20 January 2020

Din Syamsuddin

Din Syamsuddin Siap Pimpin Perlawanan Bila Ahok Lepas

KONFRONTASI - Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin mewanti-wanti Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian agar tak meremehkan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ia pun mengatakan tak akan segan memimpin perlawanan jika Ahok sampai lepas dari jerat hukum.

Soal Aksi 212, Din Syamsuddin: Shalat Jumatnya Sebaiknya Tetap di Masjid

KONFRONTASI-Proses hukum terhadap kasus penistaan agama masih menyisakan ketidakpuasan hingga menimbulkan reaksi demo lanjutan yang akan berlangsung pada 2 Desember 2016. Ketua Dewan Pembina GNPF MUI Rizieq Shihab mengatakan, tujuan demo yakni meminta agar Basuki T Purnama segera ditahan.

Buni Yani Tersangka, Din: Reaksi Masyarakat Bukan Karena Postingannya, Tapi Pada Penistaan Agama

KONFRONTASI-Terkait penetapan Buni Yani sebagai tersangka, Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin menyuarakan ketidaksetujuannya. Ia menilai reaksi masyarakat bukan lantaran tayangan video melainkan tindakan penistaan agama.

Pak Jokowi, Tolong Perhatikan Suara Umat Muslim

KONFRONTASI- Din Syamsuddin, bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Rabu (16/11) kemarin. Din diterima Presiden sekitar pukul 12.00 WIB, atau sesaat setelah Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ditetapkan sebagai tersangka dugaan penistaan agama oleh Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri.

Ahok Jadi Tersangka Hanya untuk Redam Demo yang Lebih Besar Lagi?

KONFRONTASI-Muncul spekulasi bahwa penetapan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai tersangka hanya untuk meredam rencana demonstrasi besar-besaran pada 25 November 2016.

Namun, Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin, tak ingin berprasangka buruk terkait penetapan status tersangka terhadap Ahok tersebut.

Rencana unjuk rasa itu disebut digalang sejumlah organisasi massa Islam sebagai kelanjutan aksi serupa pada 4 November 2016.

Bertemu Jokowi, Din Akui Bahas Kasus Ahok

KONFRONTASI-Chairman of Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) Din Syamsuddin mengakui membahas masalah Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), meskipun hanya selintas saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu.

Din: Permintaan Maaf Ahok Tidak Tulus

KONFRONTASI-Permohonan maaf Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait kasus dugaan penistaan agama karena mengutip surat Al Maidah ayat 51, dinilai tidak tulus. Pasalnya, setelah Ahok meminta maaf, banyak pendukung Ahok yang berupaya memperjuangkan bahwa Ahok tak bersalah dalam kasus dugaan penistaan agama itu.

Tiga Hal Yang Dihina Ahok, Sebut Dewan Pertimbangan MUI

KONFRONTASI - Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyesalkan ucapan Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Kepulauan Seribu yang kemudian pemicu Aksi Damai 4 November (411).

Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin dalam Tausyiah Kebangsaan Dewan Pertimbangan MUI menyebut bahwa pernyataan Ahok telah menghina agama Islam,‎ kitab suci Al Quran, dan para ulama. 

Tak Ingin Diadu dengan Buya Syafii, Din Syamsuddin: Ahok Lakukan Penistaan Agama

KONFRONTASI - Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin urung hadir dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) yang disiarkan secara live oleh TVOne malam ini. Pasalnya, Din tidak mau diadu dengan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif yang juga menjadi pembicara dalam dialog dengan tema ‘Setelah 411’ tersebut.

“Mohon maaf saya tidak jadi hadir di ILC malam ini karena tidak mau diadu/dihadapkan dengan Buya Syafii Maarif,” jelas Din lewat pesan singkat yang juga dibacakan oleh host acara tersebut Karni Ilyas.

Aksi Damai 4 November, Din Syamsuddin Ingatkan Tokoh-tokoh untuk Tidak Asal Ngomong

KONFRONTASI - Chairman of the Centre for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC), Din Syamsuddin, meminta tokoh-tokoh tidak mengeluarkan pernyataan yang membuat suasana jadi panas terkait aksi damai 4 November.

Din merasa, ada saja orang-orang yang tampil di media, mengatasnamakan kemajemukan dan dikait-kaitkan dengan demonstrasi.

Pages