20 November 2018

Dirgantara

Airbus Tawarkan Sederet Pesawat Canggih Pada Indonesia

KONFRONTASI-Perusahaan manufaktur pesawat terbang asal Eropa, Airbus menyatakan siap menjawab kebutuhan Indonesia di bidang militer, luar angkasa, dan helikopter dengan produk layanan mutakhir.

"Indonesia merupakan pelanggan yang sangat penting untuk produk pesawat dan helikopter," kata Head of Airbus Defence and Space, South East Asia, Johan Pelissier, di sela-sela acara Indo Defence 2018 Expo and Forum, JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis. 

Terbuka, Peluang Ekspor Pesawat ke Nigeria

KONFRONTASI-Pemerintah membuka peluang untuk meningkatkan ekspor pesawat terbang untuk menambah devisa, salah satunya ke Nigeria, tujuan ekspor nontradisional di kawasan Afrika.

Airbus BelugaXL, Pesawat Ikan Paus Senilai Rp10 Triliun

KONFRONTASI-Meski secara penjualan kalah dari pesaingnya Boeing dalam Farnborough International Airshow 2018 di Inggris, namun Airbus membelalakan mata industri dirgantara dunia. Pada 19 Juli kemarin, Airbus melakukan uji perdana pesawat BelugaXL dari Bandara Toulouse di Prancis. 

Melansir dari Interesting Engineering, Minggu (22/7/2018), penerbangan uji perdana itu sukses besar, memberikan lampu hijau bagi pengembangan lebih lanjut dari seri Beluga. Airbus percaya BelugaXL akan beroperasi penuh dan terbuka untuk layanan umum pada pertengahan tahun 2019.

Nama Beluga diambil dari spesies ikan paus putih. Dan Airbus ingin menggambarkan seperti ikan paus yang sedang terbang. Bagian depan BelugaXL dicat dengan wajah ikan paus tersenyum yang menambah daya tarik. Pesawat ini juga memiliki bagian gelembung tambahan yang memberikan aksen unik dan kemiripan mencolok dengan ikan paus Beluga. Maka itu, pesawat raksasa ini dijuluki “ikan paus di langit”.

Masuk ke spesifikasi dan teknik, Airbus memilih struktur ikan paus mempertimbangkan aerodinamis. Para insinyur di Airbus ingin menyatakan struktur ini akan memudahkan pesawat meluncur melalui udara padat di sekitarnya. Dalam bahasa sederhana, hambatan udara yang meningkat dengan peningkatan kecepatan objek yang bergerak. Sehingga semakin cepat suatu benda bergerak, semakin sulit untuk bergerak di udara.

Dengan struktur ikan paus, membuat pesawat mudah bergerak. Para insinyur di Airbus mendapat inspirasi dari ikan paus karena meski memiliki tubuh besar tapi mudah bergerak di bawah air meski tekanan air sangat padat di sekitarnya. Gabungan struktur tubuh ikan paus dan simulasi aerodinamis ini membuat BelugaXL "lincah" terbang di udara.

Vice President Branding Airbus, Tim Orr mengatakan kepada The Sun, bahwa pesawat ini hasil dari enam desain yang diusulkan oleh insinyur mereka. "Kami menjalankan dari yang konvensional ke yang tidak konvensional, dengan menambahkan sentuhan yang menyenangkan," ujarnya.

Dan ini terbukti dalam uji perdana. Pesawat kargo yang memiliki berat lepas landas maksimum 227 ton ini dapat membawa kapasitas 53 ton barang dengan mudah. BelugaXL ini merupakan pengembangan dari pesawat kargo pertama dari Airbus yaitu Beluga ST. Tetapi BelugaXL memiliki kapasitas muatan 30% lebih banyak daripada Beluga ST.

Airbus percaya bahwa BelugaXL akan sepenuhnya menggantikan seluruh jalur Beluga ST pada 2025. Adapun pesawat ini memiliki dimensi panjang 63,1 meter, tinggi 18,9 meter, lebar sayap 60,3 meter, jarak tempuh 2.500 mil dan wing area 361,6 meter persegi. Wing area adalah total luas sayap dihitung dengan mengalikan panjang sayap dengan lebar sayap.

Pesawat Komersil Bakal Alami Turbulensi Udara Tiga Kali Lebih Kuat Akibat Perubahan Iklim

KONFRONTASI-Pesawat komersial akan mengalami turbulensi tiga kali lipat lebih kuat dikarenakan perubahan iklim, menurut sebuah laporan terbaru.

Dilansir dari laman Telegraph, Rabu, para ahli telah memperingatkan meningkatnya risiko cedera karena turbulensi, dan penumpang akan menghabiskan lebih banyak waktu pada tempat duduk mereka dengan tanda sabuk pengaman diaktifkan karena cuaca yang terganggu oleh perubahan iklim.

Habibie Ajak Publik Patungan untuk Kembangkan Purwarupa R80

KONFRONTASI-Presiden Ketiga Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie mengajak masyarakat untuk berpartisipasi mengembangkan purwarupa pesawat R80 melalui urun dana.

"Jika pesawat R80 tidak terwujud, pembuatan pesawat terbang di bumi Indonesia berakhir. Tidak ada sumber daya manusia terbarukan, tidak ada motivasi," kata Habibie dalam konferensi pers di kediamannya di Patra Kuningan, Jakarta, Kamis.

Chairman PT Regio Aviasi Industri (PT RAI) itu menjalin kerjasama dengan platform urun dana ‪KitaBisa.com‬.

PT DI dan UI Kompak Kembangkan Industri Dirgantara

KONFRONTASI -  PT Dirgantara Indonesia bersama Universitas Indonesia bekerja sama mengembangkan industri dirgantara Indonesia. Kolaborasi industri dirgantara dan universitas terkemuka itu diharapkan menjadi alih teknologi dan mencetak sumber daya manusia yang andal.

Sudah Dipesan Ratusan Unit, Ini Keunggulan Pesawat N219 Buatan PT DI

KONFRONTASI-Pesawat N219 masih dalam tahap akan uji terbang perdana. Namun siapa sangka, pesawat tersebut sudah dipesan sebanyak 200 unit. Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi Mohamad Nasir mengungkapkan potensi pasar untuk pesawat N219 di Indonesia tergolong cukup besar.

"Saya sudah mengumpulkan buyer. Potensial market kita 200 unit," ujar Nasir saat ditemui dalam acara Penghargaan Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie yang ke-10, di kediaman BJ Habibie, Patra Kuningan 13, di Jakarta, Selasa, 15 Agustus 2017.

Butuh USD1,5 Miliar untuk Kembangkan Pesawat R80

KONFRONTASI- Pengembangan pesawat turboprop R80 rancangan Presiden Ketiga Republik Indonesia BJ Habibie yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN)  membutuhkan dana sebesar 1,5 miliar dolar AS.

PT Regio Aviasi Industri (RAI) yang didirikan B.J Habibie bersama putra sulungnya Ilham Akbar Habibie akan menggarap pengembangan pesawat regional jarak pendek tersebut.

China Berhasil Uji Coba Pesawat Amfibi Terbesar

KONFRONTASI-Pesawat amfibi terbesar AG600 buatan China berhasil diuji coba untuk yang pertama kali di Kota Zhuhai sebagai bagian dari persiapan sebelum terbang perdana.

Serangkaian uji coba dan pemeriksaan masih terus dilakukan, demikian pernyataan China Aviation Industry General Aircraft Co Ltd sebagaimana dikutip media resmi pemerintah setempat, Minggu.

Dirancang sebagai pesawat amfibi terbesar di dunia, AG600 yang panjangnya 37 meter dengan rentang sayap 38,3 meter itu mampu tinggal landas dengan daya angkut 53,5 ton.

Pesawat tersebut juga mampu menarik beban 12 ton di perairan dalam waktu 20 detik dan mampu mengangkut 370 ton air yang ditampung dalam satu tangki.

Dengan kemampuan manuver yang bagus dan daya jelajah yang relatif luas, AG600 tersebut bisa digunakan dalam tugas kemaritiman, pemadaman kebakaran hutan, dan pemantauan pelestaian kawasan lingkungan kelautan.

Pihak produsen telah menerima pesanan pesawat jenis AG600 tersebut sebanyak 17 unit.

Menengok Kemewahan Jet Eksekutif Dassault Falcon 900LX

KONFRONTASI-Indonesia berada di posisi keempat Asia-Pasifik dalam pasar pesawat jet eksekutif-mewah, setelah China, Australia, dan Malaysia. Produser pesawat terbang di kelas ini sangat sedikit, sebutlah Bombardier (Kanada), Cessna dan Gulfsteam (Amerika Serikat), dan Dassault (Prancis). 

Yang terakhir ini, mencoba meningkatkan potensi pasar itu menjadi realitas kebangkitan baru seiring perkiraan pertumbuhan ekonomi nasional yang dinyatakan pemerintah ada di kisaran 5,1-5,2 persen pada tahun ini. 

Pages