abdurrahman*

Bagaimana mengelola persepsi politik voters untuk pemenangan pemilu dan pilpres?

Skandal Big Fish KPK

Oleh: Djoko Edhi S Abdurrahman

(Mantan Anggota Komisi Hukum DPR dan Wakil Sekretaris Pengurus Pusat Lembaga Penyuluhan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama, PBNU).

Jika benar, surat terbuka Wakil Ketua Fachri Hamzah kepada Ketua KPK Agus Rahardjo, menurut hukum dan UU No 30/2002 tentang KPK, Dewan Kehormatan KPK harus bersidang. Jika putusan Mahkamah Kode Etik KPK itu menemukan pelanggaran code of ethics, dan petunjuk code of behavior, Agus Rahardjo harus off dari komisioner KPK.

ICOR Darurat Itu Yang Harus Digebuk Mister Presiden!

By Djoko Edhi S Abdurrahman

(Ketum Indonesian Tax Watch dan Wakil Sekretaris Pemimpin Pusat Lembaga Penyuluhan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama, PBNU). 

 

Saya terkejut membaca tulisan Christianto Wibisono kemarin yang menyebut angka ICOR kita adalah 6.0 yang mestinya 2.0. Ini angka darurat. Sepanjang rezim Soeharto, angka ICOR tertinggi adalah 3.0 akibat korupsi, ekonomi rente dan oligopoli. 

Ancam Pengkritik, Ada Apa Dengan Luhut Binsar Panjaitan?

Oleh: Djoko Edhi S Abdurrahman
Mantan Anggota Komisi Hukum DPR-RI

Awas Terjebak Makar

Oleh: Djoko Edhi S Abdurrahman
Mantan Anggota Komisi Hukum DPR

Jumat dua pekan lalu, Mensekab Pramono Anung bicara di Restonya Bursah Zarnubi, mengajukan badan kerukunan bangsa.

Inayah di Penjara Nikmatnya Kekuasaan

Luar biasa Inayah membela Ahok. Sampai sampa dibikin puisi. Jika benar prosesnya, puisi adalah hasil sublimasi yang mendorong nurani terdalam untuk menghasilkan sang tokoh. Tuhan pada Iqbal adalah penokohan sublimasi, jauh lebih dalam ketimbang essay atau narasi artikel. Misalnya //Tuhan, di mana teman orang-orang miskin ini? // Pada bait yang lain//Tuhan, jadikanlah aku sebatang lilin// yang terbakar // meleleh // untuk menerangi gelap malam //

Bahaya Yuridis Pertemukan KH Makruf Amin dengan Ahok

Oleh: Djoko Edhi S Abdurrahman
Mantan Anggota Komisi Hukum DPR